Part 13

6.8K 323 1
                                        

Cowok dengan tampilan yang bisa di bilang urakan, baju di keluarkan, dasi di pasang longgar, dua kancing seragam yang di biarkan terbuka menampilkan kaos hitam di dalamnya.


Cowok itu berjalan santai menuruni tangga rumahnya yang megah.

Saat sedang asiknya berjalan suara seseorang mengintrupsi. Membuat cowok itu berhenti melangkah.


"Zel? Sini sarapan dulu," suara lembut seorang wanita mengajak Razel untuk sarapan.

Tetapi respon Razel membuat hati wanita itu tertohok.

"Gak usah sok peduli!" ucap Razel ketus membuat seseorang yang sedari tadi melihat interaksi keduanya menahan geram.

"Yang sopan kamu Razel! dia MAMAH KAMU!" tegur Arian tegas.

Mendengar teguran Arian lantas Razel bedecih sinis. "Buat apa? Dia bukan MAMAH SAYA, buat apa saya harus berlaku sopan?" jawab Razel membuat Arian naik pitam.


Brak...


Suara gebrakan meja memenuhi seluruh penjuru rumah, membuat Mina dan Razel, bahkan pembantu di rumah itu terkejut.

Razel terkejut, namun segera merubah raut wajahnya kembali datar saat Arian menghampirinya. Terlihat wajah Arian yang memerah karena emosi. Tapi itu tidak membuat Razel gentar, dia tetap menatap Arian dingin dan menusuk.


Arian sudah berada tepat di hadapan Razel, dengan tangan yang terkepal kuat.


"Apa maksud perkataan mu itu Razelio?" tanya Arian tegas.


"Kenapa? Tersinggung?" jawab Razel santai.

Arian yang sudah menahan mati-matian emosinya, akhirnya tak tahan juga. Dengan gerakan cepat Arian menarik kerah baju yang di kenakan Razel membuat sang empu tersentak. Namun, tak lama Razel mengeluarkan kekehan sinisnya.


Mina yang melihat itu langsung bergegas menghampiri suami dan anak tirinya yang sedang berseteru.

Setelah berada di samping kedua laki-laki yang berbeda umur itu, Mina mencoba menenangkan suaminya yang terlihat emosi.

"Mas udah mas, jangan gini," Mina mencoba melerai.


Namun Arian enggan melepaskan cengkramannya. Sedangkan Razel sudah menatap dengan sinis ke arah Arian.


Mina yang melihat Arian yang enggan melepaskan cengkramannya, membuatnya sedikit khawatir. Apalagi ketika melihat raut Razel yang tajam dan menghunus.


"Mas..." ucap Mina lirih dan dengan nada memohon.


Arian yang langsung tersadar dengan situasi penuh emosi ini pun langsung melepaskan cengkramannya.


Setelah cengkramannya terlepas, Razel hanya memandang Arian dingin dan
tanpa sepatah kata pun Razel berlalu meninggalkan kedua orang itu.


Arian menghembuskan napasnya kasar dan mengusap wajahnya frustasi, bingung dengan sikap dan kelakuan anaknya itu. Sedangkan Mina mencoba menenangkan Arian dengan mengelus lengannya.



***


Razel pergi ke sekolah mengendarai motor hitam besarnya dengan kecepatan di atas rata-rata, menyalurkan emosinya yang meluap-luap.

Tidak butuh waktu lama sekarang Razel sudah tiba di sekolah. Setelah memarkirkan motornya Razel berjalan melewati koridor yang sudah ramai mengingat sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang