[52] Superhero

4.3K 281 9
                                        

Dua hari berlalu.

Irene sudah dimakamkan. Sedangkan Hyera tidak masuk kedalam penjara.

Justru Hyera masuk kedalam Rumahsakit Jiwa.

Saat sadar kemarin Hyera menjadi kehilangan mentalnya. Dia menjadi gadis gila.

Hingga disinilah sekarang dirinya. Berada diruangan yang tertutup. Dirinya sendirian hanya ada suara keheningan yang berdenging di telinganya.

Ceklek

Pinti kamar terbuka. Hyera langsung berjengit dan menyudutkan dirinya dipojok ruangan.

"tenanglah, noona. Aku kemari untuk mengajakmu keluar. Ada yang ingin bertemu denganmu" ucap seorang perawat pribadi Hyera.

Kemudian dia menghampiri Hyera. Dengan sedikit ketakutan Hyera menerima uluran tangannya.

Hyera berjalan bersama laki-laki itu dikoridor rumahsakit. Hingga mereka berakhir diruangan kosong yang hanya terdapat satu meja dan dua kursi yang berhadapan.

Hyera mendudukkan dirinya disana. Perawat itu lalu meninggalkan Hyera sendirian. Hyera hanya meletakkan kepalanya dimeja.

Dan tak lama muncullah dua laki-laki datang menghampiri Hyera.

Hyera langsung berdiri dari duduknya. Dia menangis saat melihat satu laki-laki yang sangat ia sayangi itu.

"Ra" panggilnya dengan nada rendah.

"Ra, lo ingat gw? Gw Taehyung, Ra" lanjutnya.

Hyera perlahan menjadi tenang. Dia mulai mendudukkan dirinya lagi dikursi, Hyera menatap Taehyung dengan datar.

"apa yang kamu inginkannn..." tanya Hyera dengan nada aneh.

Taehyung terdiam. Dia kemudian menggenggam tangan Hyera lembut. Sontak Hyera langsung menarik tangannya dari Taehyung.

"Hyera ga suka disentuh-sentuh. Tehyung banyak kumannyaaa..." ucap Hyera dengan ekspresi jijik pada Taehyung.

"pftt..."

"diem lo!" sentak Taehyung.

Taehyung mengalihkan pandangannya pada Hyera lagi. Dia menatap dalam mata Hyera.

"Ra, Irene adalah pacar gw. Maafin dia udah buat lo jadi penjahat, Ra. Gw ga marah kalo lo bunuh Irene-"

"AAAAA, DIEM KAMU! AKU TIDAK SUKA KAMU NYEBUT WANITA ITU!" sentak Hyera sambil menutupi kedua telinganya.

Taehyung menghembuskan napasnya panjang. Kemudian tangan kekar menyentuh pundak Taehyung.

"sudahlah, lo cuman nyakiti dia. Mending gw aja" ucapnya.

Taehyungpun menganggukkan kepalanya. Kemudian dirinya berdiri dari kursi dan meninggalkan ruangan tersebut.

Laki-laki itu kini menatap nanar Hyera yang sudah berada dipojokan. Perlahan dia menghampiri Hyera dan ikut terduduk dipojokan.

"kamu kembali?" tanya Hyera sambil mengusap air matanya.

"kembali? Bahkan gw ga pernah pergi dari lo" jawabnya sambil tersenyum kearah Hyera.

Hyera hanya beroh ria. Kemudian Hyera menyenderkan kepalanya dibahu laki-laki itu.

"aku hanya mengingatmu saja, Kim Seungmin" ujar Hyera dengan senyum diwajahnya.

Seungmin tersenyum senang saat mendengar ucapan Hyera. Dirinya mengusap kepala Hyera lembut. Seketika Hyera menemukan ketenangannya lagi.

"maaf, Ra. Gw ga tau bakal seperti ini, kalo gw tau, gw bakal selalu ngelindungi lo" lirih Seungmin.

Seungmin menitihkan airmatanya. Hyerapun langsung menghapus air mata diwajah Seungmin.

"cungminnya Hyera ga  boleh nangis, nanti jelek" ucap Hyera.

Seungmin menganggukkan kepalanya. Kemudian Hyerapun kembali menyenderkan kepalanya dibahu Seungmin.

"apa lo tau?"

"apa?"

"gw suka ngikutin lo, tapi lo ga tau. Gw juga yang selamatin lo saat lo liat balapan liar itu" ucapnya dengan bangga.

"benarkah? Wahhhh... Cungmin superheroo" seru Hyera sambil mempragakan gaya superman.

Seungmin terkekeh saat melihat Hyera seperti anak kecil sekarang. Hyera kemudian berlari-lari kesana kemari seakan dirinya sedang terbang.

"Hyera terbangnya nanti lagi. Apa lo ga mau nemeni gw dibawah sini" ajak Seungmin.

"ah benar, Hyera turun deh"

Hyerapun berlari dan kembali duduk disamping Seungmin. Seungmin langsung memeluk tubuh Hyera. Dan Hyerapun juga membalas pelukan Seungmin.

"cepat sembuh, Ra. Jika lo keluar dari sini, gw akan bawa lo pergi dari dunia kelam lo" ucap Seungmin sambil mengusap pucuk kepala Hyera.

"tidak. Hyera akan pergi sendiri saja. Seungmin berhak suka sama cewe lain yang lebih baik dari Hyera" jawab Hyera sambil melepaskan pelukannya.

Seungmin menatap mata Hyera dalam. Seungmin menemukan banyak kesedihan yang Hyera pendam sendirian.

"aku mencintaimu, Moon Hyera" ujar Seungmin.

"Hyera juga, sayang cungmin" balas Hyera kemudian dia terkekeh.

Ceklekkk

Pintu terbuka. Disana keluarlah perawat Hyera yang membungkukkan badannya pada Seungmin.

"waktu berkunjung telah usai, Tuan" ucapnya dengan sopan.

Seungmin menganggukkan kepalanya. Kemudian dia menatap Hyera sambil mengelus kepalanya.

"gw akan balik lagi besok, jaga diri baik-baik, Ra" ucap Seungmin.

"kao besok kamu balik, Hyera sudah tidak disini lagi, Cungmin. Maaf" balas Hyera.

Seungmin hanya mengangguk membalas ucapan Hyera. Tanpa ia sadari jika Hyera tengah mengatakan sesuatu yang serius.

Perawat itu kemudian membawa Hyera kembali keruangannya. Hyera terduduk dikasurnya dan perawat itu memberikan Hyera air minum.

"minumlah, noona" ucapnya.

"terimakasih, kamu boleh beristirahat. Hyera juga mau tidur" balas Hyera dengan senyum manis diwajahnya.

Perawat itu menurut. Kemudian dia keluar dari kamar Hyera.

Hyera hanya memandangi gelas yang berisikan air putih didepannya. Air matanya tiba-tiba turun.

"AAAAAAA"

PRANKKKK

Hyera membanting gelas itu. Dia membanting semua yang berada disekitarnya. Kemudian Hyera kembali kepojokan sambil menjambaki rambutnya sendiri.

"gw ga gila! Ini hanya drama! Semua hancur, hidup gw hancur! Bahkan Jeno tidak menyayangi gw lagi hiks. Mending gw mati aja!"

Benar. Hyera tidak mengalami sakit jiwa. Itu hanya aktingnya saja biar dia bisa menjauh dari Jeno. Dan alasan dia tidak dipenjara juga karena surat dokter yang menunjukan kondisi mental Hyera tidak setabil dari kecelakaan beberapa bulan lalu.

#tbc

Bad Boy - Lee JenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang