TRAVELERS

10.4K 913 17
                                        

LISA POV.

Situasi hati Jennie sangat depresi hari tadi, dia marah marah padaku karna shock ketika ia dan aku dalam bahaya juga ketika aku mengobati luka tembak ku sendiri dan yang paling membuat nya marah adalah karna aku tidak mempedulikan diri ku sendiri. Emosi nya naik turun dan sangat tidak stabil, aku mengerti kondisi hatinya dan aku memang satu satunya orang yang harus paling mengerti situasi dan kondisi hati, otak juga pemikiran nya yang dia butuhkan sebenarnya kasih sayang, rasa aman juga ketenangan. Aku berusaha untuk terus membuatnya seperti itu. Malam ini kami sedang barbeque dan minum, apapun yang dia inginkan aku akan melakukan nya. Di tengah makan malam kami yang ditemani angin malam, suara desiran ombak, pasir yang menjadi tempat duduk kami, juga temaram hangat api unggun sebagai penerangan, penghangat juga alat masak kami aku duduk berdekatan dengan Jennie yang menyenderkan kepalanya ke bahuku.

" Sayang... Maaf aku tadi marah marah padamu ". Celetuk Jennie.

" Kau marah padaku... Karena kau sayang padaku, percayalah aku sama sekali tidak keberatan akan hal itu ". Jawabku.

" Berapa ratus kali kah aku harus berterima kasih padamu ? Kau selalu berbuat sesuatu yang selalu bermanfaat dan selalu menyenangkan ku ". Seru Jennie.

" Mengapa kau harus selalu berkata terima kasih padaku ? Seolah yang ku perbuat untukmu itu adalah hutang yang harus kau bayar ? ". Protesku.

" Karena tidak akan ada lagi perempuan seperti mu, yang melakukan banyak hal untukku ". Jawab Jennie sambil memandang lembut wajahku.

" Then... don't ever leave me ! Jangan pernah tinggalkan aku.. hanya itu yang aku mau !! ". Seru ku menatapnya juga.

" Aku tidak akan pernah meninggalkan mu aku berjanji !! Apa kau akan meninggalkan ku nanti ? ". Tanya Jennie.

" Aku tidak akan pernah apapun situasinya, sampai matipun aku tidak akan meninggalkan mu ". Seru ku.

" Ssstttt.... ". Jennie menempelkan telunjuknya di bibirku.

Aku terdiam melihat apa yang dia lakukan padaku.

" Jangan berbicara kematian... Karna hanya itu yang aku takutkan sekarang, aku takut kita dipisahkan oleh kematian ". Jawab Jennie sedih.

" Suatu saat kita akan berpisah oleh kematian... Tapi disaat kita menua. Itu adalah suatu kepastian yang dijanjikan Tuhan. Biarkan Tuhan yang memisahkan kita dan mencabut nyawa kita, bukan para penjahat itu ".  Jawabku sambil memegang tangan Jennie.

" Ya... Itu lebih terasa adil daripada kita harus mati di tangan para penjahat itu ". Jawabnya lagi sambil berpaling dari wajahku.

" Mengapa kamu terlihat bersedih lagi ? ". Tanyaku sambil memegang dagu nya.

" Entah.. malam ini aku sangat menyukai nya, mobil yang kau dan Moonbyul eonni modifikasi ini benar benar membuatku senang dan bahagia, tapi perasaan ini begitu tak enak ". Jawabnya.

" Kenapa ? Apa yang bisa membuat mu kembali ceria seperti kemarin ? ". Tanyaku.

" Kau... Kau saja sudah cukup ! Tapi perasaan ini bukan perasaan yang aku fikir ini mudah untuk mengetahui nya, ada debaran yang tak menentu.. seolah ini dari masa lalu, tapi aku tak mengerti kenapa ? ". Jawabnya kebingungan.

" Sssttt... Sudahlah sayang jangan dipaksakan, kau harus mengistirahatkan pikiran mu, aku tahu kau shock dengan semua situasi ini dan aku akan mengobati semua kegundahan itu, apa situasi ini karena kau merindukan ibu mu ? Mau kita ke markas besar dan tengok ibu mu ? ". Tanyaku lembut.

" Tidak usah sayang... Biarkan dia istirahat dengan tenang, ya.. ini mungkin karena aku merindukan nya, tapi jika aku menghampiri nya dia akan berada dalam bahaya ". Katanya.

MY SAVIOUR  (JENLISA) CompleteCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang