BRAK!
"Maaf tuan tuan"
Seseorang tiba tiba mendobrak pintu ruangan dan mengejutkan kelima pria berpakaian rapi di dalam.
"Hei! Apa yang kau lakukan?!" Bentaknya pada JongMin yang menarik salah satu laci tanpa permisi.
"Hanya mencari sesuatu, tenanglah disana selagi aku berusaha untuk..."
Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!!
Lima orang itu tergeletak tidak bernyawa setelah rentetan bunyi tembakan di belakang mereka.
JongMin mengangkat kedua tangannya. "Kau kalah cepat dariku"
Seseorang berpakaian serba hitam dengan masker itu, menodongkan ujung pistol padanya sembari meraba seluruh tubuhnya.
"Hei, hei, watch out man, kau punya sendiri, jangan menyentuh milikku"
Orang itu tidak memperdulikan perkatannya. Dia meraba bagian dalam jaket Jongmin dan akhirnya mendapatkan sebuah flashdisk.
"Shit" Umpatnya dalam hati.
Sekian detik berikutnya, Jongmin merebut pistol itu dan mengarahkan balik pada orang di depannya.
"Tanganmu terlalu kecil untuk memegang senjata. Jadi kembalikan benda itu sebelum aku merebutnya sendiri"
"...."
Dia menatap ke bawah sekilas. "Ahh, tubuhmu terlalu pendek hingga mengenakan hak. Dude, sebagai laki laki setidaknya terimalah tinggi badanmu yang seperti in..."
"Kau pria paling cerewet yang pernah kutemui"
Jongmin mengernyit mendengar suaranya. "Kau..."
Belum sampai dia selesai berkata, orang itu sudah menendang lengannya hingga pistol itu terlepas dan membuatnya terjungkal kebelakang dengan tendangan kedua.
Brak!
"Aw, YAK!" Jongmin bangkit kembali dan mengejarnya.
"Kau mau kemana hah?!" Jarinya berhasil meraih ujung topi hitam tersebut. Membuat rambut panjangnya segera tergerai akibat terlepasnya penutup kepala.
"Brengsek!" JongMin kembali mengumpat saat wanita itu berhasil kabur bersama seseorang yang ternyata sudah menunggu di dalam mobil.
"Nde Tuan?" Sahut seseorang diujung panggilan ponselnya.
"Aku akan mengirimkan nomor plat mobil dan temukan pemiliknya segera"
"Nde"
"GunJo, MiDan... lalu, siapa wanita itu?"
*•*•*•*•*•*
Meow
Leo mendatangi pemiliknya yang tengah menyiram tanaman di taman belakang.
"Bukankah taman ini sangat indah?"
Seohyun menatap puas dengan hasil kerja kerasnya selama beberapa hari ini, dibantu dengan Tuan Kim, hingga akhirnya dia bisa membawa kehidupan lagi ke dalam taman tidak terawat itu.
"Aku tidak tau apa yang kulakukan ini benar"
Tatapan matanya berubah sendu. "Aku menata semuanya seakan benar benar tinggal disini, padahal semua yang kulakukan pasti akan berakhir saat dia tidak memerlukanku lagi"
Hatinya kembali pilu mengingat perannya yang tidak lebih dari suatu barang yang nilainya bisa habis kapan saja dan akhirnya akan dibuang.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Suara berat itu menyadarkan lamunannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Rose
Fiksi PenggemarSeohyun, wanita cantik yang hidup berdua dengan ibu tirinya. Suatu hal terjadi dan ibunya terancam akan kehilangan semuanya, hingga seseorang menawarkan bantuan dengan sebuah syarat. Syarat yang mengharuskan Seohyun berakhir di tangan seorang pria t...
