Bab 21 : Misi Kayla

58K 3.9K 19
                                        

Sudah hampir 2 jam Kayla duduk di teras rumah memandangi taman kecil dengan bunga warna-warni yang ditanam mamanya. Beberapa hari ini Kayla sama sekali tidak mood melakukan apapun, rasanya ia rindu merecoki pak Satya lagi.

"Dorr"

"Aaa" Kayla berjingkat kaget, hampir saja ia jatuh dari kursi.

"Kak Alviiiiiiin" jerit Kayla sebal mencubit lengan Alvin.

"Aduhhh ampun" jerit kesakitan Alvin. "Ngapain sih nglamun terus?"

"Kepo kayak dora"

"Idih yaudah" Alvin masuk meninggalkan Kayla.

Tiba-tiba sebuah ide muncul dikepala Kayla. Dengan cepat Kayla mengejar Alvin.

"Kak Alvin" panggil Kayla, tapi Alvin terus berjalan menuju dapur.

"Kak Alviiin" teriak Kayla sebal karena Alvin tak menoleh sama sekali.

"Kayla kenapa teriak-teriak?" Tanya mamanya yang sedang duduk di depan tv

"Nggak papa ma. Kak Alvin nyebelin"

Dengan langkah dipercepat Kayla berhasil menyusul Alvin. Setelah berhasil ia langsung menarik Alvin memaksa mengikutinya menuju lantai 2

"Apasih Kay narik-narik"

"Ada misi penting"

"Apa?"

Tanpa menjawab Kayla menarik Alvin menuju kamarnya.

"Kenapa?"

"Mau nanya-nanya"

"Apaan"

"Kira-kira pak Satya suka nggak ya sama gue?"

"Mana gue tau. Emang gue cenayang"

"Iiiih kak Alviiin" teriak Kayla sebal

"Dah lah gue pergi"

"Eh tunggu, belum selesai"

"Apalagiii"

"Cowok sukannya cewek yang gimana?"

"Kalau gue sih yang baik, cantik, ramah, kalem, dan yang bikin penasaran"

"Yang bikin penasaran?"

"He'em, gimana ya jelasinya. Intinya kalau lo jadi cewek jangan ngejar cowok."

"Nggak boleh ya? Trus gue harus gimana?"

"Boleh aja sih. Tapi banyak cowok yang justru males sama cewek kaya gitu. Sedikit cuek bikin cowok penasaran"

"Gitu ya"

Setelah Alvin pergi, Kayla masih memikirkan omongan Alvin tentang cewek nggak boleh ngejar cowok. Apa ia harus melakukan itu.

Kayla merebahkan badannya dikasur menatap langit-langit kamar.

"Kira-kira pak Satya suka nggak ya sama gue. Atau jangan-jangan pak Satya menerima perjodohan itu."

"Huaaaa gue harus gimanaaa" teriak Kayla sambil menghentak-hentakan kakinya dikasur.

"Apa gue coba cuekin ya biar pak Satya penasaran." Kayla langsung terduduk ketika sebuah ide muncul.

"Tapi nanti kalau pak Satya malah nggak peduli gimana" Kayla merebahkan tubuhnya kembali

*****

Dengan niat yang sudah bulat sejak semalam Kayla akan menjalankan misi pertamanya. Ia akan mencoba cuek dengan Pak Satya, kalau sebelumnya ia selalu menghindari pertemuan dengan pak Satya. Kali ini Kayla akan dengan berani bertemu tapi ia akan bersikap cuek tidak seperti biasanya.

Sebelum pak Satya memasuki kelasnya Kayla sudah belajar memasang wajah serius menghadap kedepan

"Ell gue udah keliahatan serius belum?"

"Lo kenapa sih Kay, kesambet?"

"Amit-amit deh. Gue mau cuekin pak Satya"

"Ooh"

"Ooh doang?"

"Ya terus gue harus gimanaaa" Ella memutar bola matanya malas.

"Gatau. Eh" orangnya datang"

Dengan cepat Kayla mengubah ekspresinya dan membenahi duduknya. Selama pelajaran berlangsung Kayla memperhatikan pelajaran dengan serius hingga pelajaran berakhir.

"Pulang yuk"

"Bentar Ell, gue mau keluar terakhir"

"Oke gue duluan"

Kayla sengaja memperlambat mengemas barang-barangnya. Setelah terlihat semua sudah keluar kelas Kayla bersiap keluar.

Sampai di depan Pak Satya, Kayla berusaha untuk tidak tersenyum dan menyapa, setelah berhasil melewati Pak Satya dan hampir sampai depan pintu tiba-tiba namanya dipanggil.

Hampir saja Kayla menjerit senang, namun kemudian ia teringat misinya. Kayla memasang wajah datar lagi dan menanyakan ada apa.

Kayla sedikit bingung dengan sikap Pak Satya yang aneh hari ini, bisa-bisanya Pak Satya mengira polpennya yang jatuh milik Kayla. Benar-benar aneh, Pak Satya hari ini terlihat berbeda sedikit terlihat gugup.

Setelah mengucapkan permisi Kayla keluar kelas dengan perasaan senang. Di lorong kelas sudah sepi karena sudah pergantian jam. Kayla tak bisa menahan kebahagiaanya, baru kali ini Pak Satya menyapanya lebih dulu.

"Yes yes yes yes" kayla berjingkrak-jingkrak senang.

"Kamu kenapa Kayla?"

"Mendengar suara pak Satya di belakangnya, Kayla langsung menghentikan aksinya, sial malu sekali. Dengan perlahan Kayla membalik tubuhnya menghadap pak Satya.

"E-eh pak Satya, eh-ehm itu tadi ada kecoa. Iya tadi ada kecoak lewat"

"Kecoa?" Satya menaikan sebelah aliasnya bingung.

"Hehe iya pak. Saya duluan ya pak permisi" Kayla langsung kabur mengindari pak Satya. Benar-benar sial ingin rasanya ia menenggelamkan diri di laut saja, malu sekali.

Satya masih berdiri di tempatnya, masih tidak percaya ada kecoa di kampus.

To be continued
______________________________________
Yeay hari ini up double ya 😊 spesial buat kalian yang mungkin lagi bosen dirumah aja 😙

☆☆▪▪ Krismunita ▪▪☆☆

My Ice Dosen Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang