21

206 14 0
                                        

Pagi yang cerah ini, Fahri berangkat sekolah lebih awal. Dia mempersiapkan semuanya dengan matang.

Hari ini, dia bagian sesi pertama, jadi tidak salah jika ia berangkat pagi-pagi sekali. Fahri saat ini menunggu angkutan umum yang setia ia tunggu, apalagi kamu. Tidak ada penyesalan sedikitpun pada Fahri walau abang angkot nya tak kunjung datang. Aisha yang melihat itu, langsung menyuruh Warman untuk menghentikan laju mobilnya dan menyuruh Fahri ikut ke mobil yang di pakai Aisha saat ini. Tanpa pikir panjang, Fahri menaiki mobil tersebut. Awalnya ia mengira orang yang menawarinya adalah orang yang tak dikenal, tapi setelah melihat tas yang setiap hari Aisha pakai itu di simpan didekat kaca mobil , membuatnya yakin jikalau ini mobil Aisha.

Ketika sampai, Fahri berterimakasih pada Warman dan Aisha. Dijawab anggukan oleh Aisha dan senyuman oleh Warman.

Suasana sekolah masih terbilang sepi, karena yang datang hanya kelas XII sesi pertama dan adik kelas lainnya.

Fahri berdoa agar ia bisa mendapatkan beasiswa ke Dubai, dimana impian ibunya yang tak kunjung berhenti untuk menyuruh nya sekolah di negara maju tersebut.

Saat bel masuk terdengar di seluruh indera pendengaran, seluruh siswa yang mendengarnya masuk ke kelas masing-masing kemudian berdoa bersama agar semuanya lancar dan di beri kemudahan.

Hanya di beri waktu 90 menit untuk mengerjakan soal-soal ujian yang sudah terpampang di monitor komputernya. Fahri dengan cekatan, mengisinya dan taklupa tidak asal-asalan. Fahri terlihat seperti mengerjakan soal 1+1=2 terlihat sangat mudah dan lihai sekali saat mengerjakan. Membuat beberapa guru saling berbisik atas kemampuan Fahri yang jauh dari kata rajin itu, kini menjadi sosok teladan disekolah ini.

Hanya dalam waktu 75 menit, Fahri keluar dari ruangan nya kemudian disusul di menit 77 yaitu Aisha. Lalu Laila dan murid-murid lain yang kepanasan melihat mereka berdua sudah keluar dari ruangan berkomputer banyak itu.

"Fahri !" panggil salah seorang pada Fahri yang sedang bergegas untuk pulang ke rumah nya.

Fahri memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.

"Ada apa ?" tanya nya.

"Kau belajar dari mana bisa secepat itu mengerjakan soal nya ?"

"Belajar yang rajin sebelum Ujian Nasional agar kamu bisa mendapat nilai yang sempurna ! Dah, gue cabut dulu ada urusan !" pamitnya sambil berlari ke arah gerbang sekolah untuk menunggu angkutan umum alias angkot lewat didepannya.

Karena sedikit lama, akhirnya Fahri pun memesan Grab. Karena ia ingin kembali belajar agar dimalam harinya ia bisa tidur nyenyak. Tapi, setelah Fahri memesan Grab, malah beberapa angkutan umum lewat di hadapannya. Ini tentu saja membuatnya geram. Mengapa ia harus memesan Grab jikalau setelah itu angkutan umum malah lewat di hadapannya. Jika ia mengcancel, ia tak tega.

Akhirnya, hanya dalam beberapa menit, Grab datang menemui nya. Fahri langsung capcus untuk pulang ke rumah nya agar belajar dan istirahat dengan cukup.

"Nih, mas !" ucap Fahri kemudian masuk ke rumah nya.

"Hey, gimana Ujian Nasional nya ? Lancar ?" Tanya ibu nya saat tiba di ruang tamu.

"Iya, ma. Lancar kok!" ucapnya sambil membuka sepatu lalu menyimpannya di rak.

"Yaudah, sana makan abis itu belajar baru deh istirahat yang cukup !"

"Iya,ma. Emang makan sama apa ?"

"Sama sop iga sapi dan goreng otak ayam !"

"Ha ? Otak ayam ? Emang ada ?"

"Ada. Itu tuh, mama beli khusus buat kamu biar kamu pinter !"

"Aelah,ma.  Lagian ayam tuh emang pinter ya?"

"Ah, banyak omong. Udah ayo makan dulu !"

"Iya,deh iya. " ucapnya pasrah pada ibunya tersebut. Membuat senyuman terukir di wajahnya yang sudah hampir di ombang ambing oleh umur dan cobaan.

Seusai itu, Fahri bergegas untuk belajar dan mengurung diri di kamarnya hingga tertidur.

🐣🐣🐣


Pagi ini Fahri berangkat tidak seperti kemarin yang terlalu menyia-nyiakan waktu hanya untuk menunggu angkutan umum yang tak kunjung menjemputnya.

Hari ini, tak lama setelah Fahri keluar dari rumah, sebuah angkutan umum lewat di depan nya. Tentu saja ini membuat Fahri berangkat lebih awal dan tidak menyia-nyiakan waktunya.

"Nih, bang !" ujarnya sambil memberikan ongkos pada supir angkutan umum tersebut.

Tujuannya saat ini bukan kelas nya tapi ia malah berbelok ke kantin.

Fahri nenghampiri sosok wanita yang kerap dipanggil ceuceu itu.

"Sini, ceu. Fahri bantuin !" ujarnya sambil mengambil alih tempat cuci piring .

"Terus ceuceu nya apa donk ?"

"Udah , ceuceu mah buat adonan ajah. Kalo masih ada waktu, Fahri bantuin goreng-gorengnya.!"

"Oke atuh !" ucapnya sambil mengambil pisau untuk memotong-motong wortel , kol, daun bawang dan bahan-bahan lain untuk membuat bakwan.

Tak lama setelah Fahri menggoreng, bel tanda masuk terdenting keras. Membuat Fahri berpamitan untuk kembali ke kelas nya untuk belajar sedikut kemudian mengisi soal yang di ujiankan.

"Makasih ,Fahri !" ucapnya dijawab senyuman manis yang terlontar di bibir manis Fahri yang membuat seseorang yang melihatnya terpesona.

🐣🐣🐣


H

orey.  ICS update nih guys. 
Ada yg kangen ?

Eh, gk ada ya...

Kangen ajh ge. !

Yodah gkpp..

Oh iya guys, ttp jd pmbaca setia ICS ya guys ..
Jgn lupa vote and coment ny ya, guys.

Apasih salahnya ?

Terimakasih sudah mampir dan membaca bahkan menunggu ya.

Ttp jd readers ICS ya, guys.  Jgn lupa tawarin tmen2 ya .

Biar viral gitu
😊😂😂

I Can't Speak (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang