Setelah di tinggalkan oleh Razel, akhirnya Kara memutuskan untuk pulang sendiri dengan perasaannya yang teramat sangat dongkol.
Cowok rese sialan!
Saat sudah di depan kawasan mall, Kara celingak-celinguk mencari keberadaan taksi, tapi nihil Kara tidak menemukannya.
"Oh my heart... taksi mana sih?" gerutu Kara karena sudah hampir 15 menit berdiri namun tidak melihat ada tanda-tanda taksi yang akan lewat.
"Yaampun, ini udah hampir maghrib, taksi kok gak nongol-nongol juga?" monolog Kara.
"Apa gue naik angkot aja kali ya?" tanya Kara pada dirinya sendiri.
"Ah, enggak, enggak! Nanti kalau gue di grepe-grepe abang angkot gimana?" Kara merasa takut jika harus naik angkot saat menjelang maghrib seperti ini. Membayangkannya saja, sukses membuat Kara merinding.
"Mending gue jalan kaki aja kali ya? Siapa tahu nanti ada taksi lewat," Kara terus saja bermonolog.
Akhirnya Kara memutuskan untuk berjalan kaki, namun sudah jauh Kara berjalan taksinya tetap saja tak terlihat batang bampernya sekalipun, membuat Kara frustasi.
"Ini tuh gue yang bego, atau si Razel yang brengsek sih?" tanya Kara kesal.
"Ya tuhan kenapa cewek secantik Arnlytha Karamell, harus mendapatkan cobaan seperti ini? Segala pake jadi pacar cowok brengsek lagi!" cerocos Kara pada nasib dirinya yang malang.
"Kalau aja kejadian patal itu gak terjadi, gak bakalan gue kek begini."
—flasback 3 month ago—
Saat ini Kara dan teman-temannya yaitu Abel, Shasa, dan Echa sedang berjalan berdampingan di koridor sambil ngobrol dan sesekali tertawa karena lelucon yang mereka lontarkan.
Hingga akhirnya Shasa berbicara dan mengalihkan topik pembicaraan yang sedang mereka obrolkan.
"Eh, eh... kalian inget sesuatu gak sih?" tanya Shasa dengan memperlihatkan wajah seriusnya, membuat Kara, Abel dan Echa mengernyit bingung.
"Apa?"tanya Kara.
Shasa menampilkan senyum jahilnya, yang membuat ketiganya semakin terheran.
"Sok misterius banget sih lo onta!" ucap Abel sambil menoyor kepala Shasa membuat sang empu mendengus sebal.
"Iya ih, Shasa bikin Echa bingung," ucap Echa, membuat Shasa kembali mendengus.
"Ish..., greget gue punya sahabat modelan kek begini!" kesal Shasa sambil memperlihatkan raut jengkelnya.
"Ya lo sendiri yang bertele-tele SHASA ALEXA!" kini giliran Kara yang geram, di balas Shasa dengan cenge-ngesan.
"I jus't wanna nagih chalenge....." Shasa menggantungkan kalimatnya.
"ABEL!!" teriak Shasa girang.
"Chalenge?" bingung Kara.
"Apa?" Abel ikutan bingung.
"Shasa ngomong apa? Echa gak ngerti?" sahut Echa.
Shasa menggelengkan kepalanya sambil memijat pelipisnya yang mendadak pusing melihat ke lemotan para cewek yang berstatus sebagai sahabatnya itu.
"Yaampun... cobaan apalagi ini Tuhan...." pasrah Shasa melihat kelakuan sahabatnya. Saat Shasa menunduk dan mulai merutuki nasibnya yang memiliki sahabat macam mereka, tiba-tiba Kara berucap membuat Shasa mendongkak seketika.
"Ohh... gue tahu!" ucap Kara antusias sambil mengacungkan jarinya, membuat Shasa berbinar sedangkan Abel dan Echa yang semakin bingung.
"Apasih Ra, kasih tahu Echa dong!" mohon Echa pada Kara karena penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)