MY SACRIFICE

12K 1K 15
                                        

LISA POV.

Aku berhasil berada di level 25. Lima level lagi aku akan mendapatkan 400 juta.

" Lisa.. come on menyerahlah, wajahmu sudah babak belur seperti itu kau bisa mati !!!! ". Seru Byul.

" Tinggal sedikit lagi eonni, yang aku perlukan hanya menghajar nya saja !! ". Kataku.

" Kau sudah sempoyongan seperti ini !!! ". Marah Byul.

Pertarungan ke 26 dimulai lagi semua penonton disana menutup mulut ternganga melihat kemampuan ku.

" Wanita seperti apa dia ??? Dia seperti monster !!! ". Seru para penonton disana.

Nafasku mulai terengah engah dengan susah payah aku mengalahkan mereka dan kini pertarungan ku sudah yang ke 29 aku tinggal melawan satu orang lagi dihadapan ku.

Kesadaran ku mulai menipis wajahku penuh dengan lebam dan darah yang aku keluarkan. Dengan nafas yang berat aku duduk beristirahat dan bersiap untuk pertarungan selanjutnya.

" Lisa...Lisa kau masih sadar !! ". Kata byul sambil melambai lambai kan tangannya tepat di depan mukaku.

" Jangan menyuruh ku berhenti Byul eonni !! ". Kataku dengan lemas.

" Ini satu pertandingan lagi, lihatlah wajahmu, matamu bahkan tidak terbuka dengan jelas kepalamu banyak mengeluarkan darah dan sekujur tubuhmu dipenuhi oleh memar !! ". Teriak nya.

" Yah aku tau... Aku butuh dipping eonni ! ". Kataku.

" Dopping apa !!! Apa kau memakai obat obatan terlarang ?? " Katanya.

" No.. aku butuh ciuman Jennie !! ". Kataku.

" Kau pulang dengan keadaan seperti ini bisa bisa aku dibunuhnya haaaahh aku stress !! ". Byul menepuk jidatnya.

Kini pertarungan terakhir yang akan mencatat sejarah di dunia pertarungan jalanan telah dimulai. Aku berdiri menghadapi petarung terakhir disana.

Tanpa basa basi di menendang wajahku. Tubuhku terpelanting terbang memutar dan jatuh kebawah mulutku mengeluarkan darah yang banyak. Dia membangun ku dan menendang lagu perutku, ya sudah jelas.. aku memuntahkan darah lagi.

Wasit disana melihat keadaan ku yang tidak berkutik lemas. Dengan nafas yang berat dan rasa sakit  yang menerpa tubuhku aku mulai kehilangan kesadaran ku. Aku masih menolak untuk kalah. Aku mengingat wajah Jennie yang tersenyum, menangis dan semua ekspresi yang hanya dia utarakan dihadapanku. Aku tidak boleh kalah aku tidak boleh menyerah.

" Jennie... " Lirihku yang terkapar.

Wasit menghitung mundur untuk memastikan kekalahan ku.

Aku tidak akan pernah kalah untuk memperjuangkan kebahagiaan mu, jika aku kalah hari ini berarti aku tidak akan mampu menghadapi snake head nanti ! Hitungan hampir habis.
Aku mengumpulkan semua kekuatan ku untuk menghadapi nya.aku bangkit dan semua orang bersorak untuk kebangkitan ku.

Aku melihat petarung ke 30 itu.

" let's finish this ". Kataku sambil memasanga kuda kuda ku.

Dia berlari ke arahku dan melemparkan pukulan pukulannya yang aku bisa hindari. Aku terus menghindar sambil mengumpulkan tenaga ku kembali. Aku mendengar teriakan Byul yang keras menyemangati ku. Aku melihat celah dari pertahanan nya. Dengan cepat aku memukul pinggir perutnya dan menjepit tangan kanannya dengan tangan dan badanku. Aku terus memukul dan menendang titik titik vitalnya " Trakk !!! ". Ku patahkan tangan kanan tanpa ampun karna dia pun telah menghajar ku tanpa ampun dengan tangan kotornya. Aku menendang belakang lututnya sampai dia berlutut dan akupun berbalik kebelakang dan mengambil lehernya. Aku menjepit lehernya bermaksud aku patahkan.

MY SAVIOUR  (JENLISA) CompleteCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang