Part 34

5.7K 287 6
                                        


Jika semesta berusaha menjauhkan aku satu langkah lebih jauh dari mu
Lalu mengapa air mataku terus menetes?

NCT 127
No Longer




***

"Sialan!"

''Brengsek!"

"Anjing!''

"Babi!"


Umpatan kasar terus saja cewek itu ucapkan membuat ketiga cewek lain yang mendengarnya meringis.

"Sialaaann... sialan! Dasar cowok sialan!" dengan kaki yang sudah bergerak menendang-nendang udara di depannya orang itu terus saja mengumpat.

"Woi bangsat! Udah kek. Pusing gue liatnya!'' tegur salah satu orang yang sedari tadi menonton aksi itu.

"Shasa udah ya, kuping Echa pengang dengernya."

Ya, mereka adalah Kara, Shasa, Abel dan Echa.

Tadi setelah aksi Shasa yang menggebrak meja kantin dan di sertai dengan umpatannya yang membuat ketiganya terkejut. Berakhirlah keempatnya di rumah Shasa. Awalnya ketiganya berpikir jika gebrakan dan umpatan yang Shasa berikan adalah untuk ketiganya, namun saat Shasa kembali melanjutkan ucapannya, berganti dengan ketiganya yang jadi merasa bingung.

Tidak mau jadi bahan tontonan warga kantin Kara langsung menyeret Shasa pergi yang di ikuti Abel dan Echa.

Berhubung saat itu bel masuk sudah berbunyi, membuat Ketiganya mengurungkan niat mereka untuk mengintrogasi Shasa. Kamar Shasa sudah berantakan, barang-barang berserakan dimana-mana. Sudah di pastikan jika itu adalah ulah Shasa yang sedari tadi mengamuk.

"Abisnya gue kesel!" balas Shasa kemudian ikut duduk lesehan bersama ketiga sahabatnya.

"Lo kesel karena apa? Kenapa? Sama siapa aja kita gak tahu!" ucap Kara dengan posisi tengkurap.

Shasa menghela napasnya kasar. "Gue kesel sama Vito!" jawab Shasa.

Ketiganya mengerutkan kening. "Kesel? Kenapa?" tanya Kara pura-pura tak tahu.

Baik Kara maupun Abel, sudah bisa menebak pasti ada hubungannya dengan kejadian kuping-menguping tadi.
Echa yang memang tidak di beritahu tentang percakapan antara Vito dan Shasa tadi kini memasang raut bingung yang alami.


"Shasa berantem sama Vito?" tanya Echa.

"Putus malah!" jawab Shasa santai.

"HAH??" kaget ketiganya spontan.

Shasa mendelik. "Biasa aja dong!"

"Serius lo Sha?" anggukan yakin Shasa membuat ketiganya melongo.

"Kenapa? Bukannya lo tergila-gila sama si ketos itu?" kini Abel yang bertanya.

"Gak tergila-gila juga ye!" ralat Shasa.

"Lagian males banget pacaran sama cowok gila jabatan, tukang atur, sama satu lagi, masa gue di suruh jauhin Kara, gak jelas banget tuh cowok!" ucap Shasa menggebu.

Ketiganya saling pandang. "Lha? Kok gue?" heran Kara minta penjelasan.

"Gak tahu juga, alesannya konyol banget. Masa gara-gara lo pacaran sama Razel gue gak boleh temenan sama lo?!" jawab Shasa.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang