078 : Sempre un amabile.

5.9K 332 840
                                        




500 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, supernatural; typo; pengulangan kata.
[!] nsfw.

;:;:;:;

Terik mentari bersinar cerah di daratan Britania, menyinari beragam aktivitas termasuk Sang Pangeran Neraka yang menepikan mobil ke parking lot toko dessert.

"Ambil sepuasmu, tapi tidak boleh dimakan sekaligus," ia mematikan mesin, melepas sabuk pengaman lalu berpaling membukakan belt yang melintang di raga Si Werewolf, "Tidak bagus mengonsumsi gula terlalu banyak."

Dengan mata bulat berbinar-binar menyaingi cerah matahari, Jungkook membalas tanpa melepas atensi ke toko kue; "Suka-suka aku."

Taehyung selesai melepas sabuk, "Coba saja, biar ku buang semuanya," kembali mundur sekedar bersiap sebentar dan turun dari mobil.

Jungkook melirik dari ujung mata seraya mencibir, tidak memiliki ketertarikan menjadi princess, ia segera turun tanpa berharap dibukakan pintu oleh bedebah itu.

Meregangkan badan sejenak, Jungkook pun tak mempunyai niat menunggu atau sekedar berdampingan, justru melangkah lebih dulu; riang hati memasukan kedua tangan ke saku celana seraya meninggalkan Taehyung yang berjalan santai di belakang.

.

.

Jungkook bahkan tidak perlu repot-repot memilih.

Tidak pula mempertimbangkan label harga pada seluruh makanan penutup di toko ini.

Apa yang menurutnya menarik, ia ambil. Apa yang terlihat menggiurkan, ia ambil. Apa yang baru pertama kali dilihat, ia ambil. Apa yang tak pernah dicoba, ia ambil.

Dirinya mengambil apapun. Apapun.

"Oh! Yang ini jelek sekali," mata bulatnya melirik jengkel pada kue berbentuk beruang dengan motif macan berwarna merah, "... entah kenapa mengingatkanku pada sesuatu," kening bahkan berkerut. Ada hening sebentar hingga ia mengendik, tetap mengambil kue tersebut tiga potong menggunakan capit, meletakkan pada nampan ke enam yang dirinya pegang pakai tangan lain. Lima nampan sisanya telah berjejer di meja kasir.

"Sudah," Taehyung akhirnya buka suara, semenjak awal hanya mengikuti; "Apa yang kubilang sebelumnya tentang tidak boleh menghabiskan sekaligus?" ia mengambil capit dari tangan Si Werewolf, "Kadaluarsa dessert tidak terlalu lama, kau butuh jeda untuk memakan semuanya. Sudahi dulu, kita bisa membelinya lagi kalau sudah habis."

Jungkook menoleh ke belakang, merengut, ekspresi berubah kesal bukan main kala menunduk dan menatap tajam ke atas dari netra bulatnya; "Diam. Semua ini bahkan belum sebanding dengan rasa kesalku," segera merampas balik capit itu, melengos, menghentakkan kaki kala melenggang. Kembali mengambil sebungkus dessert, "Bajingan yang menghancurkan tanganku sama sekali tak berhak memberi nasihat kesehatan."

YaGook AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang