Setibanya di UKS Reynald menaruh Raina di atas brankar. Reynald lalu memanggil petugas yang menjaga UKS.
"Dia kenapa?" Tanya petugas itu
"Perut nya sakit." Ucap Reynald
Petugas itu pun mencoba memeriksa kondisi Raina. Raina sudah lemas pun hanya diam sambil memegang perut nya.
"Maag nya kambuh. Kamu belum makan?" Tanya nya. Raina menggelengkan kepalanya. Lalu Reynald mendekat ke arah Raina.
"Kenapa Lo gak bilang Lo punya maag?" Ucap Reynald kesal. Pasal nya dia panik melihat Raina yang terus-menerus meringis kesakitan
"Kamu minum obat ini, selang 30 menit kamu makan ya." Ucap petugas UKS memberi Raina obat. Raina menganggukkan kepalanya.
Petugas UKS itu meninggalkan mereka berdua.
"Bodoh! Lo udah tau punya maag masih aja susah makan." Reynald menbentak Raina
"Maaf Rey, gue lupa." Ucap Raina. Reynald yang melihat wajah Raina yang pucat pun tidak lagi memarahinya.
"Maaf gue ngebentak lo. Gue khawatir sama Lo." Reynald memelankan suaranya. Raina menatap Reynald. "Iya gue tau Rey, ini salah gue. Gue terlalu ceroboh." Raina merutuki dirinya sendiri karna dia lupa jika tadi pagi dia tidak sarapan.
"Yaudah Lo istirahat dulu." Ucap Reynald
Di luar ruangan UKS ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Ya, dia Bara.
"Ceroboh." Gumam Bara lalu meninggalkan ruangan UKS
###
Bara menghampiri teman-teman nya lagi ke kantin.
"Lama banget Lo ngapain di toilet?" Ucap Adrian
"Jangan-jangan, wah lo! Inget tempat bos. Emang ada sabun apa?" Ledek Bonbon
"Sialan. Kaga anjir, emang gue kaya Lo pada otak +18 semua isinya." Ucap Bara santai lalu duduk di tempat nya.
"Apaan lo. Sorry-sorry aja nih otak gue masih bersih." Ucap Ardhen bangga
"Tai kali. Setiap hari nonton mulu Lo di pojokan." Ledek Adrian
"Bangsat Lo yan. Ah malu gue sialan!" Umpat Ardhen
"Eh si anjing malah jadi ngomongin ginian." Ucap Adit
"Lah kasar juga Lo nyuk!" Ucap Ardhen
"Peace bang." Adit tersenyum
"Udah Lo semua masih pada mau disini? Gue pengen ke kelas. Ngantuk." Bara berdiri dari duduk nya
"Bos, baru juga dateng udah pergi lagi." Ucap Adit
"Tau Lo bar. Makan dulu napa!" Ucap Ardhen
"Halah, tai bilang aja Lo minta di traktir Bara kan." Ledek Bonbon
"Ye kunyuk tau aja Lo!" Ucap Ardhen lalu tertawa. Bara tidak menghiraukan ucapan teman-teman nya dia pergi meninggalkan kantin.
"Bara kenapa sih?" Ucap Adrian pada Ardhen
"Tau. Emang gue emak nya!" Ucap Ardhen lalu pergi
"Yee anak setan di tanya nya." Adrian lalu mengejar Ardhen
###
Bel pulang sudah berbunyi dari tadi tetapi Raina, masih di dalam kelas sedang berdebat oleh Reynald.
"Gue mau ekskul Rey!" Keukeh Raina
"Batu bat sih Lo. Kalo Lo pingsan gimana?" Reynald sudah hampir frustasi berdebat dengan Raina yang keras kepala ini.
"Gak bakalan, gue kuat." Ucap Raina
"Gak. Lo pulang rain!" Ucap Reynald penuh penekanan.
"Gak!" Bantah Raina
"Rain mau Lo apa sih, astaga." Reynald mengacak rambut nya frustasi
"Mau gue ekskul. Udah Lo pulang duluan aja!" Ucap Raina
"Lo mau ikut gue pulang apa gue telpon bang Randy?!" Ujar Reynald
"Ah Lo mah ngaduan. Kesel!" Raina menghentakkan kakinya
"Biarin itu yang bisa bikin Lo nurut sama gue." Ucap Reynald.
"Yaudah-yaudah ayo pulang." Ucap Raina lalu meninggalkan Reynald dengan muka yang di tekuk.
"Dasar keras kepala, ambekan." Gumam Reynald lalu pergi menyusul Raina.
Selagi Reynald mengambil motor di parkiran. Raina menunggu Reynald di depan gerbang sekolah.
"Yan-yan ada Raina tuh!" Tunjuk Ardhen ke arah gerbang sekolah. Bara yang mendengar perkataan Ardhen pun ikut menoleh ke arah gerbang sekolah.
Namun Bara tampak acuh lalu membuang muka setelah itu pergi meninggalkan dua orang teman nya, setelah melihat Reynald yang membawa motornya menuju Raina. Ardhen dan Adrian yang melihat Bara meninggalkan mereka pun langsung pergi menyusul Bara.
"Ayo naik!" Ucap Reynald
Raina menaiki motor Reynald dengan muka yang masih di tekuk. "Jangan ngambek gitu dong rain. Gak enak tau di liat nya!" Ucap Reynald dari balik helm nya.
"Bodo suka-suka gue. Udah jalan gak usah liat-liat ke belakang!" Ucap Raina
Reynald yang sudah cape menanggapi Raina pun diam dan menjalankan motornya meninggalkan sekolah mereka.
Sesampainya di rumah Raina, Raina langsung turun dan berjalan masuk tanpa pamit kepada Reynald.
"Dasar ambekan." Gumam Reynald lalu menjalankan kembali motornya.
Hayyy...
Gimana part ini? Comment yaa.
Di vote juga, tunggu part selanjutnya ya.
Babay:v
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Prince
Fiksyen RemajaUntuk pertama kalinya seorang gadis yang ceria mengejar pangeran dingin. Raina bingung dengan sikap Bara yang dingin hanya kepadanya saja, sedangkan dia itu ketua geng dari geng nakal.
