"KARAA!" teriak seseorang menggema di koridor sekolah. Kara yang merasa ada yang memanggil namanya lantas menoleh.
Kara melihat ketiga sahabatnya tengah melambaikan tangannya, lantas Kara menghampiri mereka dengan langkah santai dan lesu.
Setelah sampai di hadapan mereka Kara langsung menyenderkan kepalanya kepada Echa dengan tatapan lesu.
"Nape lo? Sakit?" tanya Abel yang di jawab Kara dengan gelengan.
"Ngantuk," jawab Kara sambil memejamkan mata dengan posisi yang tidak berubah.
"Saoloh... ini masih pagi masa udah ngantuk aja?!" ucap Shasa heran.
"Tidur jam berapa emang?" kini giliran Echa yang bertanya.
"Gak tahu," jawab Kara sekenanya.
"Aneh!" cibir Shasa dengan Kara yang hanya bergumam tidak jelas.
Mereka memutuskan untuk pergi ke kelas dengan posisi Kara yang masih menyender pada bahu Echa.
Saat ke empatnya berjalan beriringan, tiba-tiba langkah mereka terhenti. Kara yang sedari tadi terpejam pun ikut berhenti.
"Kenapa berhenti? Macet ya?"
gumam Kara tanpa membuka matanya. Rasanya matanya terlalu berat.
Shasa, Abel dan Echa hanya diam tak menanggapi ucapan Kara, ketiganya hanya memandang pada ke lima cowok yang ada di depannya.
Salah satu dari ke lima laki-laki itu memandang ke arah perempuan yang sedang memejamkan matanya, siapa lagi kalau bukan Kara.
"Yaampun mereka ganteng-ganteng yah kalau di lihat dari deket," bisik Shasa pada Abel yang hanya diam, malas menanggapi mode genit Shasa yang kumat.
Ke lima laki-laki itu adalah Razel, Bian, Jovan, Zidan dan Mateo, kebetulan mereka sedang berjalan berlawanan arah dengan Kara dan teman-temannya.
"Kenapa?" Razel angkat suara.
Abel, Shasa, dan Echa yang tidak mengerti maksud dari ucapan Razel lantas mengernyit bingung.
Razel memperjelas dengan menunjuk Kara dengan dagunya, ketiganya langsung menoleh ke arah Kara yang masih terpejam seketika Shasa langsung mengerti maksud Razel.
"Oh, ngantuk katanya," jawab Shasa yang gantian kini ke lima cowok itu yang mengernyit.
"Anjir, ini masih pagi woy!" seru Bian heboh. Tapi, itu tak mengganggu ketenangan Kara yang sedang terpejam Razel yang melihatnya hanya menghela napas pelan.
Tanpa berkata Razel langsung menarik tangan Kara ke arah yang berlawanan dengan arah yang akan ke empat gadis itu tuju. Sontak saja membuat ketiga gadis itu terkejut saat melihatnya.
Sedangkan Kara langsung membuka bola matanya saat ada yang menarik tangannya dan menyeretnya.
Saat membuka matanya, Kara melihat punggung tegap seseorang. Kara mengernyit sepertinya Kara mengenali postur tubuh orang ini, dan... tunggu! Sepertinya Kara juga mengenali cara orang itu menyeret tubuhnya.
Razel?
Nama itulah yang terlintas di pikirannya sekarang.
Seketika kantuk Kara langsung hilang di gantikan dengan raut kesal. Kara melihat ke sekelilingnya dan menyadari jika dirinya tidak berjalan ke arah kelasnya.
Dengan sekali hentakan cekalan tangan Razel dan Kara terlepas. Sontak Razel langsung menoleh ke arah belakang tepatnya pada Kara yang memasang raut kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Ficção Adolescente( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)