Enjoy Readyng genkss!! 😆😇
❄❄
Berlari, berlari dan terus berlari entah ke mana kaki ini akan membawanya pergi.
Gadis itu sudah seperti orang bodoh yang kehilangan arah.
Tubuhnya merosot ke aspal bersama nafas yang memburu cepat sisa pelariannya tatkala dia berhenti di keramaian kota.
Isakannya pecah bersama kedua tangan yang sedang menangkup wajahnya dengan kepala menunduk.
Gadis itu ketakutan.
Mengingat satu persatu orang-orang yang telah melindunginya di singkirkan oleh Sehun terutama ibunya sendiri yang dia tentang. Meski dia tak membunuhnya dan hanya memberi bius, tetap saja dia kejam.
Tak sedikit orang yang melihat gadis malang itu ketika melintas di depannya.
Namun, tak ada yang mendekat dan peduli?
Perasaannya sangat buruk dan bingung entah berada di mana dirinya sekarang.
Yang pasti, pria iblis itu sudah membawanya jauh dari kota seoul dan tempat tinggalnya.
Oh sial, kaki yang bertelanjang tanpa hels itu mulai terasa perih dan dingin bersentuhan dengan aspal.
So-Hyun kembali menengadahkan kepalanya, matanya memandang kabur di sekitar karena air mata yang masih menetes bersama sesenggukan yang membuat dadanya sangat sesak.
"Yoo Jung..hiks"
Ada satu nama yang membuat bibirnya bergumam.
Namun bagaimana dia menghubungi gadis itu, sedang tas beserta ponselnya tertinggal di mobil Sehun.
Oh beribu kali sial aku!
Dengan sempoyongan, perlahan So-Hyun bangkit dan melanjutkan langkahnya. Bibirnya sedikit meringis karena rasa perih di telapak kakinya akibat goresan-goresan kerikil saat dia berlari tadi.
🍃🍃
Selang beberapa menit menghabiskan waktu untuk berkeliling, satu senyuman terbit di bibirnya tatkala ia menemukan sebuah telefon umum untuk menghubungi sahabatnya, Yoo Jung.
Gadis itu segera melangkah masuk, namun sedetik langkahnya berhenti ketika melihat seseorang di dalam sana tengah memasukan benda kecil yang bulat dan tipis sebelum menelfon.
Koin?
Keningnya menaut sambil merabah gaunnya ke samping, berharap baju yang dia pakai memiliki saku dan ada koin di sana.
Namun keinginan itu terlalu konyol.
Jangankan koin, sakupun ia tak punya apalagi benda yang bernama koin itu.
Lalu bagaimana dia akan menghubungi Yoo Jung.
Bantulah aku Tuhan??
Sempat putus asa, So-Hyun hendak pergi dari tempat itu dan mencari alternatif lain untuk menghubungi sahabatnya.
Barangkali di sekitar sini masih ada orang baik yang mau meminjamkan ponselnya atau mengantarkan So-Hyun ke apartemen Yoo Jung?
Cring...
Klutuk..
Klutuk...
Gadis itu menghentikan langkahnya ketika sebuah koin berhenti tepat di ujung tumitnya.
Matanya berbinar melihat benda itu, seakan keberuntungan telah memihaknya. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sisi aman dan berharap tidak ada yang melihatnya saat dia meraih koin tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cousin's Obsession
FanfictionKembali ke negara asal setelah menyelesaikan kuliah dan meraih gelar dengan nilai Cum Laude adalah hal yang di nantikan bagi setiap orang. Namun tidak bagi gadis bernama Kim So-hyun, kini ia kembali ke korea dan harus menghadapi kegilaan sepupunya y...
