Part 25

6.1K 293 3
                                        

Razel diam di balkon kamarmya dengan di temani pemandangan langit malam yang penuh bintang.

Razel menghela napas pelan. "Mah, Mamah lagi apa disana?" tanya Razel sambil mendongakan kepala melihat pada bintang.

"Razel kangen," lirihnya, Razel menahan sesuatu yang akan keluar dari pelupuk matanya.

"Razel butuh Mamah," lanjutnya masih dengan gumaman.

Bagi siapapun yang melihat Razel yang seperti ini pasti tak akan menyangka kalau dia adalah seorang bos geng di sekolah. Seseorang yang disegani, pandai dalam berkelahi dan pemimpin pasukan. Namun, inilah sisi dari seorang Razelio yang tak seorang pun tahu. Karena Razel tidak ingin orang lain memandangnya kasihan, Razel benci itu.


"Mah, Razel udah besar Razel udah suka sama seseorang," ucapnya dengan kekehean seperti memang sedang curhat pada Mamahnya.

"Tapi... Razel gak berani buat ungkapinnya," Razel kembali termenung. "Razel pengecut kan Mah?" lanjutnya.


"Dia orangnya unik, cantik, lucu tapi agak galak. Eh, nggak sih.. emang galak," ucap Razel kembali terkekeh. Entah kenapa Mood-nya kembali baik saat menceritakan cewek itu.




"Kalo Mamah masih ada, Mamah pasti seneng deh ketemu sama dia."

"Tapi nanti Razel ajak ke tempat terakhir Mamah deh, Razel kenalin."

Razel terus saja bernicara sendiri. ''Mah Razel pamit ya, Razel mau tidur. Good night Mom!" setelah itu Razel masuk tak lupa menutup balkon kamarnya.

Setidaknya dengan melakukan hal seperti itu mampu membuat dada Razel meringan.



***


Kara berjalan dikoridor sendirian. Mengingat sekarang jam pelajaran masih berlangsung jadi koridor terlihat masih sepi.

Saat asiknya berjalan.Terdengar suara seseorang memanngilnya. "Karaa!!" Kara menoleh kebelakang tepatnya pada seorang cowok yang sedang melambaikan tangannya.

Cowok itu berlari kecil menghampirinya. Kara mengerutkan kening. "Kok lo gak masuk kelas?" tanya Kara setelah cowok itu berada dihadapannya.

"Lha? Lo sendiri kenapa disini? Bolos ya lo," tuduh cowok itu.

Kara mendelik. "Nggak lah! Abis dari toilet."

Cowok itu mengangguk. "Yaudah berarti gue yang bakal ngajakin lo bolos," ucap cowok itu.

"Ih, nggak!" tolak Kara.

"Ayolah ada yang harus gue omongin sama lo," bujuk cowok itu.

"Ngomong apa? Kan bisa nanti," ucap Kara.

Cowok itu menggeleng. "Nanggung lah bentar lagi juga istirahat," kukuh cowok itu.

"Nggak ya Bian!" sentak Kara pada cowok itu yang ternyata adalah Bian.

"Ayolah Ra," bujuk Bian.

"Tentang Echa?" tanya Kara menebak. Bian menganguk semangat.

Kara menghela napas sesaat kemuduan menganguk membuat Bian bersorak. "Yaudah lo ikutin gue," pintanya Kara memurut.

Bian membawa Kara ke rooftop. Saat sudah berada disana Kara terkejut. Kara kira hanya dia dan Bian saja ternyata ada sosok lain juga.

Kara menatap Razel yang sedang terlentang beralaskan tikar serta lengannya yang menjadi bantalan.

My Annoying Boyfriend [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang