Kara, Abel, Shasa dan Echa keempat gadis itu kini sedang duduk-duduk di kantin sambil makan.
Saat Kara sedang asik makan tiba tiba suara Shasa mengintrupsi, membuat Kara menghentikan aktifitas makannya.
"Ra, lo tahu?" tanya Shasa pada Kara.
Kara mengelengkan kepala tanda tak tahu. "apa?" tanya Kara.
"soal trending gosip minggu ini?" tanya Shasa lagi antusias.
"Gak tahu Sha," kesal Kara karena pertanyaan Shasa yang selalu membahas tentang gosip. Lagi pun tadi pagi bukannya Shasa sudah bertanya, lalu kenapa Shasa harus bertanya lagi? Jawaban Kara tetap sama, tidak tahu.
"Ck, masa gak tahu sih?" balik kesal Shasa.
"Bacot banget sih lo, lagian kita tuh bukan elo yang selalu tahu gosip-gosip murahan," ucap Abel membuat Shasa cemberut.
"Ish lo tuh, maksud gue siapa tahu gitu Kara tahu," jawab Shasa dengan nada kesalnya.
Kara jengah mendengar mereka yang terus berdebat, hingga akhirnya Kara menyeka perdebatan diantara keduanya. "To the point aja Sha."
"Iya, iya," jawab Shasa sedikit kesal.
"Jadi tuh tadi gue liat Razel datang bareng kak jeslyn," ucap shasa membuat Kara diam.
Saat Kara yang hanya diam, Shasa menepuk bahu Kara hingga membuat sang empu tersentak.
"Ra, lo denger gue gak sih?!" tanya Shasa kesal.
Kara menjawab dengan kesal. "Iya ih gue gak budek!"
"Ya abisnya elo dari tadi diem mulu," ucap Shasa sambil memakan makanannya.
"Lo tuh jangan bahas cowok brengsek itu bisa gak sih?!" ucap Kara jengah, mendengar namanya saja membuat selera makan Kara langsung hilang.
Shasa memutar bola matanya malas. "Yakan setidaknya lo harus tahu," timpal Shasa.
"Gak peduli," jawab Kara acuh.
"Gue aja sebel denger namanya," tambah Abel.
"Lo tuh sama semua cowok sebel kali," jawab Shasa membuat Abel melotot.
"Yakan emang dasarnya cowok itu, semuanya brengsek!" ujar Abel tak mau kalah.
"Lo-nya aja yang berpendapat kayak gitu, gue sih enggak," Shasa kembali berucap.
"Lo-nya aja yang kegatelan jadi cewek sana sini nempel!" balas Abel santai membuat Shasa menggeram marah.
"Bukan gue ya, ta-" ucapan Shasa menggantung karena Kara yang langsung memotong.
"Lo berdua bisa diem gak sih? Berisik tahu gak? Kayak anak kecil aja," marah Kara karena jengah sendiri mendengarnya.
"Noh Abel duluan," tunjuk Shasa menyalahkan Abel.
Abel yang tak terima di salahkan, bersuara. "Apaan lo Sha? macem-macem sama gue?!" marah Abel dan sudah mengambil ancang-ancang dengan menggulung lengan bajunya.
Shasa ngeri sendiri melihatnya, Abel kan preman.
"Enggak kok Abel yang cantik, Shasa kan cuma bercanda baperan amat sih," Shasa langsung memasang wajah tak berdosanya dengan wajah di imut-imutkan, supaya tidak kena amuk seorang Sorabel Danara. Abel mendelik.
"Cha? Kenapa? Diem-diem bae?" Shasa mengalihkan pembicaraan membuat Kara dan Abel mengalihkan perhatiannya pada Echa.
Yang di maksud justru memasang wajah heran, sambil memakan mie gorengnya dengan tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)