Warung belakang menjadi tempat untuk anak DF berkumpul setelah pulang sekolah. Mengingat info yang diberikan di grup chat mereka bahwa seluruh anggota DF harus hadir.
Dan disinilah semuanya berkumpul. Termasuk mantan ketua DF Laksa yang hanya ingin memantau saja.
Razel bersuara. "DF bakal nyerang Eagle's. Jadi gue ngumpulin lu semua disini," ucapan Razel barusan mendapat respon sorakan heboh dari anggotanya.
Merasa senang karena sepertinya pertarungan akan segera dimulai. Babak baru sejararah DF dibawah pimpinan Razel akan segera dimulai.
Razel kembali berucap setelah semuanya kembali tenang. "Gua cuman bawa setengah pasukan," yang sontak mendapat desahan kecewa dari yang lain.
"Kenapa?" tanya salah satu dari mereka mewakilkan.
"Ini tanpa rencana. Mungkin seperti sambutan untuk mereka," jawab Razel.
Dark Fire ( SMA RAJAWALI )
dan Eagle's ( SMA GARUDA )
Bisa dibilang adalah musuh bebuyutan sejak angkatan pertama. Jadi seperti sudah turun temurun mereka menganggap bahwa keduanya adalah musuh. Bahkan sangat mustahil untuk berdamai.
Angkatan kemarin yang dipimpin Laksa membuat DF sedikit menurun. Karena Satria ketua Eagle's kemarin terlalu licik, yang membuat kebencian dan permusuhan keduanya semakin kental.
Mau tidak mau, suka tidak suka, ketua dari keduanya harus menerima beban dan resiko apapun.
Razel berdiri yang di ikuti oleh yang lain kecuali Laksa. "Kita berangkat!" setelah itu setengah anggota DF pergi menyisakan setengahnya lagi diwarung belakang.
Di lain sisi, Kara sedang celingukan mencari seseorang. Namun nihil Kara tak melihat orang yang di carinya itu.
"Sudah gue duga. Dia tuh emang setan selatan. Kadang baik, kadang kejam. Songong nyebelin, terus... baik lagi aneh," gerutu Kara kesal.
''Terus sekarang juga, gue pulangnya gimana coba?" tanyanya sedikit menghentak.
Kara mencebikan bibirnya, lalu kembali melangkah di trotoar. Lebih baik naik angkot ajalah dari pada jalan nati kakinya bisa jadi pegel-pegel.
Saat menuju halte suara derungan motor terdengar disampingnya membuat Kara menoleh. Seketika keningnya mengernyit. "Sini bareng gue!" ajak orang yang berada dimotor itu, Kara mendengus malas. ''Gaklah gak usah," tolak Kara.
Cowok itu menghela napas. ''Sekalian aja, kan kita tetanggaan searah juga," balas cowok itu yang ternyata Glen. Dengan pasrah Kara mengangguk.
Kara dan Glen sudah pergi saat dilampu merah Glen berucap. "Kita ke toko kue dulu, Bunda nyuruh ambil kue," ucap Glen Kara hanya berdehem sebagai jawaban.
Terserahlah Kara ngikut saja toh yang bawa motorkan juga Glen jadi yang numpang hanya pasrah. Keduanya berhenti disebuah toko kue, harumnya aroma kue menyambut keduanya membuat perut Kara jadi bergejolak lapar.
Glen masuk diikuti Kara. Glen terlihat berbincang pada penjaga toko tak lama memberikan kantong plastik berisi kue pada cowok itu.
Saat hendak pergi, seseorang memanggil nama Glen membuat Glen maupun Kara terhenti dan menoleh. Terlihat wanita paruh baya tersenyum kearah mereka.
"Glen! Udah kuenya?" tanya wanita itu. "Udah kok Tan," jawab Glen sambil mengacungkan kantong berisi kue.
Wanita itu menoleh pada Kara yang berada disisi Glen. Lalu berganti menoleh pada Glen dengan penuh arti, Kara yang tak mengerti hanya bisa diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)