079 : Il est au diable.

4.1K 261 536
                                        




happy jungkook dayyy

500 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, mary on a cross; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Senja di ibu kota negara bagian selatan, gerak dari sepatu hak tinggi menyusuri anak tangga, mengikuti pantofel hitam yang berjalan lurus dengan hentakan tegas sementara di paling belakang sandal jerami yang melilit betis pucat dengan simpul menyerupai sayap menyusul mereka pelan-pelan.

Menuruni tiap batu, menggapai kegelapan hingga menjejaki lorong berpencahayaan minim. 

Akhir dari langkah mereka adalah jalur buntu dengan bebatuan rapi.

"Rispetta, questo è Namjoon, il miglior figlio di Ares," (Berilah hormat, ini adalah Namjoon, putra terbaik Ares) kala lelaki bersepatu pantofel merapalkannya, dinding batu itu bergetar.

Menghadapi situasi tersebut wanita di belakang Sang lelaki ikut berucap; "Rispetta, questa è Anais, la miglior figlia di Athena." (Berilah hormat, ini adalah Anais, putri terbaik Athena)

Guncangan semakin kuat, bebatuan bergesek-gesek mengeluarkan debu dan reruntuhan berserpih.

Akhirnya pemilik sandal jerami tiba di sisi lalu menghentikan langkahnya yang luar biasa lamban, "Rispetta, questo è Jihoon, il miglior figlio di Hermes," (Berilah hormat, ini adalah Jihoon, putra terbaik Hermes) suara itu lembut sekali, nyaris berbisik.

Maka tak ada kerikil baru yang berjatuhan seirama batu-batu berhenti berguncang, disusul gema nyaring berkumandang kala cahaya terang memancarkan sinar dari celah bebatuan. Muncul pada tiap-tiap celah, semakin banyak dan datang bagai jarum raksasa, membesar hingga seluruh lorong terbiaskan benderang. 

Namjoon, Anais serta Jihoon melangkah masuk ke cahaya, membiarkan raga mereka tertelan sekedar membuka sebuah pintu kayu yang muncul di tengah tembok, bagai kilat, cahaya ini pun padam ketika ketiganya membuka pintu itu. Menyisakan lorong kembali diselimuti gulita dengan bebatuan rapat.

.

.

.

Sebuah meja Dekagon hampir terisi penuh mengelilingi permata suci yang memunculkan kabut kehidupan, ada empat kursi kosong, tiga di antaranya adalah milik mereka yang baru saja tiba sementara satu lainnya milik Sang Putra Poseidon. Sosok tersebut memilih duduk di sudut ruang, terlelap sambil menggulung kedua tangan menunjukkan bahwa ia sungguh bosan akan perkumpulan ini.

"Wah! Tiba lah para Cendikiawan!" suara tersebut terpapar dari Park Jinyoung, Sang putra Hefaistos dengan vokal nyaring dan mencemooh.

Sejatinya seluruh netra telah mengunci mereka sedari pintu terbuka, namun karena sambutan tadi kekeh ringkas segera bersahut-sahut, menunjukkan bagaimana entitas di ruangan ini tak saling menghormati satu sama lain.

YaGook AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang