Part 35

6.2K 295 7
                                        

Kara berjalan menuruni tangga rumahnya. Sesampainya di ruang keluarga Kara melihat Prama sedang membaca sebuah dokumen di sofa. Dan Juno yang sedang membaca buku sambil duduk lesehan.

Sekedar memberitahu, kalau setelah acara marah-marah Kara di kamar Juno itu. Malamnya sikap Juno kembali normal. Ya, meskipun masih sedikit dingin.

Kara duduk di samping Prama yang sedang fokus membaca. "Pih? Di rumah juga masih kerja?" tanya Kara sambil memandang Prama.

Prama menoleh sekilas. "Ada yang harus Papih cek sayang," jawab Prama.

Kara mengalihkan pandangannya pada Juno sekilas beralih pada layar televisi yang mati. "Mamih mana?" tanya Kara.

"Ada! Lagi buat kue di dapur," Kara mengangguk.

"Gak bantuin Kak?" tanya Prama.

"Gak ah males," balas Kara.

Prama terkekeh kemudian menyimpan dokumennya. Pandangan Prama fokus pada anak gadisnya. "Cewek itu gak boleh males," ucap Prama.

Kara menoleh. "Iya," balas Kara singkat.

"Sekolah kamu gimana?"

"Gak ada yang istimewa."

Prama mengangguk. "Kamu sama Glen gimana?" mendengar pertanyaan Papihnya Kara langsung menoleh begitupun Juno.

"Kok Glen sih?"

"Kalian emang belum pacaran?"

Kara bergidig. Idih ogah!

"Siapa yang mau pacaran sama dia coba?" ucap Kara.

"Kenapa? Glen anaknya baik, orang tuanya juga baik, kita juga udah saling kenal, sopan, ramah, ganteng juga. Kenapa nggak?" cerocos Prama membuat Kara menahan agar tak mendelik.

"Tapi Kakak gak minat," jelas Kara.

"Papih suka kalau kamu deket sama Glen. Papih tahu Glen anaknya gak neko-neko gak kayak anak zaman sekarang yang sukanya berantem, tauran, balapan li—"

"Uhukk...uhukk..." Kara dan Juno yang sama-sama sedang meminum susu langsung tersedak.

Memang tadi saat Prama sedang memberi wejangan, Rika datang membawa susu dan kopi untuk suami dan kedua anaknya itu.

Juno langsung berdehem, sedangkan Kara menepuk-nepuk dadanya. "Makanya kalo minum itu pelan-pelan," tegur Rika sedangkan Prama hanya menggelengkan kepalanya.

"Tadi Papih lagi ngomongin apa?" tanya Rika penasaran.

"Lagi ngomongin Glen," jawab Prama.

Rika mengangguk. "Oh iya, tadi Mamih buat kue. Anterin gih ke rumah Glen," Rika menatap Kara.

"Gak mau, Juno aja!" tolak Kara.

"Juno kan lagi belajar Kak," sahut Prama.

"Gak mau ah, udah malem. Nanti kalo aku kenapa-napa pas di jalan gimana?" kukuh Kara.

Rika melotot. "Kamu pikun atau gimana? Jaraknya juga paling sepuluh langkah dari sini, lebay banget!" cibir Rika.

Kara mendengus. "Lagian kan kamu nanti bisa liat Glen," goda Rika.

Prama terkekeh. "Tuh kan, Mamih kamu aja setuju," ucap Prama.

Rika mengerutkan kening. ''Setuju apa?"

"Ini loh, Papih setuju kalau Kakak itu pacaran sama Glen," Rika menatap Kara yang acuh sambil memakan kue buatannya.

"Lho? Bukannya Kakak udah punya
pac—" belum selesai Rika berucap, Kara langsung memotongnya.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang