[10] Last Day With You

8.7K 726 102
                                        

Pakaian serba hitam telah Hyera kenakan, entah mengapa langitpun ikut menangis seakan menyalurkan kesedihannya melewati hujan. Hyera tanpa mengenakan payung sekalipun hanya melihat sang kekasih yang semakin lama menghilang dalam pandangannya.

Teman teman Guanlin banyak yang datang, ada juga yang tidak kuat hingga menunggu diluar area pemakaman. Orangtua Guanlinpun juga ikut menumpahkan airmatanya disebrang Hyera.

Setelah acara selesai, satu persatu orang meninggalkan Hyera sendirian, termasuk orangtua Guanlin. Tinggallah Taeil, Haera, Micha, Keiko dan Haechan, sedangkan Jihoon sudah pingsan saat meliat temannya pergi.

"Ra pulang yok, ntar lo sakit" ajak Micha memegang bahu Hyera.

"ga" singkat Hyera tidak lepas memandangi nisan bertuliskan nama Guanlin.

"Hyera sayang, ayok pulang" ajak Haera lembut mengelus kepapa Hyera yang basah kuyup.

"Ra pulang gih, gw beliin boneka" ajak Haechan juga.

"GW GA BUTUH APAPUN! DAN KALIAN SEMUA PULANG! GW MAU SENDIRIAN DISINI !" teriak Hyera penuh penekanan.

Kemudian mereka meninggalkan Hyera sendirian. Sedangkan Hyera sudah tidak merasa lagi kedinginan atau bahkan rasa sakitnya sudah dibawa oleh Guanlin, seakan dirinya sudah mati rasa.

"Lin ehehe, gw sayang sama lo. Maafin gw, gw terlalu gengsi buat ngomong gitu hehe. Eh ya kapan kita mau nikah? Kok lo tidur mulu disini" ucap Hyera sendirian seperti orang gila.

"lo jangan ikut ikut papah dong lin, ninggalin gw seenaknya. Bahkan sekarang Hyera butuh kalian" lanjut Hyera.

"papah jagain Alinnya Hyera ya disana. Semoga dikehidupan selanjutnya Hyera dan Guanlin dapat bersatu" ucap Hyera menghadap nisan papahnya yang letaknya sebelah Guanlin.

"lin, gw bakalan balesin yang lo rasain" tekat Hyera dengan mata yang memerah.

"jangan harap lo bisa hidup tenang, brengsek" umpat Hyera pada Jeno.

Hyera pergi meninggalkan pemakaman dan pergi kerumah Jeno. Hyera mendapatkan alamat Jeno dari Daehwi -sepupu Jeno- . Sesampainya disana dia menerobos satpam yang menjaga kediaman keluarga Lee dan pergi keruang tamunnya.

"KELUAR LO BRENGSEK! GA USAH SEMBUNYI LO BANGSAT!" teriak Hyera dengan suara yang menggema.

"KELUARRR LOO JENO !" teriak Hyera lagi.

Kemudian dari pintu kamar keluarlah Jeno yang mengenakan pakaian rumah, dan juga Taeyong dari kamar yang berbeda. Mendengar suara itu ternyata dari Hyera, Taeyong coba mendekati Hyera dan menenangkannya.

"lo napa disini!" tanya Hyera pada Taeyong.

"gw anak pertama keluarga Lee, Ra. Dan yang lo panggil itu adik gw" jawab Taeyong lembut.

Kemudian Jeno juga mendekatkan dirinya pada Hyera dan Taeyong. Jeno nampak santai dan memainkan HPnya.

PLAKKK!

Hyera menampar keras pipi Jeno. Dan kemudian menarik kaos yang dikenakan Jeno sambil menatap matanya tajam.

"lo apa apaan?" tanya Jeno kasar.

"LO YANG APA APAAN BANGSAT! GW MAU LO MASUK PENJARA KARENA ULAH BEJAT LO! LIAT SEKARANG GUANLIN MENINGGAL GARA GARA LO BRENGSEK!" teriak Hyera penuh penuturan kepada Jeno.

"haha dia meninggal? Lemah" santai Jeno melepas cengkraman Hyera.

Taeyongpun mendekati Jeno. Dia menatap Jeno tajam dan memukulnya tiba tiba.

BUGHHKKK!

"LO NGULANGI LAGI KEBODOHAN LO SATU TAHUN YANG LALU HAH? LO MEMANG BRENGSEK JEN" tegas Taeyong pada Jeno.

Bad Boy - Lee JenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang