Tuhan inikah hukuman untukku ?
Inikah rencana takdirku ?
Tuhan aku bertanya !
Kenapa harus aku ?
Jika luka yang kau jadikan hukuman
Maka bolehkan aku meminta cinta sebagai hadiahnya ?
~ Rian
Aku baru saja ingin memejamkan mataku Sampai ku dengar handphone ku berbunyi, pertanda ada panggilan masuk, ku lihat nama penelpon itu sekilas kemudian menjawab panggilan darinya.
" Kenapa Vin ? " Tanya ku singkat
" Gue Aero temen Kevin, dia lagi di apartemen gue, tadi dia mabuk berat dan nggak mungkin gue bawa ke pelatnas " kata orang di seberang yang langsung membuatku membuka mata lebar rasa kantukku mendadak hilang mendengar kabar bahwa Kevin mabuk.
" APA !!! Mabuk ? Yang bener Lo ? " Tanya Rian
" Buat apa gue bohong ? Gue serius, gue hubungi Lo cuma buat kasih kabar "
" Oke, kirim alamat apartemen Lo, besok pagi gue bakal jemput dia " kata ku akhirnya
" Oke, abis ini gue kirim "
" Thanks ya "
" Santai, Kevin juga temen gue "
Setelah itu panggilan diakhiri, ada apa sama Kevin ? Perasaan tadi pagi baik-baik aja malah dia bahagia banget, tapi kenapa malem ini jadi mabuk ?. Ini pasti ada hubungannya sama orang yang pergi sama Kevin pagi ini, tapi siapa ?. Sifa ? Kayanya nggak mungkin, Kevin nggak mungkin sebahagia itu kalau pergi sama Sifa, jadi dia pergi sama siapa ? Atau mungkin... Eva ?.
Ku cari nomor telvon milik wanita itu dan setelah menemukannya aku segera menekan tombol panggil, cukup lama aku menunggu hingga panggilan dariku terjawab.
" Halo Va, maaf gue ganggu, gue cuma mau tanya tadi pagi Lo pergi sama Kevin ya ? " Tanya ku to the point
" Iya... " Jawab Eva dengan suara serak dari apa yang ku dengar ia pasti sedang menangis
" Kalian ngapain ? Sampe si Kevin mabuk ? " Tanya ku lagi
Hening sesaat, tapi aku yakin panggilan dariku belum diakhiri.
" Kita cuma jalan aja, dan soal Kevin mabuk gue ngga tau apa-apa "
" Lo yakin ? Atau Lo bilang sesuatu gitu yang bikin dia down ? "
" Gue nggak tau, maaf ya Jom gue capek dan gue masih di jalan mau pulang, gue tutup ya " kata Eva kemudian memutuskan sambungan.
Baiklah bisa ku simpulkan pasti mabuknya Kevin ada hubungannya sama Eva. Kenapa masalah mereka tak pernah usia sih ? Salah apa kedua sahabatku itu Tuhan ? Kenapa engkau menghukum mereka seperti ini ?. Aku mohon Tuhan berikan penyembuh luka bagi mereka.
🍒
~ Eva
Saat ini aku masih berada di perjalanan menuju rumah bersama Bima, ucapan Rian tentang Kevin mabuk benar-benar menggangguku, aku merasa bersalah akan apa yang menimpanya. Tapi aku rasa ini adalah jalan terbaik, lama-lama kamu pasti bisa lupain aku Vin, dan lama-lama luka kamu akan sembuh, dan saat kita bertemu lagi nanti mungkin kamu sudah bersama dengan istri kamu yang kamu sayangi atau bahkan anak-anak kamu yang lucu, sungguh aku tak sabar menanti hari itu, walau aku tau mungkin hari itu juga adalah hari dimana aku makin hancur.
" Maaf.... " Kata seseorang yang kini berada di sampingku
Aku menoleh sekilas kearahnya dan kembali menatap keluar jendela.
KAMU SEDANG MEMBACA
Labirin || kevin sanjaya
FanfictionLABIRIN [ Kevin Sanjaya ] Squel dari Asal kau bahagia Ku kira aku sudah berjalan cukup jauh Sudah berlari sampai payah Dan menghilang dari pandangan mu Tapi nyatanya aku hanya berjalan melingkar Mengikuti jalan bercabang tak berujung Semakin ku co...
