"Jinyoung," panggil Nahee sambil ngegoyangin lengan cowok itu yang entah kenapa bisa meluk dia dalam keadaan tidur kaya gitu. "Bangun lo. Awas."
"Mau kemana sih?" Tanya Jinyoung dengan suara seraknya. "Gue masih ngantuk."
"Sadar nggak yang lo peluk bukan cewek lo, Jinyoung?!"
Jinyoung ngedecak males terus langsung ngelepasin Nahee.
Yang dilepasin langsung beringsut turun dari ranjang dan jalan ke kamar mandi buat cuci muka. Perutnya lapar.
Nahee sempet mandang dirinya sendiri di depan kaca kamar mandi setelah ngebasuh muka. Tanpa sadar dia megang bibirnya sendiri yang tadi sama Jinyoung—mereka—
Ini dia ngasih kode biar baikan—atau apa?
Lo gila apa ya, Na? Mana ada?
Sadar!
"Hee!" Panggil Jinyoung tiba-tiba. Ngebuat Nahee hampir kejengkang karna kaget.
"Apa sih?!"
"Mau kemana?" Tanya cowok itu kembali melembut dan masih dengan posisi tiduran dan muka bangun tidur. Cowok itu cuma kedip-kedipin matanya ke arah Nahee.
Ada gitu di kamus hidup gue kalau Jinyoung bisa kelihatan selucu itu?
Gila lo, Na!
"Mau makan," jawab Nahee akhirnya. "Laper."
"Ikut," Jinyoung langsung ngedudukin badannya.
Ngebuat Nahee bisa ngelihat baju kusut cowok itu.
Dan muka bangun tidur itu.
Dan rambut berantakan yang pengen Nahee sisir itu.
Jangan lupain mata tajam yang bisa berubah jadi lucu waktu barusan bangun tidur itu.
Pertama kalinya Nahee lihat itu semua selama 20 tahun lebih dia kenal Jinyoung.
"Baju lo kusut," kata Nahee ngebuka lemarinya berniat mau ngambil cardigan buat dirinya sendiri. "Mau ganti juga apa gimana?"
"Gak usah, gue mau balik aja abis gini," jawabnya. "Ada janji sama Jinkyung."
Nahee langsung ngelihat cowok itu. Dia pikir Jinyoung salah ngomong atau apa karna tumben dia nyebutin nama cewek di depan dia.
Beneran namanya Jinkyung?
Nahee langsung berusaha ngalahin pikirannya. Gak penting lagian.
Dia langsung makai cardigan yang ada di tangannya sambil nungguin Jinyoung ngumpulin nyawanya. "Yaudah, ayo cepetan bangun beneran kalau gitu."
"Bentar," sahut Jinyoung sekali lagi.
"Lama," sungut Nahee langsung jalan keluar kamar duluan.
Dia mau ngehindarin keheningan yang ada soalnya kalau enggak, dia bakalan mikirin nama cewek yang barusan Jinyoung sebut itu.
Ngeselin.
Apaan sih? Giliran gue aja, diaduin.
"Nona?" Kata Miss Han yang gak ngerti ngurusin apa sama Mamanya. "Butuh apa?"
"Aku laper," jawab Nahee yang langsung ngebuat salah satu pelayan yang berjaga, jalan ke arah ruang makan.
Buat apa lagi kalau bukan buat nyiapin makanan buat majikan mudanya itu?
"Na," panggil Mamanya. "Undangannya coba kamu pilih, Na."
Nahee ngerutin dahinya. Entah kenapa dia langsung keinget Jinyoung yang bisa-bisanya masih punya hubungan sama cewek lain tapi mereka bakalan nikah dua minggu lagi. "terserah Mama aja. Aku males."
"Males gimana sih?" Omel Nyonya Kang. "Yang nikah 'kan kamu, Nak."
"Aduh," gerutu Nahee. "Miss Han aja yang pilihin deh."
"Apa sih kamu tuh disuruh Mama malah kaya gitu, Hee," Jinyoung tiba-tiba udah berdiri di sampingnya dan nempatin tangannya di pinggang Nahee.
Nahee ngelirik cowok itu males terus akhirnya mendekat ke arah Mamanya dan ninggalin Jinyoung di belakangnya. "Mama yakin?" Tanyanya heran.
"Yakin apa?"
"Yakin sama ini semua?"
"Undangannya?" Tanya Nyonya Kang lagi.
"...semuanya," lirih Nahee sambil ngelirik Jinyoung lagi.
"Kalian kalau marahan gak boleh kaya gitu," kata Nyonya Kang masih sambil ngegeser layar tabnya yang nunjukin desain-desain undangan. "Ini bagus, Na," lanjutnya sambil nunjukin desain undangan berwarna silver.
"Gak ngerti, aku pusing. Miss Han aja, ya, yang pilihin," sahut Nahee terus beranjak ke arah ruang makan.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfiction-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
