Razel mengepalkan tangannya ketika sekumpulan orang-orang mulai menggerubungi dirinya yang kini sudah menghentikan laju motornya.
Saat akan menuju base camp dirinya dihadang dan diajak berduel. Dengan malas Razel menerima tawaran tersebut.
Saat sudah turun, tiba-tiba banyak orang yang datang dan menghampirinya. Razel pikir akan melakukan one by one, tapi ternyata mereka akan main keroyokan.
"Segitu takut kalahnya lu? Sampe harus main keroyokan?" tanya Razel sinis pada orang yang bisa disebut ketua dari orang-orang itu.
Orang tersebut mengepalkan tangannya menggeram marah. "Takut? Sama bocah kayak lo?" tanya orang itu seperti mencemooh. Razel terkekeh sinis saat mendengarnya.
"Terus apa namanya SATRIA? Dengan lu bawa antek-antek lu ini, itu udah cukup buat lu disebut PE-NGE-CUT," ucap Razel dengan penuh penekanan diakhir kalimat.
Orang yang bernama Satria itu semakin tersulut emosi mendengarnya, begitupun dengan para antek-anteknya yang sudah akan maju menyerang. Namun, Satria menahannya membuat mereka mengurungkan niat.
"Oke gue akuin lo cukup pandai bermain kata-kata.Tapi harus lo tahu laki gak suka banyak bacot!" seru Satria lantang.
Razel menatap tajam Satria yang sedang terkekeh sinis. "Gue juga akuin kalo Laksa cukup selektif milih ketua," lanjut Satria sambil menilai Razel intens.
Razel membuang pandangannya sejenak, lalu kembali memfokuskan diri.
"Emang bener kata Laksa, lo itu seorang looser," ucap Razel meremehkan.
"Sialan!" teriak Satria sebelum maju menyerang. Razel yang tak siap langsung mendapat bogeman pada pipi kirinya dan termundur beberapa langkah.
Satria terkekeh sinis. "Mana kemampuan lo! Segitu aja hah? Lo cuman bisa bacot doang kek cewek!" teriak Satria.
Salah!
Satria salah! Karena sudah membangunkan aura gelap Razel.
Dengan sekali hentakan Razel menonjok Satria. Membuat Satria jatuh terlentang dengan sigap Razel menindih tubuh Satria dan menonjoknya dengan membabi buta.
Para antek-antek Satria tidak tinggal diam. Dengan sigap mereka maju dan menahan kedua lengan Razel yang sedang memukuli Satria tanpa ampun.
Razel berontak. Satria tersenyum miring melihatnya kemudian bangkit meskipun sedikit tertatih Satria tetap menghampiri Razel yang sedang dipegang oleh anak buahnya.
"Cih, keroyokan huh?" sinis Razel, Satria mengedikan bahunya lalu.
Bugh, Bugh, Bugh,
Satria memukul Razel tanpa ampun. Dengan sisa tenaganya Razel berusaha menghindar. Namun, sepertinya itu hanya sia-sia.
Saat akan kembali memukul. Tiba-tiba ada yang menepis tangan Satria kasar.
"Laksa," gumam Satria namun masih bisa didengar oleh Razel. Saat menoleh dapat dilihat anggota DF sudah ada disekitarnya.
Laksa menatap Satria tajam. Sedangkan Mateo cowok itu sudah berjalan mendekat pada Razel. Dengan beringas Mateo menonjok dua orang yang tadi memegang kedua lengan Razel. Mereka langsung jatuh tersungkur.
Razel membungkuk memegangi perutnya. Dengan sigap Mateo memegang Razel. "It's oke," ucap Razel sambil melepaskan rangkulan Mateo.
Mateo mengangguk lalu melihat ke arah Laksa yang sedang bersitatap tajam dengan Satria.
"Ketua DF sekarang gak ada apa-apanya LEMAH!" ucap Satria santai.
Laksa menatap Satria sengit. "Terus? Apa kabar sama burung lo itu huh?" tanya Laksa meremehkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Fiksi Remaja( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)