Bab 15 : PERMINTAAN FANDI

54.8K 3.8K 10
                                        

Sudah hampir seminggu Kayla selalu berusaha mendekati pak Satya tapi entah mengapa sampai saat ini tidak ada kemajuan juga. Bahkan Kayla sekarang sudah mulai rajin belajar agar ia terlihat pandai, sehingga bisa menarik perhatian Satya.

Bahkan hari ini Kayla bertekat belajar memasak supaya ia bisa memberikan hasil masakannya sendiri kepada Satya. Sudah hampir 3 jam ia bergelut dengan masakan namun sedari tadi percobaanya tidak ada yang  berhasil. Padahal ia sudah mengikuti resep di youtube dengan benar.

"Masak apa lo?"

Kayla langsung berjingkat kaget saat tiba-tiba ada Alvin di belakangnya.

"Apaan sih ngagetin aja!. Masak tumis kangkung buat pak Satya"

"Oh" jawab Alvin sambil pergi mengambil air di kulkas.

"Cuman oh doang?"

"Apa?" Alvin menyandarkan tubuhnya di kulkas, "trus gue harus bilang  apa? Gue sih sebenernya kasian sama pak Satya yang harus makan makanan beracun lo itu"

"Apa? Enak aja beracun, gak mungkin beracun lah kan gue masaknya dengan penuh cinta"

"Serah lo deh" Alvin mengibaskan tangannya menyerah "oiya bumbu lo udah gosong tuh"

Buru-buru Kayla menoleh ke masaknya, dan benar bumbu yang ia goreng sudah berubah menghitam.

"Kak Alviiiin ini semua gara-gara lo ngajakin ngomong guee teruss" teriak Kayla sebal melihat Alvin yang sudah menghilang tapi masih terdengar suara tawanya yang terbahak-bahak.

Sialan, gagal lagi. Ini sudah percobaannya yang kelima dan gagal. Kayla menghela nafasnya pasrah. Sudah cukup, ia menyerah hari ini. Kayla melepas apronnya kemudian pergi mencari mbok Dar dan menyuruh memasakan tumis kangkung untuk ia bawa ke kampus.

****

Sudah hampir 15 menit Kayla menunggu Satya di dekat ruang dosen. Harusnya Satya sudah datang dari 5  menit lalu, namun entah kenapa hari ini belum datang juga.

"Hay manis"

Kayla berjengit saat tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, sialan kenapa ia hari ini kaget terus.

"Apaan sih lo. Ih nyebelin ngagetin tau gak!"

Fandi yang diomeli hanya nyengir tanpa dosa, benar-benar menyebalkan.

"Ngapain lo duduk disini?"

"Suka-suka gue dong" Kayla memutar bola matanya sebal.

"Idih sinis amat buk. Lagi pms ya lo?"

"Apasih berisik. Diem." Kayla mencubit Fandi sebal.

"Auw. Apasih Kay. Eh udah dong sakit tau. Kay ampun, iya-iya gue diem."

Setelah memastikan Fandi tidak akan berisik lagi, Kayla menghentikan aksinya memcubit. Sekarang ia tau gimana caranya menundukan Fandi yang menyebalkan.

"Ngapain lo senyum-senyum. Udah mulai gila ya?"

Mendengar langsung menoleh dengan tatapan membunuh dan bersiap akan mencubit Fandi lagi. Dengan secepat kilat Fandi mengangkat kedua tangannya menyerah.

Tak lama kemudian terlihat diujung lorong terlihat Satya berjalan dengan Pak Adit. dengan semangat Kayla berlari menghampiri mereka.

"Selamat pagi pak Satya" sapa Kayla dengan senyum manis.

"Pagi" jawab Satya dengan santai.

"Saya enggak disapa?"

"E-eh iya, selamat pagi Pak Adit"

"Pagi juga Kayla"

"Oiya, ini Kayla bawain tumis kangkung kesukaan Pak Satya hehe." Kayla menyerahkan kotak makan kepada Satya.

"Makasih ya Kay. Kamu repot-repot ngasih saya makanan"

"Enggak kok pak. Saya malah seneng"

"Buat saya mana. Kok Pak Satya aja?"

"E-eh it-itu maaf ya Pak Adit" Kayla menggaruk lehernya, bingung mau menjawab apa.

"Yaudah kami permisi dulu ya, makasih makanannya" ucap Satya sambil menarik Adit pergi.

"Iya sama-sama pak" jawab Kayla sambil tersenyum bahagia.

"Udah?" Tanya Fandi yang sedari tadi duduk sambil bermain handphone.

"Apa?" Tanya Kayla bingung.

"Sini duduk ada yang mau gue omongin"

Kayla duduk disamping Fandi, "apa?cepetan gue mau ada kuliah nih bentar lagi"

"Em ini tentang permintaan gue hehe"

"Permintaan yang mana?" Tanya Kayla bingung.

"Itu, yang waktu ketemu risa minggu lalu. Ah lo masa ga inget sih. Gak seru lo."

"udah deh gausah cemberut gitu. Gue inget."

"Gue mau nagih janji lo waktu itu hehe"

"Lo mau minta apa?"

"Sabtu besok temenin gue ke kondangan sodara ya. Please"

Kayla mengernyit bingung "hah? Ngapain lo ngajak gue sih."

"Lo tuh gak peka amat sih. Gue tuh bingung mau ngajakin siapa. Gue capek ya tiap kondangan ditanyain mulu mana pacarnya. Pokoknya ntar lo pura-pura aja jadi pacar gue ya. Please Kay ini demi kehormatan gue"

"Apaan sih. Pakek kehormatan-kehormatan segala. Lebay banget"

"Kay please. Ya kay ya. Oke? Lo kan udah janji"

"Hmm"

"Lo mau kan? Please Kay bantuin gue"

"Haha kehidupan jomblo lo gini amat deh. Iya-iya gue temenin"

To be continued ->
______________________________________

☆☆▪▪ Krismunita ▪▪☆☆

Hai jangan lupa vote dan comment ya😙 happy reading❤

My Ice Dosen Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang