Saat ini Kara tengah rebahan di tempat tidurnya sambil guling-guling ke segala arah mencari posisi yang nyaman, namun sudah kesekian kalinya berguling Kara tetap tidak menemukan posisi nyamannya.
Kara menghela napas kasar beberapa kali mencoba menghilangkan rasa yang kini tengah berkecamuk dalam dirinya. Namun, tetap saja rasa kesal di dadanya tidak bisa di hilangkan begitu saja, seperti butuh pelampiasan?
"Arrghh...!!" teriak Kara sambil menendang-nendang kaki di udara.
Semakin di pikirkan semakin menjadi rasa kesal yang Kara rasakan.
"Pokoknya gue kesel sama lo! Cowok brengsek sialan!" ucap Kara dengan umpatan.
Kara sekarang sedang mencak-mencak tidak karuan ketika mengingat pristiwa di sekolahnya tadi, dimana Kara harus di hukum panas-panasan dengan kaki yang sudah pegal dan tangan yang sudah keram.
Itu semua tidak akan terjadi jika bukan gara-gara Razel si cowok brengsek sialan. Memikirkannya saja sudah membuat emosi Kara meluap-luap.
"Aaaarghh..." teriak Kara untuk kesekian kalinya.
Baru Kara akan berteriak kembali, suara decitan pintu dan teriakan seseorang menghentikan teriakan Kara.
"Ya ampun KAKAK! dari tadi di panggilin gak nyaut-nyaut, malah tereak-tereak! Kesurupan kamu?!" tanya orang itu.
"Apa sih Mih?" ucap Kara kesal pada Rika. Dengan posisi Kara yang masih terlentang menatap langit-langit.
"Apa, apa! Dari tadi Mamih panggilin malah gak nyaut-nyaut!" omel Rika. Kara tidak bergeming cewek itu justru menutup matanya. Membuat Rika kesal dibuatnya.
Rika menghampiri Kara dan memukul pahanya membuat sang empu meringis.
Dengan terpaksa Kara bangun dan duduk menyila menghadap Rika sepenuhnya. "Mamih apaan sih? Sakit tahu?" protes Kara.
"Iya, iya maaf deh," ucap Rika sambil mengelus paha Kara yang kena pukul.
Kara mendengus. "Ngapain?" tanya Kara menanyakan tujuan Rika ke kamarnya.
"Oh iya, di depan ada Glen," ucap Rika membuat Kara mendelik.
"Mau ngapain?" tanya Kara dan berniat membaringkan tubuhnya kembali. Namun, langsung di cegah Rika.
"Eh, eh malah mau tidur lagi nih bocah!" omel Rika. Membuat Kara mengerang kesal.
"Apa sih mih? Aku ngantuk," protes Kara.
"Temuin Glen dulu Kak," titah Rika. Kara hanya memutar bola mata malas. "Gak ah, males!" tolaknya.
"Temuin gak!" ucap Rika sambil melotot horor. Mau tak mau Kara hanya pasrah menurut.
"Iya, iya bawel!" gerutu Kara membuat Rika yang mendengar langsung melotot.
"Apa kamu bilang?" tanya Rika kesal. Kara beranjak sambil menjawab malas. "Gak ada."
Kara berjalan menuruni tangga sambil komat-kamit, tak tahu apa Kara sedang dalam mode kesal. Belum tuntas rasa kesalnya, ini malah di tambah dengan harus menemui cowok sableng gila bernama Glen itu.
Kara berjalan sambil menghentak-hentakan kakinya merasa kesal.
Saat sudah di depan pintu Kara dapat melihat sosok tubuh tinggi sedang membelakanginya, lantas Kara keluar menghampiri cowok itu yang sedang berdiri di teras rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)