Happy reading❤
Gedung-gedung yang menjulang tinggi di sepanjang jalan terus menjadi pusat perhatian seorang Alisya yang kini tengah dalam perjalanan menuju rumah Meta. Wanita itu bilang kalau dia kangen sama calon mantu katanya. Dan berakhirlah sekarang Lisya berada di dalam mobil bersama Revan yang tadi Meta suruh untuk menjemput Lisya di rumahnya.
Pandangan Lisya terus saja mengarah ke luar dengan kaca jendela mobil yang setengah terbuka dan membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya, padahal Revan sudah memperingatinya agar tidak membuka kacanya tapi omongan Revan hanya di anggap angin lalu saja, toh ia merasa bosan jika terus-terusan diam tanpa berbincang sesuatu pada pria itu, jadi Lisya memilih untuk mencari kesibukannya sendiri dengan menatap gedung-gedung pencakar langit di sepanjang jalan yang dilewatinya.
Hingga sekitar duapuluh menit berlalu dan sekarang mobil mereka sudah memasuki pekarangan rumah Revan.
"Assalamu'alaikum tante," Lisya segera menyalami Meta saat wanita itu menyambut kedatangannya.
"Wa'alaikumsalam, calon mantu udah dateng nih," balas Meta antusias.
"maa...." kali ini Revan yang angkat suara karena ibunya itu terus saja menggoda Lisya dan tentu saja hal itu berhubungan dengan dirinya.
"apasih Van.... Udah deh kamu diem aja," ucap Meta pada putranya itu.
"yuk Sya, masuk," Meta segera menarik Lisya menuju ruang tengah dan di ikuti oleh Revan di belakangnya.
"duduk dulu Sya, oh ya kamu mau minum apa?"
"udah ngga usah tan, nanti Lisya bisa ambil sendiri kok. Mending tante duduk sini aja, temenin Lisya," Lisya menepuk-nepuk sofa di sebelahnya agar Meta segera duduk di sana.
"nanti kamu ikut makan malam di sini ya, Sya," ajak Meta sesaat setelah mendudukkan dirinya di sebelah Lisya.
"iya tan, tadi Lisya juga udah ijin kok ke mama kalo pulang agak maleman."
"iya nanti biar pulangnya dianter sama Revan lagi, ya kan Van?" Meta kini beralih memandang Revan yang duduk di depannya.
"he'em" angguk Revan.
Tak lama perhatian mereka bertiga teralihkan oleh suara derap langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.
"Tan.... Tante liat baju dev....eh ada Lisya," Devan tak melanjutkan kalimatnya saat mengetahui Lisya tengah ada di sana bersama Meta dan Revan.
"apa, Dev?" tanya Meta memperjelas.
"gak papa tante, gak jadi" Devan lantas ikut duduk disana dan mengambil tempat di sebelah Revan, namun pandangannya sama sekali tak terlepas dari gadis di depannya tersebut.
"udah lama, Sya?"
"belum kok, baru aja duduk," jawab Lisya yang hanya dibalas anggukan oleh Devan.
"Van lo kok ngga bilang sih kalo Lisya mau ke sini," bisik Devan, pandangannya kini beralih menatap sepupunya itu.
"buat apa juga ngasih tau lo."
" iya juga sih," kekeh Devan.
Obrolan mereka terus saja berlanjut dengan Lisya, Devan, dan Meta yang lebih banyak bercerita sedangkan Revan hanya menyimak dan hanya sesekali menanggapi.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Meta pun mengajak Lisya untuk membantunya menyiapkan makan malam, kedua wanita itu pun segera melesat menuju dapur dan mulai bergelut dengan alat dan bahan masakan yang sudah tersedia.
Sementara para pria, selagi menunggu makan malam tiba, mereka pergi ke taman belakang rumah. Hanya sekedar untuk melihat bintang dan menikmati malam yang sunyi nan tenang ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Hati [end]
Teen Fiction➡ Part lengkap! Sebagian part ada yang direvisi:) Berawal dari pertemuannya dengan dosen dingin, killer, plus nyebelin, yang membuat lisya harus ekstra sabar dalam menjalani hari-harinya semasa kuliah. Namun apa jadinya jika orang tua lisya malah b...
![Pilihan Hati [end]](https://img.wattpad.com/cover/167791217-64-k952501.jpg)