Kayla berjalan menuju parkiran mobilnya sedikit tergesa. Ia melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 1 lebih. Kayla ingin cepat sampai rumah dan tidur siang sebelum nanti ia menghadiri acara launching bukunya kak Aldi. Kayla benar-benar ngantuk semalam ia susah tidur ditambah jam kuliah hari ini lumayan padat.
30 menit kemudian Kayla sudah sampai di ruma. Ia berjalan sedikit cepat ke kamarnya.
"Jalannya cepet amat buuuk" ucap Alvin yang duduk di depan tv.
Kayla tak menjawab ucapan kakaknya. Ia sudah tidak mood meladeni Alvin yang menyebalkan.
Sesampainya di kamar kayla langsung melempar tas nya di kasur dan memejamkan mata. Hampir 15 menit tertidur ponselnya berbunyi.
Dengan malas Kayla mengambil ponselbya di tas.
"Haloo siapa?"
"Heh lo amnesia sama gue lupa?" Balas seseorang diseberang telepon.
Kayla membuka matanya dan melihat nama di ponselnya.
"Oh Ella. Ada apaan? Gue ngantuk niih"
"Laporan lo udah? Mana lihat gue nyontek"
"Laporan apa?"
"Gimana sih. Lo ga liat grub? Laporan hasil observasi pak Satya. Konsultasinya diajuin hari ini."
"Kenapa nggak besok aja sih. Kemarin katanya besok"
"Gatau. Tiba-tiba diajuin"
"Gue ga ikut gapapa kali ya. Cuman konsultasi doang, lagian gue belum ngerjain. Salah-salah dikit gapapa deh"
"Yang ga ikut ga dapat nilai"
"Jam berapa? Gue belum buat sama sekali"
"Jam tengah 4" jawab Ella
"Hah? Jam tengah 4?" Kayla menoleh ke jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukan pukul 2 siang.
"Gimana doong. Gue juga belum nih"
Kayla merebahkan badannya lagi, rasanya capek ia ingin tidur tapi tugas harus selesai hari ini. Kalau aja bukan pelajaran pak Satya ia nggak akan mengerjakan. Kayla lebih memilih nggak dapat nilai.
"Yaudah deh gue ngerjain dulu. Bye" tanpa menunggu jawaban dari Ella Kayla menutup sambungan teleponnya.
Dengan malas Kayla bangun membuka laptopnya. Waktunya tinggal satu jam setengah untuk mengerjakan laporan observasinya sedangkan ia belum mengerjakan sama sekali bahkan cover pun belum. Ini gilaaa
Sudah setengah jam Kayla mengerjakan dan masih belum selesai juga. Sial kenapa harus diajuin sih, trus kenapa juga ada konsultasi segala tinggal buat laporan doang padal.
"Kay pinjem mobil"
Kayla berjingkat kaget tiba-tiba Alvin ada di depannya.
"Astagaa bikin kaget aja. Lo mau tanggung jawab kalo gue jantungan."
"Alah manja gitu doang kaget. Mana kunci mobil lo gue pinjem"
"Mau kemana sih?"
"Kepo lo kaya dora"
"Hiiih tuh di meja ambil sendiri. Jangan lama-lama nanti jam tengah 4 gue mau ke kampus"
"Sip"
Setelah itu Alvin meninggalkan Kayla sendiri di kamarnya bergelut dengan laptopnya.
Akhirnya tugas laporan Kayla selesai. Ia tak peduli jika nanti banyak yang salah yang penting ia sudah mengerjakan walau banyak yang copy paste dari internet.
Kayla melihat jam sudah menunjukan pukul tiga lebih lima belas. Kayla segera pergi ke kamar mandi dan bersiap dengan cepat. Sial ia lupa kalau jarak rumah ke kampusnya cukup jauh dan membutuhkan waktu 30 menit. Kayla semakin mempercepat mandinya dan kemudian ganti baju seadanya. Dengan cepat Kayla mengemas buku dan laptop ke dalam tas.
Ia lari keluar mencari Alvin ke kamarnya dan tidak ada. Dengan cepat Kayla mengambil ponselnya dan menelepon Alvin yang ternyata sudah sampai depan gerbang masuk perumahannya.
Kayla segera lari kedepan untuk menunggu Alvin. Belum sampai 1 menit ia berdiri Alvin sudah sampai di depannya.
"Lama banget sih kan udah gue bilang jam tengah 4 gue ke kampus" omel Kayla.
"Lah lo lihat nih jam berapa sekarang. Tengah 4 kan, gue selalu tepat waktu" ucap Alvin sambil menyodorkan jam di tangannya kepada Kayla.
"Bodoamat"
Kayla langsung lari masuk ke mobil dan melajukannya sedikit cepat.
Sesampainya di kampus ia langsung lari ke kelas yang tadi sudah di beritahukan dalam grub chat. Dengan cepat Kayla masuk kelas, dan ternyata ia sampai paling akhir. Sial
Kayla segera duduk dikursi kosong paling belakang. Baru saja ia duduk ponselnya sudah berbunyi. Dengan sebal Kayla mengambil ponselnya. Tenyata yang menelepon kak Aldi. Kayla menepuk dahinya lupa kalau ia sudah janjian dengan kak Aldi hari ini jam 4.
"Halo kak Aldi"
"Halo. Kay aku udah di rumahmu kok kata mama kamu ke kampus?"
"Aduuh sorry banget kak Al ini mendadak ada bimbingan buat laporan. Gimana ya? Kak Aldi duluan aja deh nanti aku nyusul"
"Oh gitu. Yaudah gapapa. Nanti langsung nyusul aja ya"
"Oke kak. Maaf banget ya kak Al. Lupa ngabarin. Panik soalnya" Kayla meringis tak enak hati dengan Kak Aldi yang sudah sampai di rumahnya sedangkan dia tidak ada.
"Santai"
Setelah itu panggilan diakhiri. Kayla menoleh ke kanan dan bertanya pada temannya, ternyata yang sudah konsultasi baru 4 orang. Sial
Sudah jam 5 sore nama Kayla belum juga di panggil. Sial gimana ini, ia bingung. Kayla tak enak hati dengan kak Aldi. Acaranya selesai jam setengah 6 sedangkan Kayla jam 5 masih di kampus.
Sial ini semua gara-gara pak Satya. Ia harus bicara apa nanti sama kak Aldi. Padahal Kayla sudah di beri baju khusus untuk acara hari ini. Benar-benar sial. Pak Satya mengacaukan rencananya
To be continued
______________________________________
☆☆▪▪ Krismunita ▪▪☆☆
Hai jangan lupa vote dan comment ya😙 happy reading❤
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen
Fiksi Remaja♡Follow author dulu sebelum baca♡ #1 in literasi (10 juni 2020) #2 in literasi (16-20 juni 2020) #1 in klasik(10 agustus 2020) #1 in pelajar (19 agustus 2020) Kayla putri Raesya cewek cantik primadona difakultasnya tapi bodoh dalam pelajaran, justru...
