Part 16

6.4K 324 1
                                        

Sudah satu minggu SMA RAJAWALI melaksanakan UAS di semester ganjil.

Tepat pada hari ini di lakukan kegiatan rutin yaitu classmeet dan juga remedi bagi nilai yang kurang dari KKM.

Termasuk Kara yang sedang uring-uringan karena namanya tercantum di daftar orang-orang yang harus melakukan perbaikan nilai di mata pelajaran Kimia.

Dan yang semakin membuat Kara lebih dongkol adalah, dari satu kelasnya hanya dirinyalah yang harus remedi, tidak pula dengan ketiga sahabatnya. Padahal jawabannya satu pabrik.Tapi kenapa hanya Kara saja yang remedi? Ah, sungguh menyebalkan.



"Ih, kok curang sih? Masa cuman gue doang yang remedi?" gerutu Kara. Sedangkan Abel, Shasa dan Echa hanya menopangkan dagu.

Kara merasa kesal melihat respon ketiga sahabatnya itu. "Ck, kok kalian malah gitu sih?"

Abel menghela napasnya sejenak. "Terus what should we do?" tanya Abel.

Kara mengerucutkan bibirnya. "Tahu ah, males gue!" jawab Kara sambil menelusupkan kepalanya di lipatan tangan mulai merajuk.

Shasa bersuara. "Lo mending pergi temuin pak Aryo deh, daripada uring-uringan gak jelas gini," saran Shasa dengan Kara yang masih di posisinya.

"Iya, Shasa bener mending sekarang Kara ke pak Aryo deh," Echa menimpali.

Kara menegakkan tubuhnya. "Males ah, ketemu pak Aryo nilai cuman kurang satu angka doang kenapa harus perbaikan sih? Pelit nilai!" gerutu Kara. Memang nilai yang Kara peroleh adalah 69, sedangkan KKMnya adalah 70 hanya kurang satu angka saja.


"Yaudah sih, daripada nilai lo merah?" ucap Abel.

"Tapi–" ucapan Kara langsung di potong Abel. "Pergi lo! Ribet banget sih!" sentak Abel membuat Kara mencibir.

"Iya, iya Anabel gue pergi! Puas lo!" sentak balik Kara.

"Berisik ah!" ucap Abel mengusir Kara yang sudah mengerucutkan bibirnya, lalu bangkit dan pergi menemui pak Aryo.

"SEMANGAT KARA ZEYENK!" teriak Shasa sambil tertawa ngakak. Sialan memang dengus Kara.

Kara sudah berhadapan dengan guru berperut buncit dan si pelit nilai julukan baru dari Kara. Siapa lagi kalau bukan pak Aryo sang maha guru.

"Pak, padahal nilai Kara cuman kurang satu doang loh Pak," ucap Kara, bermaksud meminta keringanan.

"Kamu pikir satu itu bukan nilai?" tanya Pak Aryo sarkastik. Kara akan menjawab namun langsung mengatupkan lagi bibirnya rapat. Percuma melawan sang maha guru, ujung-ujungnya juga kalah.

Ingat dengan sebuah kalimat? Jika guru itu selalu benar dan murid jangan sok benar, jika tidak ingin di persulit nilai. Begitupun dengan Kara yang tidak ingin di persulit dan lebih baik diam.

"Jadi Kara harus apa?" tanya Kara pasrah. Pak Aryo terlihat sedang berpikir.

"Kamu kerjakan soal ini," ucap Pak Aryo sambil menyodorkan selembar kertas. Kara menerima kertas tersebut dan meneliti isi dari kertas tersebut.

Tak lama Kara melebarkan matanya terkejut. "Semuanya Pak?" tanya Kara tak percaya.

Pak Aryo mengangguk pasti. "Tapi Pak ini tuh soalnya sulit," ucap Kara dengan nada memelas.

"Kamu boleh mengerjakan itu tanpa pengawasan saya, terserah kamu mau mencari jawaban itu dari mana," jelas Pak Aryo.

"Tapi, pulang sekolah nanti harus sudah di kumpulkan," lanjut pak Aryo membuat Kara terbelalak.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang