Part 3

10.2K 435 6
                                        

Saat ini Kara, Abel, Shasa, juga Echa sedang dalam mode mengantuk. Bagaimana tidak mengantuk? Keempatnya kini sedang mendengarkan materi yang di sampaikan oleh pak Bambang selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Bukannya paham akan materi mereka malah merasa di ceritakan dongeng tidur.

"Ini kapan sih belnya bunyi?" tanya Kara pelan ke arah Shasa dengan wajah menahan kantuknya.

Shasa menoleh ke arah Kara dengan raut yang sama ngantuknya. "Tau, masih lama kali," jawab Shasa tak kalah pelan.

"hufth,...." Kara menghela nafasnya pelan. "Pak Bambang juga kenapa sih kalau ngajar kayak yang lagi nge-dongeng? Bikin gue ngantuk aja!" keluh Kara pelan dengan nada kesal.

"Lo pikir lo doang yang ngantuk, gue juga kali," ucap Shasa tak kalah kesal dan pelan.


Pak Bambang yang mendengar samar suara-suara bisikan langsung menoleh.

"Itu siapa yang lagi bisik-bisik?" tanya pak Bambang dengan telunjuk menunjuk ke arah barisan yang Kara dan Shasa duduki, yang membuat seluruh perhatian mengarah ke arah yang di tunjuk Pak Bambang.

Kara yang kaget langsung duduk tegak, begitupun dengan Shasa. Mereka berdua merasa kantuknya langsung menghilang di gantikan dengan rasa tegang. "Mampus!" gumam Kara pelan.

"Saya paling tidak suka jika saya sedang berbicara kalian ada yang ikut berbicara, apalagi bisik-bisik," ucap Pak Bambang tegas, membuat Kara dan Shasa menelan salivanya susah payah.


"Paham kalian?" tanya Pak Bambang tegas.

"Paham Pak," jawab seluruh murid kelas 11 MIPA 5 kompak.

"Karamell, Shasa, kalian paham?" ucap Pak Bambang dengan matanya yang menyalang tajam, membuat Kara dan Shasa mengangguk kecil.

Selama sisa-sisa pelajaran berlangsung Kara dan Shasa memfokuskan diri untuk menyimak materi yang pak Bambang sampaikan, kalau sampai kejadian tadi terulang lagi tamat sudah riwayat mereka berdua.

Setidaknya pencitraan dulu bentaran.

Setelah sekian lama menunggu bel berbunyi akhirnya bel pun berbunyi dengan nyaring ke seluruh penjuru sekolah.

Membuat seluruh murid-murid memekik senang, tak terkecuali seorang Karamell yang langsung mengepalkan tangannya ke udara tanpa sadar saking sambil berkata. "Yes!" dengan semangat.


Jangan lupakan kehadiran Pak Bambang yang masih berada di kelas, sehingga guru tersebut melihat bagaimana kelakuan kara barusan.

"Seneng banget kayanya kamu Karamell?" ucap Pak Bambang


Sontak Kara langsung menoleh ke arah Pak Bambang yang sedang merapihkan buku bukunya itu.


Dengan canggung Kara menjawab "Hehe... iya," tak lupa disertai cengiran khasnya.


Pak Bambang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan muridnya yang satu itu, setelah mengucapkan salam pak Bambang berlalu meninggalkan kelas tersebut.

"Malu-maluin lo!" cibir Abel sambil memasukan buku bukunya ke dalam tas.


Kara menyebikan bibirnya kesal saat mendengar ucapan Abel barusan, dan ikut membereskan buku bukunya bersiap untuk pulang.


"Wajar aja kali bel, Kara tuh kalau denger bel pulang, pasti langsung lupa diri!" ucap Shasa di sertai dengan kekehannya, membuat Kara semakin kesal.


My Annoying Boyfriend [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang