Part 5

8.8K 400 0
                                        

Apalah dayaku yang cuman angin sepoi-sepoi
Dicari pas lagi gerah doang,
menyebalkan



Setelah perdebatan tadi akhirnya Razel memutuskan untuk membeli kalung berliontin permata.


Sedangkan Kara hanya menunggu Razel dengan bosan sambil terus menguap di area pojokan toko.


Kara melihat Razel memegang sebuah kalung mas putih sambil berbincang-bincang dengan pemilik toko.

Dalam hati Kara menggerutu tidak jelas, Jeslyn itu siapanya Razel sih? Sampai repot-repot membelikan sebuah kalung, pasti mahal pula.

Saat Kara menggerutu dia dapat melihat Razel berjalan ke arahnya,
Razel berhenti di depan Kara dan berucap. "Menurut lo ini bagus gak?" tanya Razel sambil memperlihatkan sebuah kalung di tangannya.

Kara memperhatikan kalung yang di tunjukan Razel kepadanya. "Bagus!" batin Kara di dalam hati.

Razel yang melihat Kara hanya diam sambil memperhatikan kalung tersebut berdecak, dengan tidak sabaran Razel kembali bertanya. "Gimana?"

Kara memutar bola matanya malas. "Ck, menurut gue kalungnya bagus," ucap Kara dan di angguki oleh Razel.

"Tapi... kalau kalungnya di pake wewe gombel, mana bagus?" lanjut Kara dengan gumaman yang hanya terdengar samar di telinga Razel.

"Apa?" tanya Razel bingung,
Kara hanya menggeleng tanda tidak ada apa-apa. Razel kembali mengangguk dan berlalu meninggalkan Kara lagi, menuju ke arah kasir di toko itu.

Kara menghembuskan napasnya tanda ia sedang bad mood, tak lama Razel sudah kembali dengan jinjingan di tangannya.


"Ayo!" ajak Razel dan berlalu meninggalkan Kara yang sedari tadi memasang wajah kesal.

Saat sedang berjalan tiba-tiba Kara teringat sesuatu, lalu Kara berjalan lebih cepat menyusul Razel yang ada di depannya.

Dengan kecepatan super Kara berhasil menyusul Razel dan menghentikan langkah Razel.

"Tunggu!" intrupsi Kara sambil merentangkan sebelah tangannya di depan Razel, membuat Razel mengernyit bingung.

"Anterin gue ke gramed dulu," ucap Kara dan membuat Razel mendengus.

"Ngapain?" tanya Razel. Pertanyaan bodoh pikir Kara.

Dengan kesal Kara berucap. "Jualan cilok!" membuat Razel kembali mengernyit heran.

"Ya beli buku lah ogeb!" lanjut Kara kesal.

"Gimana?" tanya Kara lagi memastikan bahwa cowok di hadapannya ini mau mengantarnya.

"Hm," Razel menjawab dengan deheman, membuat Kara langsung berbinar.


Keduanya kini sudah berada di Gramedia  yang ada di mall tersebut. Kara sibuk dengan memilih-milih novel dan Razel yang senantiasa mengekor di belakang gadis itu dengan bosan.


Sudah hampir 30 menit keduanya berada di Gramedia, tetapi Kara belum menemukan buku yang cocok untuk di belinya, hingga membuat Razel kian kesal.


"Lo dari tadi cuman baca sinopsisnya doang terus ditaro lagi?!" kesal Razel yang melihat Kara mengambil buku, setelah membaca sinopsisnya lalu dia taruh kembali, membuat Razel yang melihatnya dibuat jengah.

Kara yang sedang asik membaca sinopsis buku yang entah keberapa langsung mendongkak kala mendengar ucapan Razel.

"Lo mau beli? Atau cuman numpang baca?" sarkas Razel.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang