Razel hanya diam ketika para sahabatnya terus berceloteh ria bersama.
Apalagi duo cabe Jovan juga Zidan yang pembawaan bicaranya selalu heboh, tertawa ngakak meskipun menurut yang lain tidak lucu sama sekali, tapi menurut duo cabe itu sangat lucu. Aneh memang.
Razel hanya diam sambil memainkan ponselnya. Hingga topik yang sedang dibicarakan oleh sahabatnya itu terdengar sedikit menarik.
Razel mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Namun, masih dengan posisi awal seolah-olah sibuk dengan dunianya.
"Gue masih penasaran deh sama yang tadi," ucap Bian menggantung.
"Ada hubungan apa Kara sama anak IPS," tanya Bian pada yang lainnya.
Jovan meletakan tangannya di dagu seolah sedang berpikir."Em... yang tadi di koridor itu?" tanya Jovan.
Bian mengangguk. "Kan tadi si Mateo udah bilang mereka ada sesuatu" sahut Zidan. Razel mengerutkan kening sesuatu? Sesuatu apa? Tanyanya dalam hati.
"Kira-kira sesuatu apa ya?" tanya Bian penasaran.
"Yang ingin kau tahu sangat tuh buat ape?" tanya Jovan dengan bahasa Malaysia yang sontak mendapat tawa ngakak dari parkner in crime-nya Zidan.
"Korban tuyul kembar nih," seru Zidan dengan tawanya yang kemudian diikuti oleh Jovan.
Bian mendengus kesal. "iya, lo berdua tuyul kembarnya. Ngomong sama lu berdua gak ada seriusnya," ucap Bian.
"Utu tu tu... tayang tayang tayang... kok cemberut gitu sih. Aku serius kok sama kamu," ucap Jovan dengan nada di buat-buat membuat Bian melotot merasa jijik.
"Idih najis!'' ucap Bian merasa mual. Razel mendengus kasar. Emang dasar punya sahabat gak ada yang normal semua ya gini.
"Emang kenapa lo pengen tahu?" kini Jeslyn bersuara. Mengembalikan topik awal.
Bian menatap Jeslyn. "Gak papa sih. Cuman beberapa hari yang lalu gue sempet liat Kara dateng ke sekolah bareng salah satu dari cowok itu," ucap Bian membuat suasana menjadi hening.
"Yang perawakannya kayak orang korea itu," lanjut Bian. Semuanya langsung menoleh pada Razel yang sedang pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Kalo gak salah sih namanya Glen anak XI IPS 2," sahut Jeslyn.
"Dia bukan anak DF?" tanya Bian.
"Gue rasa bukan," jawab Laksa.
"Bos? Menurut lo gimana?" tanya Zidan, Razel bergeming lalu meletakan ponselnya dan menatap Zidan.
"Apa?" tanya Razel pura-pura tak mengerti.
Mateo memandang Razel. "Yang barusan kita omongin. Gue rasa lo denger apa yang kita bahas," ucap Mateo. Razel memandangi cowok itu dengan tatapan jenaka. Pasti, Mateo selalu tahu apapun.Termasuk hal ini membuat Razel diam-diam mendengus.
"Gue gak tahu,'' jawaban aman Razel berikan di balas Mateo dengan menatap tajam Razel.
Razel membuang muka saat Mateo menatapnya. "Payah!'' cibir cowok itu.
Zidan berdecak. "Susah emang kalo punya Bos yang pengetahuan cintanya minim," ucap cowok itu dramatis.
"Cinta itu gak selalu harus di pendem. Di pikir bakal beranak?" timpal Jovan.
Razel merasa terpojok. Sialan memang sahabatnya ini.
"Sebenernya ini tuh bahas apa sih?" tanya Regi tak paham.
"Bocil diem!" ucap Jovan di balas Regi dengan delikan tak suka saat di panggil bocil.
"Dari pada bingung mending tanya langsung ke orangnya. Tuh..." tunjuk Jovan pada Kara yang sedang berjalan. Dengan kompak mereka yang ada di meja itu menoleh pada Kara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Boyfriend [END]
Novela Juvenil( Sudah Tamat tapi ada baiknya di ramaikan dengan voment. ) Banyak cewek-cewek yang ingin memiliki hubungan dengan seorang Razelio Neftra Xiliks cowok tampan dan merupakan ketua geng besar sekolah. Namun, berbeda dengan cewek bernama Arnlytha Karame...
![My Annoying Boyfriend [END]](https://img.wattpad.com/cover/205015244-64-k46497.jpg)