OVER THINKING

8.1K 679 7
                                        

LISA POV.

Malam hari jisoo menyuruh ku untuk menemui nya di ruang kerja. Aku menghampirinya yang sedang sibuk mengutak atikan komputer dan menerima email penting dari markas besar.

" Malam Jisoo... ". Sapa ku.

" Malam lisa... Tolong aku memecahkan coding email yang di berikan markas besar padaku ". Suruh nya sambil matanya tetap mengarah ke komputer nya.

" Kenapa tidak kau saja ??? ". Tanyaku sedikit protes.

" Jangan hitung hitungan kita partner... Banyak yang aku harus aku kerjakan aku pusing sekali ". Seru Jisoo.

" Yeah... Akan ku lakukan ". Jawabku.

Beberapa jam kami melakukan pekerjaan berdua hingga kami pun selesai pada akhirnya.

" Sudah selesai Jisoo... Bacalah emailnya ". Seru ku padanya.

" Kau bisa bantu yang ini sekarang ? ". Pintanya lagi.

" Yang mana ?? ". Aku kemudian berdiri ke arah komputer nya.

" Tolong jagalah sebentar aku sedang mencadangkan data laporan kita, aku akan membuat hot coklat untuk kita sebentar ". Kata Jisoo yang berdiri dari duduknya dan berlalu.

Aku kemudian duduk di bangkunya, Dan memeriksa nya.

Jisoo kemudian membawa dua mug coklat panas untukku.

" Sudah selesai ? Minumlah dulu ". Katanya sambil memberikan hot coklat dan membaca email yang ku kerjakan coding nya tadi.

" Woooo lisa... Ada tugas baru yang harus kita kerjakan !! ". Seru Jisoo.

" Apa itu ??? ". Kataku.

" Kau harus membunuh ketua mafia yang kemarin berniat menyerang Jennie ". Seru Jisoo.

" Akh ya... Aku harus menyerbu markasnya kalo begitu ". Seruku.

" No... No.. bukan dengan cara itu ! Besok dia akan melakukan pertemuan di salah satu gedung disini, kau akan menembak nya dari jauh dengan sniper... Terlalu beresiko jika kau face to face dengannya, kau harus save power mu untuk James Smith, setidaknya itu yang mereka katakan disini ". Seru Jisoo.

" Oke... Katakan saja padaku apa yang harus aku lakukan dan kapan aku melakukannya ". Jawabku dingin.

" Besok malam... Wah aku lembur lagi, aku harus menyiapkan segala sesuatunya untuk mu ". Keluh Jisoo.

" Akan ku temani ". Jawab Lisa.

" Thanks... Mmm by the way, kau lesu sekali lisa, seperti sedang memikirkan sesuatu ". Tanya Jisoo.

" Aku tidak memikirkan apapun ". Jawabku.

" Jangan bohong !! ". Potong Jisoo.

Aku terdiam memang semenjak tadi aku terganggu oleh pemikiran pemikiran ku.

" Jika kau tidak mau membicarakan nya padaku it's oke ". Seru jisoo lagi.

" Tidak Jisoo... Bukan begitu, aku hanya banyak berfikir tentang apa yang harus aku lakukan setelah aku keluar dari pekerjaan ini nanti ". Jawabku.

" Kau ini pintar genius apa lagi ?? Dan pekerjaan apa yang kau tidak akan dapatkan nanti ? ". Serunya.

" Hmm.. but lihatlah Jennie ! Kau tahu lifestyle nya seperti apa... ". Jawabku.

" Ya aku tahu... ". Jawab jisoo.

" Sampai sekarang aku hidup berkecukupan, aku menerima penghasilan yang lebih dari cukup ditambah daddy selalu memberikan apa yang aku mau dan apa yang aku butuhkan, daddy selalu mencukupi kebutuhan ku bahkan lebih. But... Ketika aku menikahi Jennie nanti, aku dituntut untuk keluar dari pekerjaan ini dan tidak mungkin kan aku mengandalkan Daddy, aku harus bertanggungjawab atas Jennie ". Jawab ku pada Jisoo.

MY SAVIOUR  (JENLISA) CompleteCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang