Kejadian kemarin membuatku berpikir keras. Harus seperti apa ekspreksi yang akan kutunjukan. Apa seperti biasanya yang kaku dan datar-datar saja. Kenapa selalu terjadi padaku, aku tak tahu harus bagaimana lagi sekarang. Semua sudah kacau, sangat-sangat kacau.
Mereka menyebalkan, aku merasa malas untuk berangkat sekolah. Aku dulu enak waktu kelas III, kenapa? Karena jika ada masalah aku selalu mebuat alasan sakit biar nggak masuk sekolah. Lah ini, alasan sakit kayaknya udah basi deh. Terlalu pengecut bagiku, aku sudah tambah besar juga, masa aku nggak bisa menyelesaikan masalah ini. Ya memang kenyataannya juga tidak bisa bukan.
Walaupun begitu hari ini aku tetap berangkat sekolah juga dengan rasa berat hati. Semua kulakukan apa yang mereka inginkan dengan senyum tapi, aslinya aku sedang kesal. Ingin rasanya aku memasang wajah kesal pada mereka. Jika kulakukan pasti tak akan baik juga.
Seperti itu terus sampai aku tidak kuat dengan keadaan ini. Aku butuh sendiri, aku butuh ketenangan. Aku ingin menangis saat itu juga tapi, aku harus kuat. Tidak boleh menampakkan wajah terlemahku kepada mereka. Aku tak ingin mereka semakin menginjak-injak diriku yang sudah hancur seperti ini.
Berapa lama aku harus bertahan seminggu, dua minggu, sebulan, setengah tahun, setahun atau bertahun-tahun aku begini. Aku sudah tidak tahan, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku di sini sendiri mereka banyak, aku terlalu lemah untuk ini. Ya sekarang aku mengakui kalau diriku ini memang lemah, tidak ku sembunyikan lagi bukan, biar semua tahu.
Sekarang semua gerakanku juga dibatasi oleh mereka. Selalu di ikuti, aku seperti penjahat kau tahu. Tidak pernah sendiri, aku risih sangat risih. Ini bukan aku tahu, aku yang suka dengan kebebasan sekarang, aku seperti dimasukkan ke dalam ruangan yang sempit yang terdapat banyak barang yang kusuka di sana tapi kaki, tangan, perut dan leherku sedang di ikat dengan rantai untuk membatasi pergeraanku dan aku hanya bisa mengambil barang yang ada di dekatku yang bahkan sama sekali tidak kusukai.
Aku ini apa? Manusiakan atau boneka teman-temanku. Eh tunggu, apa masih bisa mereka di panggil dengan sebutan teman. Apa aku berlebihan, aku tidak merasa berlebihan sepertinya. Aku seakan akan menjadi gila, menutup semua hati nuraniku dan menjadi bonekanya mereka. Aku memasang wajah yang baik dan manis pada mereka. Bersikap seolah-olah aku tidak apa-apa.
Semakin sakit yang kurasakan semakin ku memasang wajah yang sangat manis. Kadang-kadang aku berpikir apa yang kulakukan ini benar. Di sekolah dan di rumah aku menjadi orang yang berbeda tahu, di sekolah aku menutupi kesedihanku dengan senyuman tapi di rumah aku menutup kesedihanku dengan belajar. Walaupun ini akan membuatku sangat sakit tapi, aku harus terbiasa menghadapinya. Mungkin nanti akan lebih dari ini, jadi biasakan saja. Walau tak kuat, walau rasanya ingin pergi, ingin gila dan ingin mati saat itu juga tapi, inilah hidupku bagaimana caraku menghadapinya dan bagaimana aku bisa melewatinya.
Sering sekali aku dibicarakan dari belakang oleh mereka, aku diam. Aku tak tahu kenapa mereka sebenci itu padaku. Salahku apa coba, kalau mereka iri padaku. Apa yang mereka irikan dengan orang sepertiku. Harta? Aku bahkan bukan orang kaya. Kepintaran? Juga tidak mungkin juga kan, aku tidak pernah mendapat ranking satu juga di kelas. Lalu apa yang mereka irikan padaku. Atau mereka memang tidak iri hanya tidak suka saja dengan keberadaanku. Yah itu masuk akal, mereka tidak suka denganku sangat sangat sangaatt.. tidak suka.
Kadang aku merasa Tuhan tidak adil denganku. Iya, karena aku selalu memperhatikan mereka yang selalu punya dan semua yang mereka inginkan selalu dipenuhi. Sedangkan aku, aku bahkan hampir tidak pernah kalau memang itu tidak penting. Dan kenapa mereka memperlakukan tidak adil seperti ini.
Dan saat yang paling kutunggu adalah waktu pulang sekolah, kenapa? Karena aku bisa sendiri dan berbicara dengan diriku sendiri. Seperti orang gila bukan. Kenyataannya memang begitu, aku berjalan dari sekolah sampai tidak ada orang lagi yang benar tidak terlihat teman sekelasku dan lewat jalan yang gelap aku berjalan lambat dan sambil ngomong sendiri. Rasanya nyaman sekali bukan. Dan saat aku melihat bok jalanku kepercepat agar aku sampai di bok itu. Namanya bok penceng entahlah siapa yang menamainya. Kalau yang tidak tahu itu adalah sebuah, bukan seperti gorong-gorong air tapi ada tempat untuk duduk di kanan dan di kiri. Mungkin kalau cuma membaca deskripsinya saja tidak akan paham. Tapi tempat itu yang selalu membuatku berlama-lama duduk di sana, sampai aku menangis. Aku tidak takut walaupun di sana terkenal angker, mungkin hatiku lebih angker daripada bok itu makanya aku tidak takut. Setiap aku berada di sana aku merasa tenang dan membuatku lupa untuk pulang. Mungkin karena aku tidak bisa menyendiri di sekolah jadi tempatku untuk menyendiri ya di sana. Terlihat horor nggak sih? Sedikit ya hehehe..
Dibilang sering ya sering banget. Tapi ada waktu aku nggak menyempatkan untuk ke sana ya cuma lewat aja waktu pulang. Itu juga kalau nggak buru-buru juga, tapi kalau nggak ke sana itu ada yang kurang gitu. Walaupun di rumah juga aku bisa pergi ke kebon cuma buat menyendiri, rasanya ya sama aja sih! Sama-sama angker, entah kenapa tempat yang selalu aku singgahi untuk menyendiri bisa di bilang angker. Nggak tahu juga, tapi aku nggak pernah merasa aku diganggu juga dan aku mengganggu juga. Yang penting aku cuma numpang duduk sama main aja di sana, nggak lebih.
Terserah mau dibilang apa? Aku aneh ya terserah, memang inilah diriku yang hanya ku sendiri yang tahu. Satu-satunya karena cuma memang satu nggak ada yang lain, kalau orang lain bilang cuma kamu sendiri yang kaya begitu. Ya memang satu kan nggak ada yang lain. itu bukan pujian tapi itu memang kenyataan. Karena setiap orang itu memiliki perbedaannya sendiri.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Bully [SELESAI]
Novela JuvenilSiapa sih yang suka dibully? Yang jelas semua orang tidak mau dibully. Tapi kita hidup di circle, bahwa bully itu wajar. Wajar kalo kelebihan dan kekurangan seseorang pantas untuk dirundung. Perundungan yang amat menaikkan derajat si perundung, sert...
![Aku dan Bully [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/179173795-64-k337033.jpg)