LISA POV.
Jennie hari ini sidang, semua dosennya datang ke rumah nya yang seperti istana ini. Sebelum masuk, dosen yang akan memasuki rumah benar benar di check body. Agar Jennie selalu aman dan jauh dari marabahaya. Semua dosen itu membungkuk padaku, mungkin karena gelar ku dan semua tahu apa yang sudah aku perbuat untuk melindungi Jennie. Jennie melihat dari kejauhan dan memberikan senyuman manisnya padaku.
Aku menghampiri nya setelah menjamu dosen dosen Jennie dan membiarkan mereka makan siang terlebih dahulu sebelum memulai semuanya.
" Honey... Apa kau tegang ? Tenang saja.. aku tahu kau pintar, tidak perlu susah kau pasti menyelesaikan semuanya dengan baik ". Kataku sambil mengaitkan rambutnya ke kuping nya.
" Sebaliknya... Mengapa kau terlihat begitu tegang dan selalu membuat ekspresi wajah yang serius ? ". Manja Jennie sambil memainkan kemeja putih ku.
" I'm fine... ". Senyumku.
" Jangan terlalu ketat memberi penjagaan untukku, sampai dosen dan siapapun yang masuk ke rumah sampai harus di geledah, situasi bukannya sudah aman kan, sudah tidak ada apa apa lagi ". Lirih Jennie tetap dengan kemanjaannya padaku.
Aku sangat merasa bersalah dan kasian mendengar perkataan nya. Bukan aman, tapi akan ada bahaya yang lebih besar di depan sana, yang aku pun tak tahu apa aku bisa melindungi nya. Aku tak mungkin mengatakan nya, itu pasti akan membuat nya sangat ketakutan. Aku tersenyum, tersenyum dengan beban yang berat, bahkan akhir akhir ini tidur ku tidak nyenyak, nafasku terasa berat. Ya tuhan... Semoga aku bisa melindungi nya, kan aku tukarkan nyawaku hanya untuk kebahagiaan dan keamanan nya. Lindungi lah dia dengan segala kekuatan mu Tuhan. Aku mohon dengan sangat !
" Honey are you oke ? ". Tanya Jennie lembut.
" Ya.. I'm oke and Everything will be ok ! Bersiaplah sebentar lagi sidang mu akan dimulai aku sudah menyiapkan semua yang kau butuhkan ". Senyum berat ku.
" I need you ". Manja gemas Jennie.
" I need you too... Always ". Jawabku menepuk kepalanya halus.
Jennie memeluk ku tanpa berbicara.
" Kenapa aku begitu sedih dan takut... ". Seru Jennie.
" Fighting honey... Fighting ". Jawabku mendekapnya.
" Ini bukan tentang sidang... Suasana hatiku begitu buruk.. seperti... ". Seru Jennie.
" Jangan berpikiran buruk... Bukannya setelah wisuda kita akan menikah dan menjalani kehidupan normal ? ". Kataku memotong.
Jennie tersenyum kemudian...
" Fighting... ". Senyum Jennie mulai semangat.
Kemudian satu agen mengabari bahwa dosen dosen Jennie sudah bersiap diruangan.
" Okay... Go ! Good luck honey ". Semangat ku padanya.
Jennie tersenyum dan masuk ke ruangan di rumahnya untuk menjalani sidang.
Aku menghela nafas berat, aku kemudian duduk di depan pintu ruangan dimana Jennie sedang melakukan sidang.
Beberapa jam berlalu. Aku sama sekali tidak bergerak dari tempat duduk ku, pikiran ku terus berkecamuk. Jantungku terus berdegup kencang, James Smith cepatlah keluar dan aku akan membunuhmu. Demi tuhan aku akan membunuhmu !!! Aku terus menggumam seperti itu dalam hati, sampai Jennie akhirnya selesai sidang dan menghampiri ku.
" Bagaimana ??". Tanyaku.
" Sangat mudah ". Senyum Jennie.
" Smart girl.... Cool. Tunggu disini aku akan berbicara pada dosen dosen mu ". Kataku.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SAVIOUR (JENLISA) Complete
FanfictionLisa adalah anak dari seorang agen rahasia yang terhebat sekaligus pembunuh rahasia milik negara bernama Marco Bruschweiler. Lisa manoban adalah anak satu satunya dan hidup sendirian tanpa tau ibunya siapa, ayahnya seperti hantu. mereka berkomunikas...
