AUTHOR POV.
Lisa parkir di depan rumah Jennie. Dia kemudian membuka mobil dan menggendong Jennie yang pingsan. Lisa sudah sangat hafal jelas dengan security system yang dipasang oleh Jisoo dirumah Jennie, karena Jisoo dan lisa sendiri yang memasang nya jadi lisa sangat tahu benar jalur evakuasi yang sudah lisa buat kalo kalo keluarga Jennie dan ellea kim diserang musuh. Dia berjalan dengan berhati agar tidak satupun guard dari markas besar tahu akan kehadirannya, apalagi Jisoo dan Chaeng. Dan supaya Jennie tidak terbangun lisa harus bergerak cepat. Lisa sudah berada di kamar Jennie yang luas. Dia menghela nafas berat mengingat semua kenangan disana bersama Jennie. Lisa harus cepat, ia kemudian membaringkan tubuh jennie di ranjang dan memeriksa tengkuk Jennie yang terkena pukulan sampai ia pingsan tadi. Beruntung jennie hanya memar lisa kemudian mengambil kotak p3k di kamar itu dan mengoles obat memar dan sakit di tengkuk Jennie. Setelah itu selesai Lisa melihat wajah Jennie dan mengelus rambutnya perlahan agar jennie tidak terbangun.
" Kau sangat kurus dan pucat.. mengapa kau seperti ini ? Berbahagialah jalani lah hidup mu dengan nyaman.. tugas baru ku adalah untuk melindungimu dari kejauhan karena markas besar tidak mau aku menghilang dari tugas melindungi mu. termasuk Mommy dan daddy. Tapi karena keinginan mu aku pergi, maka aku ditugaskan untuk terus melindungimu tanpa kau ketahui. Berbahagialah saat aku tak ada Jennie ! Makanlah yang cukup sehatlah, saranghae Jennie.. cinta ini masih tetap ada bahkan membesar setiap harinya meskipun kali ini kau sudah membenci ku ". Seru lisa sambil menitikkan air matanya.
Lisa kemudian pergi meninggalkan Jennie tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Lisa keluar dari eumah dengan mengendap endap.. ketika dia berada di halaman belakang rumah Jennie tiba tiba.
" It's hard to believe ! It's you lisa ? ". Seseorang mengetahui kehadiran lisa, lisa kemudian berbalik ke arah suara tersebut.
" Jisoo... ". lisa kaget.
" Jadi tugas apa yang diberikan daddy dan markas besar ? ". Serius Jisoo.
" Tugas ku masih sama Jisoo, hanya saja tanpa sepengetahuan Jennie ". Jawab Lisa.
" So... Apakah aku masih partner mu ? ". Tanya jisoo lagi
Lisa tersenyum sambil menitikkan air matanya.
" Off course !! ". Seru lisa tersenyum sambil melangkah memeluk jisoo.
" Ku kira aku tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi ". Seru jisoo sambil memeluk lisa dengan penuh haru dan rindu.
" Maafkan aku jisoo... Jisoo don't tell Jennie ". Pinta Lisa.
" Tapi kau mempunyai hutang penjelasan padaku, jelaskan tentang ini semua dan ada apa dengan jennie malam ini ? ". Seru Jisoo memperingatkan.
" Besok malam kita bertemu, aku akan menghubungi mu, tentang jennie kau bisa tanyakan padanya, tapi jangan pernah katakan lagi tentangku padanya, aku yakin dia akan menolak nya nanti. Itu bahaya untuknya ". Seru Lisa.
" Jennie tidak seperti yang kau bayangkan lisa ". Jawab jisoo.
Lisa hanya tersenyum mendengar nya.
" Mmm aku hanya berusaha menghormati keinginan nya jisoo, by the way.. mengapa kau bisa tahu aku disini ? ". Tanya Lisa.
" Ini area ku... Sebaik baiknya kau bersembunyi tidak ada yang bisa menembus security system ku ". Seru Jisoo.
" Akh.. ya aku ceroboh. Aku pergi dulu Jisoo. Aku harus mengembalikan Amber ". Kata lisa akan beranjak.
" Apa kau menghajar amber karena pergi bersama Jennie ? ". Tanya jisoo.
" Jennie bukan hak ku lagi... Kami berdua sudah tidak ada hubungan apapun... Besok aku akan menghubungi mu aku janji, akan aku jelaskan semuanya. Aku pergi dulu Jisoo dan ingat datanglah sendirian.. ". Seru Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SAVIOUR (JENLISA) Complete
FanfictionLisa adalah anak dari seorang agen rahasia yang terhebat sekaligus pembunuh rahasia milik negara bernama Marco Bruschweiler. Lisa manoban adalah anak satu satunya dan hidup sendirian tanpa tau ibunya siapa, ayahnya seperti hantu. mereka berkomunikas...
