Mobil kuning sport milik Haera telah terparkir diparkiran guru seperti biasa yang dilakukan Hyera. Dengan seragam yang kekecilan Hyera berjalan dengan pikiran yang bingung tentang perasaannya. Hyera menuju kantin karena Micha dan Keiko bilang dia disana buat sarapan.
"hai" sapa Hyera sambil duduk diseberang Micha sama Keiko.
"yoa" jawab Keiko sambil membuka novel Horor nya.
"ra kita nanti malem nginep rumah lo boleh ga?" tanya Micha menatap mata Hyera.
"ya boleh aja sih" jawab Hyera mengusap kepalanya kasar dan sesekali mendesah pelan.
"lo ada masalah ra?" tanya Keiko melihat temannya yang nampak kebingungan.
"ya gitu, nanti malam aja gw ceritain jangan disini" jawab Hyera sambil berdiri.
"lo mau kemana?" tanya Micha.
"ke perpustakaan mau cari yang sepi dulu buat nenangin pikiran" tutur Hyera sambil meninggalkan kedua temannya.
Dikoridor seperti biasa banyak orang yang membicarakan Hyera dari yang positif sampai yang negatif. Dengan santai Hyera membiarkan nitijennya berkumandang dan tetap melanjutkan tujuannya menuju perpustakaan.
Sesampainya disana banyak orang orang yang menatap Hyera dengan tidak percaya, bahkan juga penjaga perpustakaan membelalakan matanya saat seorang MOON HYERA datang keperpus dipagi pagi ini. Jujur baru kedua kali ini Hyera masuk ke perpus sekolahan, yang pertama hanya untuk mengantar Keiko meminjam novel.
Hyera menuju bangku dipojok dan juga meletakkan tas yang sedari tadi masih hinggap dipunggungnya. Melihat Hyera sendirian Jaemin mendekati Hyera dan duduk disampingnya.
"Hyera?" sapa Jaemin memastikan bahwa seseorang yang didepannya bukanlah orang lain.
"iya napa jae?" tanya Hyera menatap Jaemin.
"lo ngapain disini?" tanya Jaemin balik.
"gw nenangin diri sama wifian disini" jawab Hyera jujur sambil tersenyum kecut.
"oh gitu gw kirain mau baca buku perpus" sindir Jaemin.
"ya itu ga kuat gw haha" tawa Hyera keras hingga sipenjaga perpus yang bernama Pak Chen mengeluarkan Jaemin dan Hyera karena bising.
Hyera dan Jaemin berakhir diluar pintu perpus dan mereka tertawa karena ulah mereka. Jaemin kemudian metap Hyera dalam.
"napa?" tanya Hyera saat dia tau sedang diperhatikan.
"lo napa nolak Jeno?"
"gw ga mau bahas itu dulu, capek gw" tolak Hyera sambil mengibaskan rambut coklatnya yang panjang.
"apa lo ga suka sama dia"
"gw suka kok" ucap Hyera spontan dan langsung menutup mulutnya.
"kalo suka napa lo tolak?" tanya Jaemin mengintimidasi Hyera.
"udah ah banyak tanya lo Jae, pusing gw. Gw balik kelas aja bye" Hyera berlari meninggalkan Jaemin yang tertawa karena ulahnya.
Didepan ruang guru Hyera bertemu dengan Jeno yang menggunakan seragam dengan tidak rapi seperti biasa. Jeno mendekati Hyera dan membalikan badan Hyera setelah itu Jeno mengucir rambut Hyera dengan sangat rapi.
"kebiasaan kalo sekolah ga pernah dikucir, emang nanti gw harus pulang dari Amerika cuman buat ngucirin rambut panjang lo" ucap Jeno dan Hyera hanya memanyunkan bibirnya.
Setelah selesai mengucirkan rambut Hyera, Jeno membalikan lagi badan Hyera agaer menghadapnya. Dengan cepat Hyera membenarkan dasi Jeno yang bahkan longgar dan miring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy - Lee Jeno
Fanfiction"Gue benci cowo racing!!" seru gadis bernama Moon Hyera. "Doamat sama hidup lo!!" seru Lee Jeno si badboy yang notabenya sebagai Most Wanted di SMA NCT di Korea Selatan.
