[ mitologi!AU, fantasy!AU ]
Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot.
d...
warn! kedepannya yagook academy bakal jadi lebih kotor karena mulai masuk ke pertengahan cerita. (sekali lagi) mohon dengan amat sangat, lebih bijak dalam membacanya.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
【 26 : i don't give a fvck 】
;:;:;:;
Tak lama berselang setelah Jungkook mengantarnya ke kamar, Jimin membuka kembali pintu itu. Kantuk berbenturan paham dengan malam yang semakin larut, ia melangkah keluar, koridor lantai paling bawah kastil ini tidak ditutupi tembok dengan kaca besar, akan tetapi hanya pilar-pilar beton. Maka ia bisa dengan jelas menyaksikan lapangan luas di kejauhan sana dalam gelap.
Jimin sempat terdiam cukup lama, bersandar di daun pintu kamar sebelum menjejak maju beberapa langkah dan merapatkan jubah yang belum dilepasnya ketika mempertemukan bahu kanan pada salah satu pilar.
Sunyi menghasilkan angan-angannya mengingat tuntutan kecil para remaja Werewolf beberapa jam lalu. Ia sama sekali tidak gentar menghadapi mereka, terlebih jika ini menyangkut Si Vampir, namun menjadi kebohongan besar apabila ia mengakui tak merinding akan dominasi sekumpulan Setengah Serigala yang marah.
Tapi faktanya, tidak satupun dari para Werewolf mengayunkan tangan. Diskusi mereka berjalan tenang dengan orasi remaja-remaja tangguh itu menuntut balas padanya. Di bawah pengawasan Jungkook, titik tengah ditemukan setelah Yugyeom angkat bicara dan kembali menegaskan pada kawan-kawannya jika diskualifikasi pada dirinya tak akan mengubah resistansi bangsa mereka.
Mengingatkan kembali kalau-kalau Sang Kiklops tua telah menjelaskan; apabila kesalahan yang Yugyeom lakukan adalah terbawa dan berniat membalas agresi Si Incubus.
Namun penjelasan masuk akal apapun, tetap menyisakan amarah besar dari remaja Werewolf lain. Maka di sini Jimin begitu paham, bila saja Jungkook tidak ada di belakangnya saat itu, mungkin dirinya telah binasa. Dan kini pun, ia menyadari, kaum muda Serengah Serigala yang terdiam dalam kastil ini sejatinya menyimpan kemurkaan dan dendam kepadanya.