Part 27

5.5K 293 4
                                        

Kara mendengus saat melihat siapa cowok itu. Cowok yang pernah Kara tabrak dulu.

Siapa coba?

Samuel! Iya, cowok tengil yang sayangnya entah kenapa sering bertemu dengan Kara.

"Waahh... kayaknya kita jodoh ya, karena selalu dipertemukan!" ucap Samuel terdengar senang.

Kara mendelik. "Sok kenal lo!" ucap Kara jutek dan ingin melangkah lagi. Namun, Samuel menahannya.

"Sensi amat," goda Samuel. "Mau kemana? Gue anterin mau?" tawarnya.

Kara menggeleng. "Gak usah!" tolak Kara  cepat.

Samuel menatap lekat Kara. "Lo lagi bad mood ya?" tebaknya, Kara hanya berdehem sebagai jawaban.

Samuel tersenyum lebar. "Mau gue bikin good mood?" tawarnya lagi, Kara menimbang-nimbang tawaran tersebut. Gak ada salahnya kan? Pikir Kara.

"Emang bisa?" tanya Kara meremehkan. Samuel terkekeh. "Kita buktikan!"

Dan disinilah Kara dan Samuel berada. Mall, iya Samuel mengajak Kara pergi ke mall. "Ngapain kesini sih?" tanya Kara tak paham.

"Udah ikut aja!" jawab Samuel dan menyeret Kara untuk masuk.

Tiba-tiba langkah Samuel terhenti begitu pun Kara yang mengekor. "Kenapa?" tanya Kara heran. Samuel berbalik menatap Kara, kemudian melepaskan jaket yang dipakainya.

"Pake!" ucap Samuel sambil memberikan jaketnya. Kara mengerutkan kening. "Kenapa harus pake jaket?" tanya Kara.

"Lo bawel juga ternyata," ucap Samuel dengan kekehan. Kara mendelik dan mengambil jaket itu dengan kasar. "Pake!" titah samuel lagi. "Iyaa... bawel!" jawab Kara sedikit kesal yang di tanggapi Samuel dengan tawa.

Dengan patuh Kara memakai jaket cowok itu. Jujur ukuran jaket Samuel tak terlalu besar di tubuh Kara, mengingat tubuh cowok itu tak terlalu tinggi dan besar, tak seperti Razel yang  berperawakan tegap dan menjulang.

Aish, kenapa harus memikirkan Razel lagi sih? Kara menggerutu kesal. Hingga tersadar kembali saat Samuel mengajaknya untuk masuk.

"Asal lo tahu aja ya, gue ini disekolah cukup terkenal. Jadi gue gak mau nanti banyak paparazi yang bikin gosip karena gue jalan bareng cewe yang bukan satu sekolah sama gue," jelas Samuel sambil melangkah masuk.

Kara yang mendengar penuturan cowok di depannya ini mendelik. "Gak nanya!" ucap Kara acuh, Samuel terkekeh mendengarnya.

Kara melongo, Samuel mengajaknya ke time zone? Tapi tak ayal mata Kara langsung berbinar, karena mungkin sudah lama tak berkunjung kesini.

Kara tersentak saat Samuel tiba-tiba menggenggam tangannya lalu mengajak untuk bermain permainan pertama yaitu basket ball.

Kara melupakan masalahnya sesaat, meluapkannya dengan bermain permainan lalu di selingi dengan tawa tak lupa umpatan yang keluar ketika salah satu dari mereka bermain curang.

Tak terasa keduanya sudah menghabiskan waktu lebih dari dua jam. Dan kini keduanya tengah duduk di salah satu stand minuman yang ada di mall itu. Menghilangkan haus sekaligus penat sehabis bermain.

Kara melihat jam ditangannya. "Sam! Pulang yuk!!" ajak Kara, Samuel mengangguk dan berdiri disusul Kara. "Ayok!" ajaknya lalu keduanya berjalan pergi meninggalkan area mall.

"Belok kiri," intruksi Kara saat Samuel mengantarkannya pulang. "Stop!" ucap Kara tak lupa memukul punggung Samuel membuat sang empu langsung menghentikan laju motornya.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang