Aku takut akan menangis seperti terakhir kali
Aku sudah lama merasa ragu-ragu
Kamu menungguku dengan sangat sabar
Menikmati rasa nyaman
A Love So Beautiful
SinB—GFriends
***
"KARAAA!!" teriakan yang menggema di koridor itu mampu membuat sang punya nama menghentikan langkahnya.
Kara menatap Abel yang sudah tersenyum sumringah dari kejauhan.
''Apa?" tanya Kara saat Abel sudah berada di hadapannya.
Bukannya menjawab, cewek tomboy itu justru memeluk Kara dengan erat. Kara yang terkejut hampir saja tubuhnya terjungkal kebelakang jika saja Kara tak menahannya.
"Abel sesek gila!" protes Kara.
Bukannya mengurai pelukan itu, Abel justru memeluk Kara semakin erat sambil memutar-mutar tubuhnya juga tubuh Kara.
Dada Kara rasanya sudah sesak juga napasnya yang tercekat. "Monyet Abel!"
Abel melepaskan pelukannya dan tertawa. "Lo kenapa sih hah? Nemu duit sekoper lo?" semprot Kara sambil mengatur napasnya.
Abel terkekeh. "Thank's ya," ucap Abel.
Kara mengerutkan keningnya tak paham. "Dah gila!" umpat Kara lalu memilih pergi meninggalkan Abel.
Abel mengikuti Kara kemudian merangkul pundak sahabatnya itu. "Selamat ya."
Kara menatap Abel sinis. "Lo kenapa sih hah? Kenapa? Kenapa?" kesal Kara dengan wajah yang sengaja di majukan.
''Tadi bilang makasih, sekarang selamat. Buat apaan sih?"
Abel menatap wajah Kara serius. "Selamat karena misi lo berhasil. Dan makasih karena lo udah mau laksanain misi itu," jelas Abel yang membuat Kara mengernyit.
Abel mendelik sinis. Dasar lemot!
"Misi?" beo Kara.
"Jangan bilang misi gue yang buat sepupu laknat lo itu?" Abel mengagguk.
Mata Kara langsung berbinar.
"Misi gue berhasil?!" pekik Kara tertahan.
Abel mengangguk semangat.
"Kata siapa?" tanya Kara dengan nada rendah dan wajah heran.
"Tante Mina yang bilang."
"Kok Razel gak bilang ke gue?" Abel mengedikan bahu.
"Sukur deh kalo berhasil."
Abel menatap Kara. "Makasih banget Ra. Karena lo tante Mina ngerasa bahagia bisa damai sama Razel," Kara mengangguk. Keduanya pun berjalan lagi menuju kelas.
"Karaaaa...!!" teriakan Shasa menggema saat Kara dan Abel masuk ke dalam kelas.
Kara menatap jengah Shasa. Apa selain teriak tak ada hal yang lebih baik untuk memanggil namanya.
Kara menatap Echa sebelum duduk. "Pagi Cha," sapa Kara.
Echa yang sedang menulis langsung mendongak. "Pagi Kara," balasnya riang.
Kemudian Kara mendudukan dirinya di samping Shasa yang sedang menatapnya kesal. "Ck, gue yang manggil malah Echa yang di sapa," Shasa cemberut.
Kara tertawa begitupun Echa dan Abel. "Lo gak layak di sapa!" ucap Abel membuat Shasa mencebikan bibirnya.
Kara menoleh pada Shasa. "Ada apa?"
"Gue pengen bilang sesuatu."
Kara langsung menatap penuh Shasa. "Apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)