SEPARATE

13K 1.1K 37
                                        

LISA POV.

Aku melajukan mobil dengan cepat dan sesegera mungkin keluar dari kota ini. Aku dan Jennie harus menghilang sementara. Sebelum pergi jisoo berkata bahwa ia akan meninggalkan tablet dan alat komunikasi rahasia yang telah ia buatkan untukku dan jisoo agar kami mudah berkomunikasi terlebih jam tangan yang kita berempat pakai memudahkan kita untuk saling mengetahui posisi masing masing. Kemana aku harus membawa ratuku ini, apa dia bisa bertahan dengan kehidupan jalanan seperti ini.

" Sayang mengapa kita meninggalkan mereka, bukankah itu bahaya ". Jennie panik.

" Perintah sayang !! Ini perintah ayahku ! Kau tau jisoo adalah jenius ITE dia pasti dibutuhkan untuk mempermudah urusan ku, dia harus fokus, untuk bagian lapangan itu adalah keahlian ku, jangan khawatir kita adalah ahli pada bidang nya,jisoo dan chaeng harus 100% aman dan dijauhkan dari kita agar mereka tidak ikut diburu ". Jelasku.

" Dari kita ? Aku rasa mereka harus dijauhkan dariku agar mereka tidak diburu ! ". Sedih Jennie.

Aku melihat iba terhadap Jennie ku. Ya memang jisoo dan Chaeng harus dijauhkan dari Jennie. Agar jisoo bisa dengan teliti mengerjakan porsi nya.

" Apa kau juga diperintahkan untuk menjauhiku oleh ayah mu ? Agar kau selamat ? ". Sedih Jennie.

" Aku diperintahkan untuk terus menjagamu sampai pelacakan yang di lakukan Jisoo berhasil ". Jawabku.

" Setelah jisoo berhasil kau berarti akan meninggalkan ku ? ". Tanya Jennie pesimis.

" Kenapa bertanya seperti itu ? Setelah jisoo berhasil melacak dan mengetahui siapa penjahat itu, dia akan menghampiri ku dan pada akhirnya aku akan menangkap pelaku itu !! Itu tugasku dari awal sayang ". Jelasku pada jennie.

Jennie terdiam sekejap...

" Beristirahat lah sayang setelah sampai nanti aku akan membangun kan mu ". Seru Lisa.

" Kita akan kemana ? ". Tanya Jennie lagi.

" Daejeon sementara !! " Jawabku.

Beberapa jam aku berkendara aku tiba di apartemen kecil yang kumuh tempat dimana aku dan Jennie akan tinggal sementara disana. Tempat itu tersembunyi dan berada dilingkungan yang sedikit kumuh, sebelum aku sampai disini aku sudah berputar putar dan mencari cari rumah sewa, hanya ini sementara. Aku harap Jennie akan bertahan, karna jika kita menginap di hotel dan lainnya aku pastikan kita akan tercium dan terlacak. Hanya ini jalan satu satunya,   aku melihat ratu kesayangan ku ini sedang tertidur kelelahan harinya sangat berat, dan kencan pertama kami begitu berantakan. Dia memakai jaket ku seharian bajunya tipis dan kita sama sekali tidak membawa baju ganti. Besok aku akan membeli semua kebutuhannya. Kasian kesayangan ku, aku menatap nya terus dan pada akhirnya aku membangunkannya.

" Sayang... Bangunlah kita sudah sampai ". Kataku.

Jennie terbangun dari tidurnya. Dan menatap ku.

" Kita dimana ? ". Tanyanya sambil melihat sekitar.

" Apartemen baru ! Sementara !! ". Senyumku.

Aku dan Jennie keluar dari mobil dan masuk ke apartement kita yang baru. Raut wajah Jennie tampak kurang senang, kemewahan yang selama ini dia terima harus tergantikan oleh tempat yang kumuh di pinggiran kota seperti ini, aku sangat mengerti dengan reaksinya.

" Jangan berfikiran kita akan tinggal di hotel mewah atau semacamnya, kita bukan liburan sayang ! Hanya ini yang paling aman untuk kita sementara ". Senyumku padanya.

" sedikit sesak ! Namun aku akan beradaptasi.. asalkan denganmu itu sudah cukup untukku ". Jawab Jennie dengan gummy smile nya.

" Makan lah dulu... Sebelum sampai aku membeli makanan untuk kita, walaupun kita seperti ini sekarang tapi kesehatan mu tetap no satu ! ". Kataku sambil menyiapkan makan malam kita yang sudah terlalu larut.

MY SAVIOUR  (JENLISA) CompleteCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang