Part 33

5.5K 252 2
                                        


Aku tidak bisa melihat ke atas
Aku hanya bisa melihat di depanku
Langit selalu di belakang mu

Lee Taeyong—NCT
Dark Clouds

***

Razel memandang guru yang kini sedang menjelaskan materi di depan dengan pandangan malas. Jovan yang berada di sampingnya justru sedang terkikik sendiri dengan ponsel di tangannya yang cowok itu sembunyikan di bawah meja. Entah sedang melihat apa sampai membuatnya terkikik seperti itu.

Mateo yang memang dasarnya kalem hanya menatap Jovan malas percuma di beri peringatan spesies seperti Jovan tak akan mempan jika di beri tahu.

Zidan yang ingin tahu apa yang membuat Jovan seperti itu, dengan was-was menoleh kebelakang. Namun, belum sempat Zidan menoleh geplakan di kepala sudah Zidan dapatkan. Siapa lagi pelakunya jika bukan orang yang duduk satu bangku dengan Jovan.

"Pala lu diem, puyeng gua liatnya!" sentak Razel membuat Zidan cemberut.

"Bapak cukupkan sekian dan terima kasih," ucap Pak Bambang kemudian pergi meninggalkan kelas.

Setelah Pak Bambang tak terlihat lagi, seketika tawa Jovan yang sedari tadi di tahannya pecah. Membuat seluruh perhatian langsung mengarah pada mahkluk itu.

Jovan tertawa heboh, memukul meja beberapa kali dan memegangi perutnya karena terlalu banyak tertawa membuat perutnya sakit. Zidan yang juga ingin tahu hal apa yang lucu langsung melompat kebelakang dengan rusuhnya. "Mana-mana? Gue pengen liat!"

Jovan yang tahu Zidan akan menghampirinya langsung mengalihkan ponselnya menjauh. "Ape lo? Bocil mana paham?" ucap Jovan membuat Zidan mencibir.

Zidan kembali duduk di bangkunya dengan perasaan kesal. Hingga tiba-tiba suara tawa Jovan berubah dengan suara batuk.

"Hahaha....uhuk...uhuk..." kini tawa pecah penghuni kelaslah yang menghiasi. Menertawakan Jovan yang keselek tawanya sendiri.

Zidan yang memang kesal pada Jovan langsung tertawa paling keras. "Haha... sukurin!" ledek Zidan.

Tawa penghuni kelas masih terdengar, Jovan menggerutu bukannya di tolongin malah diketawain. Bahkan kini Jovan sudah di tinggal sendiri di kelas. Mereka semua pergi kekantin untuk mengisi perutnya termasuk para sahabat laknatnya.

"Sialan!"

***

Kara, Abel dan Echa kini sedang berada di perpustakaan. Mereka sedang mengerjakan tugas bahasa Inggris yang di berikan oleh bu Andin. Ketiganya duduk satu meja kecuali Shasa yang berbeda meja.

"Udah beres?" tanya Abel berbisik pada Kara dan Echa. Kompak keduanya mengangguk.

"Kantin?" tanya Kara.

"Ayo!" setuju Abel.

"Shasa gimana?" kini Echa yang bertanya.

Ketiganya kompak menatap kearah Shasa yang berada di meja pojok, duduk sendiri dan sedang sibuk menulis.

"Dia marah sama gue keknya," ucap Kara pada Abel dan Echa.

"Emang lo ada salah sama dia?" Abel bertanya, Kara menggeleng. "Setahu gue gak ada. Dia tiba-tiba gitu," jawab Kara lesu.

"Waktu Echa gak sekolah ada apa emang?'' kini Echa yang bertanya. "Gak ada," jawab Kara lagi.

Ketiganya saling diam hingga pandangan mereka tertuju pada Shasa yang berdiri dan meninggalkan perpus.

My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang