Pagi-pagi sekali Kayla sudah bangun dan duduk di teras menunggu abang tukang sayur lewat, biasanya yang melakukan kegiatan ini mamanya tapi untuk hari ini ia terlalu bersemangat. Pokoknya ia hari ini akan memasak tumis kangkung kesukaan pak Satya, ia akan memasak sendiri masakannya, bukan seperti dulu yang selalu memberi tumis kangkung buatan mamanya untuk pak Satya.
Setelah selesai belanja Kayla langsung pergi kedapur dengan wajah berseri, ia sudah menyiapkan ponsel untuk melihat tutorial memasak di youtube. Kayla yakin masakannya hari ini akan sukses karena ia memakai resep dari salah satu channel memasak di youtube dengan viewer lebih dari satu juta dan dari comment penontonnya banyak yang berhasil dan enak.
Kayla memotong sayur kangkung dengan hati-hati setelah itu ia mengupas beberapa bawang merah dan bawang putih sesuai instruksi dari tutorial youtube. Setelah selesai mengupas dan memotong sayung serta bumbu Kayla menyalakan api dan menuangkan minyak.
Dengan berhati-hati Kayla memasukan bumbu ke dalam wajan yang sudah panas, baru beberapa detik bumbu dimasukan hidung Kayla mendadak gatal ia langung bersin-bersin. Sial, rasanya ia hampir menangis hidungnya gatal sekali mencium bumbu di goreng. Entah apa yang salah, kenapa baunya menyengat sekali padahal kalau mamanya memasak tidak pernah seperti ini.
"Kayla astaga lo mau nyiksa hidung gue?" Teriak Alvin dari depan tv, mungkin ia baru bangun.
"Berisik" sahut Kayla sambil memasukan sayurnya ke wajan. Bodoamat dengan Alvin yang penting masakannya jadi.
Ketika dirasa masakannya sudah matang, Kayla mencicipi dengan mengambil sedikit kuah dan menaruhnya di tangan. Rasanya cukup enak, not bad lah bagi seorang pemula.
"Masak apa sayang?" Tanya mamanya yang sudah ada di belakang Kayla.
"Tumis kangkung ma. Cobain deh, enak nggak?"
Dengan segera mamanya mencicipi masakan Kayla, "lumayan, buat kamu yang pemula ini enak"
Kayla tersenyum senang. Segera ia memasukan masakannya ke kotak makan.
"Loh kamu mau bawa bekal? Jangan ditutup dulu kalau belum dingin"
"Hehe buat pak Satya ma"
"Oo jadi kamu sekarang sama pak Satya yang kemarin itu? Nggak papa sih mama seneng kok kalau sama pak Satya."
"Oya? Kenapa ma?"
"Pak Satya kelihatan baik, sopan dan dewasa cocok lah buat kamu yang seperti anak balita."
Kayla melotot mendengar mamanya bilang ia seperti balita, "masa Kayla seperti balita?? Kayla udah 20 tahun kalau mama lupa"
Mamanya tertawa, "tapi perasaan mama kamu tetap masih balita bukan gadis 20 tahun"
Kayla mengerucutkan bibirnya sebal. Kemudian pergi ke kamarnya untuk bersiap ke kampus. Hari ini ia ada jadwal kuliah jam 10. Tapi Kayla sengaja berangkat jam 9.
****
Sesampainya di kampus Kayla segera mengambil ponselnya, dengan segera Kayla mengetik pesan untuk pak Satya.
To : Pak Satya
Assalamualaikum, Pak Satya dimana?
Kayla duduk di kantin menunggu balasan dari pak Satya sambil meminum es teh yang baru dipesannya.
Drrt
Ponsel Kayla berbunyi, dengan cepat Kayla membuka ponselnya.
From : Pak Satya
Walaikumsalam. Ini lagi di cafe D'Green sebelah kampus
Kayla mengernyit membaca pesan dari pak Satya, tumben pak Satya di cafe jam segini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen
Teen Fiction♡Follow author dulu sebelum baca♡ #1 in literasi (10 juni 2020) #2 in literasi (16-20 juni 2020) #1 in klasik(10 agustus 2020) #1 in pelajar (19 agustus 2020) Kayla putri Raesya cewek cantik primadona difakultasnya tapi bodoh dalam pelajaran, justru...
