Saat ini tubuh Kara terasa berguncang, apa ada gempa? Pikir Kara dalam mata terpejamnya tak berminat membuka matanya barang sejenak karena rasanya terlalu malas.
Hingga samar-samar Kara mendengar beberapa suara yang memanggilnya.
"Woilah! Lo tidur atau mati hah?" terdengar teriakan murka seorang tepat di telinga Kara membuat sang empu menutup kupingnya merasa terganggu.
Melihat respon Kara yang masih setia menutup matanya membuat orang itu semakin geram.
"Wah, syialan nih bocah!" rutuk orang itu.
"Ra mending lo bangun deh, dari pada jadi samsaknya si Abel," sahut suara yang lain. Suara milik Shasa yang ikutan jengah dengan sang putri tidur.
Sekarang ini Abel, Shasa dan Echa sedang berada di UKS. Kenapa? Karena sahabat laknatnya yang bolos tak tahu waktu, sampai bel pulang berbunyi pun Kara tak menampakkan wajahnya. Membuat ketiganya sudah menunggu lama menanti cewek itu, tapi tetap saja batang hidung Kara masih tak terlihat, dan berakhir dengan ketiganya yang kelimpungan mencari keberadaan cewek itu karena di hubungi pun tak kunjung di angkat.
Sampai ada sebuah pesan masuk ke ponsel Echa, dari siapa? Pesan itu dari Bian sahabat Razel. Di pesan itu Bian memberitahukan bahwa Kara sedang berada di UKS. Alhasil ketiganya langsung bergegas pergi ke UKS, takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu. Namun apa yang mereka lihat tak sesuai dengan pikiran buruk mereka, ketiganya justru menemukan Kara yang sedang tertidur pulas sampai susah untuk di bangunkan seperti sekarang.
Mereka khawatir dengan Kara karena sudah di bawa pergi oleh Razel sampai tak ada kabar, takut jika terjadi apa-apa. Dan kalau pun sampai terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu, mereka berjanji tak segan-segan untuk menghajar cowok itu.
Sebenarnya ini adalah kesalahan mereka yang membiarkan sahabatnya di seret oleh Razel tanpa menghalanginya.
Kara masih asik dengan tidurnya tidak memperdulikan ketiga sahabatnya yang terus membangunkannya. Hingga terbesit ide jahil dari Abel.
Abel sangat tahu kelemahan Kara apa, jadi Abel tidak akan menyia-nyiakan itu.
"Beneran nih gak mau bangun?" tanya Abel dengan menatap Shasa dan Echa dengan penuh makna. Kara masih terpejam.
"Yaudah kalau lo gak mau bangun, lo lanjut tidur aja. Tapi jangan salahin kita kalau setelah kita pergi, lo sendirian di sini dan perlu lo tahu, sekolah udah sepi," ucap Abel sambil bersedekap dada. Namun Kara masih dengan posisinya tak terusik dengan ucapan Abel barusan.
"Dan denger-denger juga katanya UKS di sini tuh angker, kalau udah sepi suka ada—" ucapan Abel terpotong oleh respon Kara yang langsung bangun dan buru-buru berdiri memakai sepatunya dengan asal, membuat Abel dan Shasa tersenyum puas melihatnya. Sedangkan Echa memasang raut bingung.
"Kara mau kemana? Kok buru-buru sih? Kan barusan tidur?" tanya Echa, Kara yang sedang memasang sepatunya dengan asal itu langsung menjawab.
"Pulang! Buruan ih! Gue merinding ini!" jawab Kara cepat dan dengan rengekan.
Kara langsung berlari keluar tanpa memperdulikan sahabatnya yang sedang melongo, dari tadi nungguin. Eh, yang di tungguin malah ninggalin. Saat masih melongo, tiba-tiba Kara balik lagi dan berucap. "Cepetan ih gue takut jalan sendirian!" setelah itu Kara kembali melangkah pergi.
Ketiganya langsung berlari menyusul, saat sudah di koridor menuju parkiran Kara terus saja berjalan mepet ke samping Abel membuat Abel merasa risih.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)