Walk you down, I'm all in
How you tight, You call and
I'll take cotrol your body and soul
Mind too for sure, I'am already yours
Pamungkas
To The Bone
***
Satu kata untuk keadaan saat ini. Canggung!
Iya, dari awal Razel menjemput Kara hingga keduanya telah berada di koridor sekolah, baik Kara maupun Razel keduanya tak ada yang mengeluarkan suara.
Kara menatap punggung cowok di hadapannya ini dengan perasaan aneh. Tak lupa bibirnya yang terus ingin terangkat keatas membuat Kara frustasi.
Ya Tuhan... Ini bibir kenapa pengen senyum terus sih?
Jangan senyum sendiri bisa-bisa di kira gila lagi.
Harusnya lo marah Ra! Marah!
Terus sekarang apa? Gue baper? Gitu aja baper? Aish...
Kara terus saja mengoceh di dalam hati merutuki segala kebodohan yang hinggap dipikirannya.
Hingga Kara yang tak fokus berjalan membuat jidatnya menabrak sesuatu. "Aww..." Kara memegang jidatnya.
Dan saat mendongak ternyata Kara menabrak punggung tegap cowok di depannya itu. "Kenapa?" tanya Kara saat tatapan datar Razel menatap dirinya.
Razel berdecak. "Lama!" setelah itu Razel menyambar tangan Kara kemudian kini keduanya berjalan beriringan.
Banyak tatapan yang menghunus ke arah pasangan itu. Apalagi koridor sudah lumayan ramai mengingat hari ini adalah hari senin jadwalnya untuk pelaksanaan upacara mingguan.
Kara menatap tangannya. Perasaan aneh itu kembali muncul entahlah Kara tak tahu perasaan apa ini. Yang dia rasakan adalah rasa nyaman, aman juga terlindungi dan anehnya... Kara suka itu.
Saat berbelok di koridor tak sengaja Kara dan Razel berpapasan dengan Shasa. "Sha!" panggil Kara riang.
Shasa yang merasa di panggil pun menoleh, namun raut ceria Kara berubah berganti dengan kerutan di keningnya.
Shasa menatap Kara tak biasa. Terkesan malas? Kemudian tatapan Kara beralih pada cowok di sampingnya yang baru saja di beri tatapan sinis oleh Shasa.
"Sha? Lo kenapa?" tanya Kara.
Shasa menatap Kara sejenak. "Gak!" jawabnya acuh.
"Sha?" heran Kara. Shasa berbalik namun sebelum itu Shasa kembali melayangkan tatapan sinis pada Razel. Kemudian berlalu pergi.
Kara menatap punggung Shasa. Apa gue punya salah ya?
Razel yang sedari tadi hanya diam pun ikut heran. Kenapa jadi dirinya yang menjadi sasaran kesinisan sahabat kekasihnya itu.
Lalu menoleh pada gadis yang berada di sampingnya yang sedang memasang raut bingung. Razel menghela napas, dasar cewek. Ribet! Sulit dipahami.
Kemudian Razel kembali menyeret Kara untuk melanjutkan langkahnya.
Kara sudah berada di kelas dan sedang menatap Shasa yang enggan menatapnya balik. Kara terus bertanya namun Shasa tetap acuh, membuat Kara kesal sendiri.
Hingga kedatangan Abel membuat secercah harapan timbul di diri Kara.
"Bel! A..." baru saja Kara akan menghampiri Abel. Namun, sahabatnya itu justru berjalan melewati bangku Kara mengabaikan panggilannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Novela Juvenil( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)