kalo minggu ini tembus 500 komen, minggu depan ku usahain update lagi bar.
[!] bgm, près des remparts de séville; typo; pengulangan kata.
;:;:;:;
Perapian di ruang gelap ini membakar setelan bangsawan dan jubah yang menyerap darah seperti rendaman pel.
Berdiri menghadapnya, Jungkook meringis, pangkal hidung berkerut merasakan sakit dari upaya meregenerasi kedua tangan. Bertelanjang dada, tangan-tangan tergantung lemas di sisi tubuh; terjulur dengan daging menganga menunjukkan keseluruhan tulangnya. Ada waktu cukup lama untuk meregenerasi tulang baru karena yang sebelumnya benar-benar dibuat hancur oleh Si keparat merah itu.
Sang pelaku tengah duduk di belakang, masih mengenakan jubah tidur yang sama, penuh darah kering di ujungnya. Menyilangkan kaki pada pinggiran sofa, sedikit bersandar ke samping sambil berpangku dagu pada punggung jemari dan tangan kanan mengetuk-ngetuk paha dari kakinya yang di bawah. Dalam kegelapan sekembar netra hijau ini membara melebihi panas perapian, tengah mengunci; menelan habis punggung Jungkook yang membelakanginya.
Taehyung dapat mendeskripsikan secara pasti bagaimana tubuh itu tampak menyenangkan untuk dilihat, bahkan dari belakang, bahu tegap serta ruas di otot-otot kering yang menonjol pada kulit poreselen ini tampak sempurna menyertai otot paha dan kaki jenjangnya.
Perlahan Sang Pangeran membangkitkan tubuh, beranjak dari duduk untuk mendekat; "Itu telah tereregenerasi hampir sepenuhnya," berhenti tepat di sebelah.
"Tutup mulutmu," Jungkook menimpal cepat, amarah tergambar lewat intonasi dan sorot mata ke perapian, bahkan enggan menoleh; "Kau tidak tau ...," rahangnya mengencang, "... sebesar apa keinginanku untuk membunuhmu saat ini."
Mendengar ancaman tersebut Taehyung justru terkekeh pelan; "Tentu, aku tau," jeda, "... dan aku juga tau sebesar apapun kau menginginkannya, itu satu-satunya mimpi yang takkan bisa kau wujudkan."
Tak memiliki jawab, Jungkook memilih diam, menelan segala emosi serta luapan amarah. Enggan mengakui apabila perkataan bajingan ini benar, namun, dirinya tidak mampu menyangkal sama sekali.
"Lagi pula ini kesalahanmu," Taehyung menggulung kedua tangan seraya menatap perapian yang sama, "Jika saja dari awal kau menurut, aku tidak perlu bertindak sejauh itu."
Jungkook masih bungkam, bukan karena ingin mendengarkan, hanya saja dirinya benar-benar muak. Tetapi Sang Pangeran Neraka tampak santai seolah tak bersalah dan merasa benar atas hal mengerikan yang baru saja terjadi.
Taehyung menunduk mengalihkan pandang, sejenak terdiam lalu melepas tangan kanan dari gulungannya, meraih jemari Jungkook yang menggantung lemah, menuntunnya lembut untuk memperhatikan lebih dekat luka menganga di lengan itu.
Sel dari daging yang terkoyak terus berkedut bagai cacing-cacing kecil, berusaha keras menciptakan jaringan baru dan memperbaiki lapisan kulit yang hancur.
"Mengapa regenerasimu cukup lama kali ini?"
Kesal, Jungkook menepis keras hingga sentuhan Taehyung terlepas, menoleh lewat sorot setajam pedang; "Jangan sok berpikir dan berpura-pura peduli."
KAMU SEDANG MEMBACA
YaGook Academy
Fantasi[ mitologi!AU, fantasy!AU ] Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot. d...
