Sudah 15 menit Kayla duduk di teras menunggu kedatangan Fandi yang sudah berjanji menjemputnya. Kayla sudah mulai sebal dan berencana untuk kembali masuk dan rebahan saja terdengar klakson mobil Fandi di depan rumah.
"Lama" ucap Kayla sambil masuk ke mobil Fandi.
"Sorry ya Kay. Aduh tadi tu gue disuruh mama jemput adik dulu. Lo nunggu lama ya"
"Lama banget. Udah setahun gue duduk di situ. Udah cepetan jalan"
"Siap tuan putri"
Sepanjang perjalanan suasana sangat hening. Fandi yang sedari tadi mencoba mengajak Kayla ngobrol selalu dicueki akhirnya menyerah dan memutuskan untuk diam saja.
10 menit kemudian akhirnya mereka sampai di gedung tempat acara pernikahan saudara Fandi. Di sana sudah banyak sekali orang-orang berlalu lalang. Fandi tiba-tiba menggandeng tangan Kayla.
"Apasih lo pegang-pegang tangan gue"
"Cuman sandiwara doang Kay. Biar mereka percaya kalau lo tu pacar gue. Kita kesana yuk" Fandi menarik tangan Kayla menuju kerumunan orang yang ada di samping gedung.
"Sore om tante" sapa Fandi
"Eh Fandi. Wah bawa siapa nih?"
"Hehe pacar Fandi dong tan, kenalin ini Kayla. Kayla ini tante gue"
Kayla menjabat tangan tante Fandi
" Kayla tante"
"Wah cantik ya. Panggil aja tante Sofia ya Kay"
"Hehe iya tante Sofia"
"Kalian udah lama jadian? Kapan nih nyusul?" Tanya Tante Sofia dengan senyum-senyum
"Eh. Ee- hehe" Kayla bingung harus menjawab apa.
"Doain aja ya tan" sahut Fandi sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Kayla semakin sebal.
"Tan kita kesana dulu ya. Mau nyamperin kak Aldi" pamit Fandi yang dibalas anggukan tante Sofia.
Fandi menarik tangan Kayla menuju sebelah kiri pelaminan.
"Kak Al"
Aldi yang sedang asyik menyuap makanan berjingkat kaget bahkan ia hampir saja tersedak.
"Sial. Apasih Fan ngagetin aja!" Ucap Aldi sebal.
"Hehe santai bro. Gitu aja marah baperan amat sih." Fandi mencolek-colek lengan Aldi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Jijik banget" Aldi menepis tangan Fandi. "Sama siapa lo ngomong-ngomong?"
"Pacar gue lah. Kenalin namanya Kayla"
Kayla hanya tersenyum kikuk di depan saudara Fandi.
"Lo sama siapa? Kok sendirian aja?"
"Sama temen gue. Masih ke toilet dia"
Aldi dan Fandi melanjutkan pembicaraan mereka entah mengenai apa Kayla sudah tak peduli. Ia hanya duduk memainkan ponselnya membuka aplikasi apapun untuk mengatasi kejenuhannya.
"Itu temen gue udah dateng" kayla masih memainkan ponselnya tak peduli dengan mereka berdua. "Sat kenalin nih adik gue Fandi sama pacarnya"
"Fan kenalin ini Satya temen gue kuliah dulu"
"Udah kenal kok, mereka mahasiswa gue"
Mendengar suara itu Kayla yang semula asyik bermain ponsel tiba-tiba terdiam. Tunggu ia sangat mengenali suara ini, dan apa tadi Aldi bilang namanya Satya? Dan jangan bilang itu memang benar-benar Pak Satya pujaan hatinya. Dengan detak jantung yang tak karuan Kayla mendongak perlahan dan benar, itu memang benar Satya. Sial.
"Jadi mereka ini Mahasiswa lo? Wow" ucap Aldi takjub "dunia memang sempit"
Namun ketiga orang yang ada di depannya hanya terdiam membuat Aldi kebingungan.
"Ini ada apa sih? Hallo?" Tanya Aldi yang masih belum mendapat respon.
"Kalian pacaran?" Tanya Satya memecah keheningan.
"Iya"
"Enggak" jawab Fandi dan Kayla bersamaan.
Membuat Aldi dan Satya berkerut bingung.
"Ini yang bener gimana sih? Iya apa nggak? Kok Kayla bilang nggak sih?" Tanya Aldi heran.
"Iya kok kita pacaran" sahut Fandi cepat yang langsung mendapat pelototan dari Kayla.
"Selamat ya" ucap Satya dengan raut datar, "oiya Al aku ambil makan dulu ya, trus langsung pulang soalnya ada urusan. Permisi"
Setelah mengatakan itu Satya langsung pergi meninggalka mereka bertiga. Kayla hanya menatap kosong punggung Satya yang semakin menjauh, entahlah ia seperti sudah tak punya harapan lagi untuk mendekati Satya gara-gara kesalahpahaman ini. Sial ini semua gara-gara Fandi.
Kayla menarik tangan Fandi menuju taman di samping gedung setelah pamit dengan Aldi.
"Lo apa-apa an sih ngaku-ngaku pacar gue di depan pak Satya?
"Ya gimana dong disana ada kak Aldi. Tadi kan kita udah ngaku pacaran. Lo marah ya Kay sama gue?"
"Iya gue marah sama lo! Lo kan tau gue suka Satya tapi lo masih ngaku pacar gue di depannya. Lo gak mikirin perasaan gue Fan"
"K-Kay maafin gue please" ucap fandi sambil berusaha menarik tangan Kayla yang kini berusaha pergi.
"Terserah lo. Gue mau pulang. Lepasin"
"Gapapa lo marah sama gue, emang gue yang salah. Tapi tolong jangan pulang sendiri. Gue anterin ya Kay" bujuk Fandi, ia tak akan tega membiarkan Kayla pulang sendirian.
"Nggak usah gue bisa sendiri."
"Kay please ini demi kebaikan lo juga. Udah malam. Gue anter yaa. Lo boleh benci gue tapi jangan bahayain keselamatan lo sendiri ya"
"Gue bilang nggak ya enggak" Kayla berusaha melepas cekalan tangan Fandi yang berusaha menahannya.
"Kay please"
Kayla yang sudah habis kesabarannya menendang tulang kering Fandi dengan sepatunya, kemudian berlari menjauh.
"Awwww" teriak fandi kesakitan, Sial Kayla menendangnya cukup keras yang membuat kakinya sangat ngilu. Ia mengusap kakinya supaya tidak sakit namun ngilu itu masih sangat terasa. Fandi menatap Kayla yang sudah berlari menjauhinya tanpa bisa mengejar karena kakinya sangat sakit.
To be continued ->
______________________________________
☆☆▪▪ Krismunita ▪▪☆☆
Hai jangan lupa vote dan comment ya😙 happy reading❤
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen
Jugendliteratur♡Follow author dulu sebelum baca♡ #1 in literasi (10 juni 2020) #2 in literasi (16-20 juni 2020) #1 in klasik(10 agustus 2020) #1 in pelajar (19 agustus 2020) Kayla putri Raesya cewek cantik primadona difakultasnya tapi bodoh dalam pelajaran, justru...
