081 : Katastrophe.

656 150 396
                                        




300 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, love me not; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Tikungan di ujung koridor semestinya membawa langkah Taehyung menemui lorong pendek tempat pintu darurat berada, namun, yang ia dapati justru portal air dengan gelombang biru cerah melingkar dan bagian tengah segelap perairan samudera.

Keragu-raguan, rasa takut, gusar—tidak lah cocok bagi Sang pewaris Neraka, maka ia melangkah masuk ke dalam sana menciptakan buih mendidih dari perairan yang menelan api seiring raganya kian tenggelam.

.

.

Melewati portal, kini Taehyung menelaah ruangan, bukan tempat besar dan ia tau bahwa ini hanyalah domain sihir yang diciptakan singkat namun dinding-dindingnya terbalut Barikade Samudera yang kokoh.

Mengabaikan Sang putra Poseidon yang membelakangi, ia mengangkat sebelah tangan sekedar memperhatikan telapak, menggenggam, membuka, menggenggam lagi lalu membuka perlahan.

Membuatnya menyadari apabila barikade ini menjadikan energi nadi yang tengah rentan menjadi semakin tipis.

"Kau terlihat kurang sehat."

Suara itu mengalun menarik atensi, Taehyung menengadah sekedar melihat dengan sangat-sangat tak tertarik pada Mingyu yang menunduk memperhatikan sisi kanan, menyandarkan paha ke ujung meja, menyangga lurus tangan kiri sementara tangan lain menuang vodka yang keluar dari telapak tangannya ke gelas sloki.

Taehyung bergerak ke arah lain, memperhatikan lebih dekat rak-rak berisi permata kecil; "Ya, cukup untuk mengimbangimu."

Kala setengah gelas telah terisi, Mingyu membawanya dan mendekati Si putra Hades, berdiri di sebelah untuk memperhatikan hal yang sama seraya memberikan gelas tersebut; "Apa yang terjadi?"

Taehyung enggan menjawab, tidak pula menerima minuman yang diberi, menjadikan Mingyu mengendik santai lalu menyesap sendiri isi gelas ini.

"Kenapa mengundangku tiba-tiba?" sekembar netra hijau terperi hampa menatap kemilap permata sedangkan nadanya tetap datar, "Aku akan mengambil bayaran yang pantas jika ini tidak menarik."

Mingyu menunduk, mengembuskan tawa remeh dari rasa tertarik, gelas sloki masih mengambang dalam genggaman lalu mengangkat wajahnya lagi sekedar menoleh memperhatikan sisi wajah Si putra Hades, "Jangan terlalu serakah hanya karena meluangkan sedikit waktu," kala Taehyung turut menyatukan atensi mereka dengan raut dingin Mingyu mengulas senyum tipis, "Tenang saja ... kau takkan menyesal menerima undangan ini, saudaraku."




●●●

"Hai."

Deg.

Degub jantung Jungkook seolah menggema di telinganya sendiri, keterkejutan nyata merajai atas kesadaran apabila ia dikepung dua Demigod sekaligus.

YaGook AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang