Akhirnya setelah 2 minggu libur semester. SMA Rajawali kembali masuk. Kini berganti semester menjadi semester 2.
Kara berjalan dengan menghentakan kakinya kesal, pagi-pagi sudah badmood.
Kalau bukan gara-gara Rika yang menyuruh Kara berangkat bareng Glen, Kara tidak akan memberengut kesal seperti ini.
Bagaimana tidak? Sikap cowok itu tidak seperti biasanya, terkesan lebih dingin. Sebenarnya Kara sudah merasa ada yang aneh dengan sikap Glen setelah pulang dari Malaysia waktu itu.
Sikapnya yang lebih dingin dan terkesan cuek.Padahal waktu pertama kali pulang, dia ceria-ceria aja. Glen yang narsis, banyak ngomong lenyap begitu saja, Kara bingung kenapa Glen jadi seperti itu? Apanya yang salah sih?
Dari tadi Kara selalu mengoceh, namun tak satupun kalimat Kara yang Glen respon. Membuat Kara bingung sendiri.
Rasanya aneh saja.
"Glen!" panggil Kara pada Glen yang berjalan di sampingnya. Keduanya sedang berjalan menuju koridor sekolah.
"Hm," gumamnya tanpa menoleh.
Tuhkan,Kara jadi memberenggut. Bukan apa-apa Kara hanya bingung, itu aja.
"Lo kenapa sih?" tanya Kara akhirnya.
Glen menaikan alisnya bingung. "Apanya?" tanyanya balik.
"Lo aneh, enggak kayak biasanya," ucap Kara mengatakan hal yang sedari tadi ia pikirkan.
"Emang gue kenapa?" Glen justru balik bertanya Kara memejamkan matanya rapat-rapat. Beneran aneh nih orang.
"Lo... gak kayak biasanya, lo yang selalu narsis dan... banyak omong," ucap Kara dengan ragu.
Glen menoleh sekilas. "Gue gak mau gangguin pacar orang," Kara tersentak mendengarnya.
"Apalagi pacarnya ketua geng," lanjutnya membuat Kara diam.
"Selamat ya, gue gak nyangka lo udah official aja,'' Setelah itu Glen meninggalkan Kara yang sedang melongo.
Hah?
Kara menganga tak mengerti. Kemudian tersentak teringat sesuatu. Saat kesalah pahaman itu terjadi, Glen sedang tidak sekolah.Tapi, apa hubunganya dengan perubahan sikap Glen? Kara mengacak rambutnya frustasi.
***
Bel istirahat berbunyi membuat keadaan di kelas itu seketika heboh. Bukan, hanya Jovan dan Zidan si duo cabe yang bersorak senang.
"Kuylah, hungry nih gue," ucap Jovan. Bian mencibir. "Gaya lo bahasa inggris, makan masih ngutang aja bangga!"
"Dan, Dan, denger gak? Seruan orang sirik terdengar!" ucap Jovan heboh pada Zidan yang sudah tertawa. Bian melirik sinis.
"Minggir! bacot mulu!" seru Razel tiba-tiba sambil berdiri mendorong kecil Jovan yang menghalangi.Mateo mengikuti Razel, begitu juga Bian.
Jovan dan Zidan saling pandang. "Gini nih, nasib orang ganteng banyak yang sirik!" ucap Zidan. Kemudian keduanya berjalan menyusul.
Suasana kantin yang ramai tambah ramai saat Razel juga temannya datang. Dominan diisi oleh pekikan-pekikan dari kaum hawa.
Jovan sudah memberikan senyum mautnya dengan matanya yang agak menyipit. Zidan dengan gaya sok keren menyisir jambul cetar badainya.
Bian dengan wajah menawan dan pembawaannya yang santai, Mateo dengan raut dingin dan datarnya, tak lupa Razel dengan pembawaan tegas dan gagahnya khas seorang pemimpin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Ficção Adolescente( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)