Part 18

6.1K 331 4
                                        

Di sebuah kamar bernuansa hitam-abu seorang cowok tengah memainkan ponsel sambil berbaring di kasurnya.Tak ada kegiatan.


Saat tiba-tiba suara ketukan dari pintu mengalihkan perhatiannya dari ponsel.

Tok... Tok...Tok...

"Zel? Razel?" suara seorang wanita terdengar. Membuat Razel yang tengah berbaring berdecak kesal.

"Zel? Kamu tidur sayang?" lagi, suara itu terus memanggil namun sang empu tetap tidak merespon.

Saat tidak ada sahutan Mina mencoba untuk membuka pintu dan memastikan apakah Razel sedang tertidur.

Namun saat membuka pintu, Mina dapat melihat Razel yang sedang terbaring membelakangi pintu sambil memainkan ponsel. Mina tersenyum kecut saat tahu Razel mendengarnya memanggil tetapi tak di respon.

Mina melangkah mendekat pada Razel yang seakan acuh dengan kehadiran Mina.

"Zel?" tanya Mina untuk kesekian kali namun Razel tetap tak bergeming.

Mina tetap tersenyum, lalu kembali berucap saat tahu tujuannya mendatangi Razel.


"Razel, sekarang siap-siap ya, sebentar lagi kita mau berangkat ke Singapura," ucapan Mina sukses membuat Razel berhenti memainkan game di ponselnya.


Namun itu berlaku untuk beberapa detik, karena selanjutnya Razel kembali acuh dan melanjutkan gamenya.


"Sayang gimana?" tiba-tiba suara seseorang mengintrupsi membuat Mina menoleh ke arah pintu tepat pada Arian.

"Udah?" tanya Arian saat sudah berhadapan dengan Mina.

Mina menggeleng, mengerti maksud istrinya Arian langsung menolehkan pandangannya pada Razel yang masih acuh.

"Razel cepat siap-siap sebentar lagi kita akan pergi," ucap Arian tegas.

"Pergi tinggal pergi," jawab Razel tanpa mengubah posisinya.

Arian memejamkan matanya menahan geraman. "Razelio!" tegur Arian tegas.

Razel berdecak kemudian mengubah posisinya menjadi duduk bersila menghadap Arian dan Mina yang berdiri.

"Kalo mau pergi ya silahkan, gak ada yang ngelarang kok," ucap Razel. Arian memandang anaknya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Jangan buat Papah marah Razel!" bentak Arian. Razel menghela napasnya sejenak.


"Razel gak ikut!" tutur Razel.


"Kamu harus ikut!" tegas Arian mutlak. Tapi memang Razel keras kepala jadi tetap dalam pendiriannya.


"Gak," jawab Razel menolak.

"Papah bilang ikut ya ikut!" ucap Arian marah mendengar penolakan anaknya.


Razel bangkit kemudian berjalan melewati Arian dan Mina. Sebelum benar-benar pergi Razel sempat berucap.


"Kalo mau pergi ya pergi aja gak usah peduliin aku," setelah mengucapkan itu Razel pergi keluar dan mengendarai motornya.


Jam menunjukan pukul 9 malam, Razel baru saja pulang dari base camp DF. Saat sampai di rumahnya itu terlihat keadaan rumahnya yang sepi.


Membuka pintu dan berjalan masuk Bi Ira pembantu rumahnya datang menghampiri.

"Aden sudah pulang?" tanya Bi Ira, Razel mengangguk menjawab.


My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang