31

332 24 0
                                    

Aku masih terus berdiri dipinggiran hati. Aku tak berani menyelami perasaan ini. Aku takut tenggelam bahkan juga aku takut mati.

Entah mengapa, sosokmu begitu kuyakini. Padahal sepatah katapun tak pernah kamu berikan akhir pengharapan yang pasti. Tapi, tanpa lelah aku terus bersikeras menanti.

Menyimpan perasaan ini membuatku menjadi egois dan tak perduli. Padahal sungguh hati belum sepenuhnya menyimpan tabah jika kenyataan berkata bahwa kamu adalah orang yang salah (lagi).

Azlan, bertemu denganmu bukan suatu yang kuharapkan bahkan walaupun hanya dalam mimpi. Dan, mencintaimu pun bukanlah suatu rasa yang kuingini.

Semua terjadi karena kehendak ilahi. Dia yang memberi ruang agar kita bisa saling bertemu dan merindui. Walau hanya aku, tapi aku tetap berteguh hati.

Aku masih terus memperjuangkanmu meski lewat cara sebungkam ini. Aku hanya bisa mengangkat kedua tanganku memohon kepada Dia Sang Maha Pembolak-balik Hati.

Agar kiranya Dia memberi sedikit saja ruang dihatimu untuk bisa menempatkanku meskipun ditempat yang paling tersembunyi. Mohon kiranya agar rasa cinta kali ini bukanlah cinta yang menyakiti.

Kamu tau alasanku terus bertahan dalam diam ini? Aku hanya takut Azlan, aku takut jika ternyata aku tidak sedikitpun kamu ingini. Aku takut bahwa aku bukanlah orang yang pantas untuk memiliki.

Terlebih lagi aku takut akan batasan yang tidak Dia izini. Sungguh, saat inipun aku telah khawatir bahwa cinta padamu suatu saat akan menyaingi cinta kepada Dia yang semestinya menjadi tempat paling tinggi.

Tapi aku tidak berdaya, aku tidak punya keberanian untuk memulai, pun aku tak bersedia untuk mengakhiri. Tolong bantu aku menyelesaikan rumitnya teka-teki hati ini.

______________________________________

Entah sajak yang keberapa kalinya untukmu, Azlan.
Semoga suatu saat sajak ini akan terbalas dengan sebuah kepastian.

Salam dariku,
Azlea.

Azlan & AzleaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang