Kau dan aku, kau menjauh dari lautku
Aku jatuh ke pelukanmu
Kau dan aku, ingin pergi ke tempatmu
Aku akan menyelami dirimu
Dive Into You — NCT DREAM
***
Razel sedang diam termenung dengan punggungnya yang bersandar di sofa. Pikirannya melayang memikirkan sesuatu yang selalu mengusik pikirannya tiga hari belakangan ini.
Beberapa pasang mata menatap Razel heran. Namun, yang di tatap justru acuh.
"Si bos keknya lagi jadi sad boy," ucap Zidan berbisik.
"Jadi paq boy kan udah, sekarang i want to be a sad boy, i want to be a sad boy," nyanyi Jovan.
"Berisik! Suara lo lebih cocok jadi sound rumah hantu gak cocok lo nyanyi di sini," ucap Bian langsung membuat Jovan mencibir.
"Marahan lagi kali sama Kak Karamell-nya," Regi ikut menimpali.
"Gua denger!" tiba-tiba Razel bersuara membuat semuanya kini langsung bungkam.
Razel menatap tajam teman-temannya yang malah terlihat sibuk. Seolah-olah tak mendengar. Mengabaikan teman-temannya Razel kembali menyandarkan punggungnya dan menatap langit-langit ruangan basecamp. Kini Razel dan beberapa anggota DF yang lainnya sedang berada di basecamp DF sejak pulang sekolah.
Razel terdiam, perkataan Kara kembali terngiang.
"Bukannya lo sendiri yang bilang. Kalo setiap orang punya alasan dalam melakukan sesuatu?"
"Dan itu termasuk Papa lo! Bukannya gue mau ikut campur. Tapi, coba lo denger apa alasan Papah lo ngelakuin itu."
Razel memijit pelipisnya. Apa ia harus menuruti kata-kata cewek itu. Atau membiarkannya hingga berlarut-larut.
Memang setelah Razel menceritakan tentang Ibunya dan kebencian dirinya pada sang Ayah. Kara mulai memahaminya dan memberikan sedikit saran untuk cowok itu.
Sudah tiga hari ini Razel menghindar dari Kara. Alasannya karena, setiap bertemu dengan Razel Kara akan selalu bertanya.
"Gimana? Udah dipikirin?"
Atau.
"Gimana? Ada perkembangan?"
Jadi, sekuat tenaga Razel menghindar dari Kara yang terlihat sangat antusias itu. Karena jawabannya tetap sama, Razel tidak bisa mengendalikan dirinya. Ego masih menguasainya. Dan berujung dengan Kara yang selalu menghela napas gusar saat tak mendapatkan balasan sepatah katapun darinya.
Dan puncak kesabaran Kara adalah tadi pagi. Masih terngiang jelas di pikiran Razel bagaimana Kara yang meluapkan kekesalannya.
"Masih sama kan? Sudah gue duga! Lo itu batu, keras kepala, egois, beku!"
"Apa perlu gue pinjem kampaknya Thor buat hancurin benteng-benteng yang lo bangun? Hah?"
Mengingat kata-kata itu entah kenapa justru membuat Razel terkekeh. Bukannya takut Razel malah dibuat gemas saat melihat pipi cewek itu memerah menahan marah. Entah sadar atau tidak kini semua anggota DF sedang menyaksikan ke randoman ketuanya itu.
Jovan bergidig. "Ketempelan kali!" Zidan menoleh.
"Ruqiyah! Kan lo jago tuh nge-ruqiyah," sahut Zidan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Teen Fiction( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)